Orang-orang yang Lemah

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 32-33

0
103

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 32-33. Berlepasnya orang-orang yang sombong dari orang-orang yang lemah yang mengikuti mereka, bagaimana mereka saling mencela, dan bahwa tempat kembali masing-masing mereka adalah ke neraka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَى بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ (٣٢) وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الأغْلالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ يُجْزَوْنَ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٣٣)

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, “Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.”  Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Saba’ : 32-33)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Lalu para pemimpin dan tetua mereka yaitu orang-orang yang menyombongkan dirinya berkata seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Qālal ladzinastakbarū (orang-orang yang menyombongkan diri berkata), yakni orang-orang yang merasa sombong untuk beriman. Mereka adalah para pemuka (kafirin).

Lil ladzīnastudl‘ifū (kepada orang-orang yang dianggap lemah), yakni orang-orang yang ditindas. Mereka adalah orang-orang awam.

A nahnu shadadnākum (“Apakah kami yang telah menghalangi kalian), yakni yang telah memalingkan kalian.

‘Anil hudā (dari petunjuk), yakni dari iman.

Ba‘da idz jā-akum (setelah ia datang kepada kalian), yakni setelah Muhammad ﷺ datang kepada kalian dengan membawa petunjuk itu.

Bal kuηtum mujrimīn ([tidak], sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa”), yakni orang-orang yang telah musyrik sebelum datangnya Muhammad ﷺ.

Wa qālal ladzīnastudl‘ifū (dan orang-orang yang dianggap lemah berkata), yakni orang-orang yang ditindas. Mereka adalah orang-orang awam.

Lil ladzinastakbarū (kepada orang-orang yang menyombongkan diri), yakni orang-orang yang merasa sombong untuk beriman. Mereka adalah para pemuka (kafirin).

Bal makrul laili wan nahāri (“[Tidak], sebenarnya tipu daya [kalian] pada malam dan siang hari [yang telah memalingkan kami]), yakni apa yang kalian ucapkan kepada kami pada malam dan siang hari.

Idz ta’murūnanā an nakfura billāhi (ketika kalian menyuruh kami agar kufur kepada Allah), yakni kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Wa naj‘ala lahū aηdādā (dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”), yakni tandingan-tandingan dan penyerupaan-penyerupaan.

Wa asarrū (dan mereka pun menampakkan), yakni memperlihatkan.

An-nadāmata (penyesalan), yakni para pemuka menampakkan penyesalan terhadap orang-orang awam. Menurut pendapat yang lain, para pemuka dan orang-orang awam itu memperlihatkan penyesalan.

Lammā (tatkala), yakni ketika.

Ra-awul ‘adzāb, wa ja‘alnal aghlāla fī a‘nāqil ladzīna kafarū (mereka melihat azab. Dan Kami memasangkan belenggu pada leher orang-orang yang kafir) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an. Tangan kanan mereka dibelenggu di atas leher-leher mereka.

Hal yujzauna (mereka tidak diberi balasan) pada hari kiamat.

Illā mā kānū ya‘malūn (melainkan apa yang telah mereka perbuat), yakni melainkan sesuai dengan apa yang dahulu mereka lakukan dan mereka katakan menyangkut kekafiran.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah[6], “Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.”

[6] Meminta agar mereka mengerti sambil memberitahukan, bahwa semuanya sama-sama salah.

  1. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya[7].” Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab[8]. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir[9]. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan[10].

[7] Yakni bahkan yang membuat kami seperti ini adalah makar kamu di malam dan siang hari karena kamu menghias kekafiran kepada kami di malam dan siang hari serta mengajak kami kepadanya, dan kamu katakan, bahwa yang demikian adalah benar, kamu cacatkan yang sesungguhnya benar, memperburuknya dan mengatakan bahwa ia adalah batil. Makarmu senantiasa kamu lancarkan kepada kami sehingga kami tersesat dan terfitnah.

Pelemparan kesalahan itu pun tidak berfaedah apa-apa selain membuat mereka saling berlepas diri dan menambah penyesalan semata sebagaimana pada lanjutan ayatnya.

[8] Perdebatan antara mereka yang dilakukan untuk menyelamatkan diri dari azab pun selesai dan mereka pun tahu bahwa mereka telah berbuat zalim dan pantas mendapat azab, maka masing-masing dari mereka menyesal dan berangan-angan bahwa mereka dahulu di atas kebenaran serta meninggalkan kebatilan yang membuat mereka sampai kepada azab itu. Mereka sembunyikan penyesalan itu dalam hati mereka karena takut terbongkarnya aib jika mengakuinya, demikian pula mereka tetap tidak mengakuinya pada saat berada di sebagian tempat perhentian pada hari Kiamat. Akan tetapi, ketika mereka masuk ke dalam neraka, mereka tampakkan penyesalan itu. Mereka berkata, “Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.  Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” ( Terj. Al Mulk: 10-11)

[9] Mereka dibelenggu sebagaimana orang yang dipenjara dibelenggu, di mana dia akan dihinakan dalam penjara itu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, sambil diseret, Ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,” (Terj. Al Mu’min: 71-72) Nas’alullahas salaamah wal ‘aafiyah fiddunyaa wal aakhirah.

