Hari yang Telah Dijanjikan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ayat 29-30

0
99

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ayat 29-30. Orang-orang kafir yang menganggap mustahil hari kiamat terjadi. Bagi kita telah ada hari yang telah dijanjikan, yang bilangannya telah dicatat, tidak dapat ditambah-tambahi dan tidak dapat pula dikurangi. Apabila hari itu telah tiba, maka tidak dapat ditanggguhkan barang sesaat pun dan tidak dapat pula diajukan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٢٩) قُلْ لَكُمْ مِيعَادُ يَوْمٍ لا تَسْتَأْخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلا تَسْتَقْدِمُونَ (٣٠)

Dan mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini, jika kamu orang yang benar?” Katakanlah, “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun.” (Q.S. Saba’ : 29-30)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa yaqūlūna (dan mereka berkata), yakni orang-orang kafir Mekah.

Matā hādzal wa‘du (kapankah janji tersebut), yakni yang telah kamu ancamkan kepada kami, hai Muhammad!

Ing kuηtum shādiqīn (jika memang kalian adalah orang-orang yang benar), yakni jika memang kamu termasuk orang benar bahwasanya kami akan dibangkitkan sesudah mati.

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!

Lakum mī‘adu yaumin (“Bagi kalian ada hari yang telah dijanjikan), yakni waktu yang telah ditetapkan, yaitu hari kiamat.

Lā tasta’khirūna ‘anhu sā‘atan (yang kalian tidak bisa meminta pengunduran barang sesaat pun) setelah waktunya tiba.

Wa lā yastaqdimūn (dan tidak pula kalian bisa meminta supaya dipajukan) barang sesaat pun sebelum waktunya tiba.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [48]Dan mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini, jika kamu orang yang benar[49]?”

[48] Di antara yang mereka usulkan adalah permintaan mereka untuk disegerakan azab yang diperingatkan kepada mereka.

[49] Ini termasuk kezaliman mereka. Padahal apa kaitannya antara kejujuran dengan pemberitahuan kapan terjadinya, sehingga ketika belum terjadi, maka berarti tidak benar? Jelas, bahwa maksud mereka dengan kata-kata tersebut adalah menolak yang hak di samping sebagai bentuk kebodohan pada akal. Persamaannya dalam hal ini adalah ketika seseorang datang kepada sebuah kaum yang mereka mengetahui kejujurannya dan sikap tulusnya, di mana kaum tersebut memiliki musuh yang sedang mencari-cari kesempatan untuk menyerang mereka, lalu orang itu berkata, “Aku meninggalkan musuh kalian dalam keadaan sedang berjalan untuk menyerang dan memusnahkan kalian!” Jika salah seorang di antara mereka berkata, “Jika engkau memang benar, kapan datangnya?” Tentu pertanyaan seperti ini tidak pantas diajukan. Dengan demikian, menolak suatu berita dengan alasan tidak jelas kapan terjadinya termasuk kedunguan.

  1. Katakanlah[50], “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun[51].”

[50] Kepada mereka memberitahukan waktu terjadinya.

[51] Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap hari itu dan bersiap-siaplah untuk menghadapinya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan mereka berkata, “Kapankah datangnya janji ini) yakni azab yang kamu janjikan itu (jika kamu adalah orang-orang yang benar?”) dalam janjimu itu.
  2. (Katakanlah! “Bagi kalian ada hari yang telah dijanjikan yang tiada dapat kalian minta mundur daripadanya barang sesaat pun dan tidak pula kalian dapat meminta supaya diajukan”) daripadanya, hari yang dimaksud adalah hari kiamat.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Allah Swt. menceritakan perihal orang-orang kafir yang menganggap mustahil hari kiamat terjadi, melalui firman-Nya:

Dan mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (Saba: 29)

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ} الْآيَةَ

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). (Asy-Syura: 18), hingga akhir ayat.

Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah, “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan.” (Saba: 30)

Artinya, bagi kalian telah ada hari yang ditentukan, yang bilangannya telah dicatat, tidak dapat ditambah-tambahi dan tidak dapat pula dikurangi. Apabila hari itu telah tiba, maka tidak dapat ditanggguhkan barang sesaat pun dan tidak dapat pula diajukan. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ

Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan. (Nuh: 4)

Dan firman Allah Swt.:

وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلا لأجَلٍ مَعْدُودٍ. يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

Dan kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. (Hud: 104-105)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««