Risalah Nabi Muhammad ﷺ

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ayat 28

0
45

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ayat 28. Yang memberikan rezeki adalah Allah Subhaanahu wa Ta’aala, tingginya kalimat yang hak dan rendahnya kalimat kebatilan, serta umumnya risalah Nabi Muhammad ﷺ. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (٢٨)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Saba’ : 28)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa mā arsalnāka (dan tidaklah Kami mengutusmu), hai Muhammad.

Illā kāffatal lin nāsi (melainkan kepada umat manusia seluruhnya), maksudnya jin dan manusia.

Basyīran (sebagai penyampai kabar gembira) berupa surga bagi siapa saja yang beriman kepada Allah Ta‘ala.

Wa nadzīran (dan pemberi peringatan) berupa neraka bagi siapa pun yang kafir kepada-Nya.

Wa lākinna aktsaran nāsi (tetapi kebanyakan manusia), yakni penduduk Mekah.

Lā ya‘lamūn (tidak mengetahui) hal itu, dan tidak pula membenarkannya.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [44]Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira[45] dan sebagai pemberi peringatan[46], tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[47].

[44] Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidaklah mengutus Rasul-Nya kecuali tugasnya untuk menyampaikan berita gembira kepada semua manusia dengan pahala Allah dan memberitahukan amal yang yang dapat mendatangkan pahala itu serta memperingatkan mereka dengan azab Allah dan memberitahukan amal yang mendatangkan azab itu, dan Beliau tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Oleh karena itu, usulan (didatangkan ayat atau mukijizat) yang diusulkan orang-orang yang mendustakan bukanlah urusan Beliau, bahkan hal itu ada di Tangan Allah.

[45] Bagi orang-orang mukmin dengan surga.

[46] Bagi orang-orang kafir dengan neraka.

[47] Kebanyakan mereka tidak memiliki ilmu yang benar, keadaan mereka bisa sebagai sebagai orang yang jahil (bodoh) atau membangkang. Termasuk yang menunjukkan tidak adanya ilmu pada mereka adalah ketika usulan mereka tidak dipenuhi, akhirnya mereka menolak dakwah Beliau.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan untuk semua) lafal Kaaffatan berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan dari lafal An-Naas yang sesudahnya, didahulukan mengingat kedudukannya yang sangat penting (manusia sebagai pembawa berita gembira) kepada orang-orang yang beriman, bahwa mereka akan masuk surga (dan sebagai pemberi peringatan) kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka (tetapi kebanyakan manusia) yakni orang-orang kafir Mekah (tidak mengetahui hal ini).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman kepada hamba dan Rasul-Nya, Muhammad ﷺ:

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Saba: 28)

Yakni kepada semua makhluk yang dikenai taklif, sebagaimana pengertian yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

Katakanlah, “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian.” (Al-Araf: 158)

Dan firman Allah Swt.:

تَبَارَكَ الَّذِي نزلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Al-Furqan: 1)

Adapun firman Allah Swt.:

sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Saba: 28)

Artinya, kamu menyampaikan berita gembira masuk surga bagi orang-orang yang taat kepadamu, dan kamu memberikan peringatan masuk neraka bagi orang-orang yang durhaka kepadamu.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Saba: 28)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya. (Yusuf: 103)

Dan firman Allah Swt.:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al-An’am: 116)

Muhammad ibnu Ka’b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: Dan Kami tidak mengutusmu melainkan kepada umat manusia seluruhnya. (Saba: 28) Yakni kepada segenap umat manusia.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Allah Swt. mengutus Muhammad ﷺ kepada bangsa Arab dan non-Arab, maka orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling bertakwa kepada Allah Swt. dan taat kepada-Nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zarani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adni, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa sesungguhnya Allah Swt. telah mengutamakan Muhammad ﷺ di atas semua penduduk langit dan semua para nabi. Murid-murid Ibnu Abbas bertanya, “Wahai Ibnu Abbas, apakah keutamaan Nabi Muhammad ﷺ atas semua para nabi?” Ibnu Abbas menjawab bahwa sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman: Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. (Ibrahim: 4) Sedangkan sehubungan dengan Nabi Muhammad ﷺ. Allah Swt. berfirman: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya. (Saba: 28) Maka Allah mengutusnya kepada umat manusia dan umat jin.

Apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ini mempunyai bukti yang menguatkannya disebutkan di dalam kitab Sahihain yang di-marfu’-kan oleh sahabat Jabir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ. وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٌ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ. وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي. وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ. وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ، وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah dianugerahkan kepada seorang nabi pun sebelumku: Aku diberi pertolongan dengan rasa gentar yang mencekam hati musuh sejauh perjalanan satu bulan; bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid dan suci lagi menyucikan, maka barang siapa dari kalangan umatku yang memasuki waktu shalat hendaklah ia shalat (di mana pun berada); dan dihalalkan bagiku ganimah, padahal ganimah belum pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku; aku diberi izin untuk memberikan syafaat; dan dahulu seorang nabi diutus khusus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia.

Di dalam kitab sahih disebutkan pula bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

بُعِثْتُ إِلَى الْأَسْوَدِ وَالْأَحْمَرِ

Aku diutus untuk kulit hitam dan kulit merah.

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah jin dan manusia seluruhnya. Selain Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah orang Arab dan orang non-Arab. Semua pendapat tersebut benar.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««