[10] Berupa kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, ‘Kamikah yang telah menghalang-halangi kalian dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepada kalian?) Tidak, (sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang berdosa’) terhadap diri kalian sendiri.
  2. (Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Sebenarnya tipu daya di waktu malam hari dan siang hari) yaitu tipu daya kalian terhadap kami yang kalian lakukan malam dan siang hari (ketika kalian menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.’) (Mereka menyembunyikan) kedua golongan itu, yaitu mereka yang menjadi pengikut kesesatan dan yang menjadi pemimpin kesesatan (penyesalannya) karena tidak mau beriman kepada Nabi ﷺ (tatkala mereka melihat azab.”) masing-masing golongan menyembunyikan penyesalannya karena takut dicela. (Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir) di dalam neraka. (Tiadalah) (mereka dibalas melainkan) dengan pembalasan (apa yang telah mereka kerjakan) di dunia.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Ta’aala:

Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Saba: 32)

Yakni kami tidak melakukan terhadap kalian lebih dari menyeru kalian untuk mengikuti kami, kemudian kalian mau mengikuti kami tanpa berpikir panjang dan tanpa meneliti terlebih dahulu ajakan kami. Dan kalian menentang dalil-dalil, bukti-bukti, serta hujah-hujah yang disampaikan oleh para rasul, karena keinginan nafsu kalian yang lebih suka memilihnya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

(Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa.”Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “(Tidak), sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami).”(Saba: 32-33)

Tidak seperti yang kamu akui, bahkan kalian melancarkan tipuan terhadap kami di waktu malam dan siang hari, dan tiada henti-hentinya kalian membujuk kami dan memberikan janji-janji kosong serta meyakinkan kami bahwa kalian berada dalam jalan petunjuk; dan jika kami mengikuti kalian, berarti kami berada pada jalan petunjuk. Akan tetapi, sekarang ternyata semuanya itu batil dan dusta yang jelas.

Qatadah dan ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: (Tidak), sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami). (Saba: 33) Yakni tidak, bahkan tipu daya kalian di malam dan siang hari yang menghalang-halangi kami.

Hal yang sama dikatakan oleh Malik dari Zaid ibnu Aslam, yakni tipu daya kalian di malam dan siang hari.

ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya. (Saba: 33)

Yaitu tandingan-tandingan dan tuhan-tuhan lain bersama-Nya, dan kalian tegakkan kepada kami slogan-slogan palsu dan hal-hal mustahil lainnya untuk menyesatkan kami.

Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab (Saba: 33)

Yakni para pemimpin dan para pengikut, masing-masing menyesali apa yang telah dilakukannya semasa di dunia.

Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. (Saba: 33)

Maksudnya, rantai-rantai yang menyatukan tangan-tangan dan leher-leher mereka dalam satu ikatan.

Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Saba: 33)

Sesungguhnya Kami hanya membalas amal perbuatan kalian, masing-masing orang mendapat balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya; para pemimpin kekafiran mendapat balasannya sendiri, begitu pula para pengikutnya mendapat balasan yang sesuai dengan amal perbuatan mereka. Dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya:

قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَكِنْ لَا تَعْلَمُونَ

Allah berfirman, “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 38)

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا فَرْوَة بْنُ أَبِي الْمِغْرَاءِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْأَصْبَهَانِيِّ، عَنْ أَبِي سِنَانٍ ضِرَارِ بْنِ صُرَد، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الهُذَيل ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ جَهَنَّمَ لَمَّا سِيقَ إِلَيْهَا أَهْلُهَا تَلَقَّاهم لَهَبُهَا، ثُمَّ لَفَحَتْهُم لَفْحَةً فَلَمْ يَبْقَ لَحْمٌ إِلَّا سَقَطَ عَلَى الْعُرْقُوبِ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Farwah ibnu Abul Migra, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sulaiman ibnul Asbahani, dari Abu Sinan alias Darrar ibnu Surad, dari Abdullah ibnu Abul Huzail, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya neraka Jahanam itu ketika orang-orang yang menjadi penghuninya digiring ke sana, ia menyambut mereka dengan luapan apinya, kemudian menjilat mereka sekali jilat. Maka tiada suatu daging pun dari mereka melainkan berguguran sampai ke bagian belakang telapak kakinya.

Telah menceritakan pula kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abul Hawari, telah menceritakan kepada kami At-Tayyib Abul Hasan, dari Al-Hasan ibnu Yahya Al-Khusyani yang mengatakan bahwa tiada sesuatu pun di dalam neraka Jahanam baik berupa rumah, gua, belenggu, ikatan, dan rantai melainkan tercatat padanya nama-nama pemiliknya (penghuninya). Perawi mengatakan bahwa lalu ia menceritakan riwayat ini kepada Abu Sulaiman Ad-Darani rahimahullah. Maka ia menangis, kemudian berkata, “Alangkah ngerinya seandainya semua itu dihimpunkan pada diri seseorang, kedua kakinya diikat, kedua tangannya dibelenggu dan lehernya dirantai, kemudian dimasukkan ke dalam neraka dan dimasukkan ke dalam penjara yang ada di neraka. Ya Allah, selamatkan diriku dari siksa neraka.”

Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksa neraka dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««