Orang-orang yang Sombong

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 31

0
111

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 31. Berlepasnya orang-orang yang sombong dari orang-orang yang lemah yang mengikuti mereka, bagaimana mereka saling cela-mencela, dan bahwa tempat kembali masing-masing mereka adalah ke neraka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَذَا الْقُرْآنِ وَلا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ (٣١)

Dan orang-orang kafir berkata, “Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin.” (Q.S. Saba’ : 31)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qālal ladzīna kafarū (dan orang-orang kafir berkata), yakni orang-orang kafir Mekah: Abu Jahl bin Hisyam dan kawan-kawannya.

Lan nu’mina bi hādzal qur-āni (sekali-kali kami tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini), yakni Al-Qur’an yang dibacakan Muhammad kepada kami.

Wa lā bil ladzī baina yadaih (dan tidak pula kepada [kitab-kitab] yang sebelumnya), yaitu Taurat, Injil, Zabur, dan seluruh kitab.

Wa lau tarā (dan sekiranya kamu melihat), hai Muhammad!

Idzizh zhālimūna (ketika orang-orang zalim itu), yakni ketika orang-orang musyrik itu: Abu Jahl bin Hisyam dan kawan-kawannya.

Mauqūfūna (dihadapkan).

‘Iηda rabbihim (kepada Rabb mereka) pada hari kiamat.

Yarji‘u ba‘dluhum ilā ba‘dlinil qaula (sebagian mereka mengemukakan perkataan kepada sebagian lainnya), yakni satu sama lain saling menjawab, saling membantah, dan saling melaknat.

Yaqūlul ladzīnastudl‘ifū (berkatalah orang-orang yang dianggap lemah), yakni orang-orang yang ditindas. Mereka adalah orang-orang awam.

Lil ladzīnastakbarū (kepada orang-orang yang menyombongkan diri), yakni kepada orang-orang yang merasa sombong untuk beriman. Mereka adalah para pembesar.

Lau lā aηtum la kunnā mu’minīn (“Kalaulah tidak karena kalian, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman”) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [1]Dan orang-orang kafir berkata, “Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya[2].” Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah[3] berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri[4], “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin[5].”

[1] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan bahwa hari yang telah ditentukan untuk orang-orang yang mendustakan azab pasti akan datang ketika sudah tiba waktunya, maka di sini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan keadaan mereka pada hari itu, bahwa jika kita melihat keadaan mereka ketika dihadapkan kepada Tuhan mereka, pengikut dan pemimpin berkumpul bersama, tentu kita akan melihat perkara yang mengerikan, di mana antara mereka saling melempar kesalahan kepada yang lain.

[2] Seperti kitab Taurat dan Injil yang menunjukkan kepada kebangkitan karena pengingkaran mereka kepadanya.

[3] Yaitu para pengikut.

[4] Yaitu para pemimpin.

[5] Yakni kalau bukan karena kamu menghalangi kami dari keimanan dan menghiasi kekafiran kepada kami lalu kami ikuti kamu. Maksud kata-kata mereka ini adalah agar azab itu ditimpakan kepada mereka para pemimpin mereka, tidak kepada selain mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan orang-orang kafir berkata) yakni sebagian dari penduduk Mekah (“Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al-Qur’an ini dan tidak pula kepada kitab sebelumnya”) kitab-kitab yang telah mendahuluinya, seperti kitab Taurat dan Injil yang di dalam kedua kitab tersebut disebutkan tentang adanya hari berbangkit, demikian itu karena mereka ingkar kepada Al-Qur’an. Lalu Allah berfirman mengenai mereka itu, (“Dan kalau kamu lihat) hai Muhammad ketika orang-orang yang lalim itu) yakni orang-orang yang kafir (dihadapkan kepada Rabbnya, sebagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain. Orang-orang yang dianggap lemah berkata) yaitu para pengikut dari mereka (kepada orang-orang yang menyombongkan diri) yakni para pemimpinnya, (‘Kalau tidak karena kalian) maksudnya seandainya kalian tidak menghalang-halangi kami untuk beriman (tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman’) kepada Nabi ﷺ.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan perihal keterlaluan orang-orang kafir dalam sikap mereka yang kelewat batas dan keingkaran mereka serta ketidak percayaan mereka kepada Al-Qur’an dan apa yang diberitakan oleh Al-Qur’an menyangkut hari kiamat. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dan orang-orang kafir berkata, “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al-Qur’an dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya.” (Saba: 31)

Kemudian Allah Swt. berfirman, memperingatkan dan mengancam mereka serta memberitakan tentang kedudukan mereka yang hina di hadapan-Nya kelak di hari kiamat, saat mereka saling berdebat dan adu argumentasi dengan sesamanya. Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

sebagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah (para pengikut) berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri. (Saba: 31)

Pada hari itu orang-orang yang lemah berkata kepada pemimpin dan tetua mereka.

Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman. (Saba: 31)

Seandainya kalian tidak menghalang-halangi kami, tentulah kami mengikuti para rasul dan beriman kepada apa yang disampaikan oleh mereka kepada kami.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««