Dia Melapangkan Rezeki kepada Siapa yang Dia Kehendaki

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 35-36

0
320

Tafsir Al-Qur’an: Surah Saba’ ayat 35-36. Berpalingnya orang-orang yang hidup mewah dari beriman kepada para rasul, penjelasan bahwa rezeki berasal dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala; Rezeki itu sebagai ujian dan sebagai cobaan. Dia melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالا وَأَوْلادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (٣٥) قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (٣٦)

Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.” Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S. Saba’ : 35-36)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qālū (dan mereka berkata) kepada rasul-rasul itu.

Nahnu aktsaru amwālaw wa aulādan (“Kami lebih banyak harta dan anak-anak) ketimbang kalian.

Wa mā nahnu bi mu‘adz-dzabīn (dan kami sama sekali tidak akan diazab) karena agama yang kami anut ini, serta harta kekayaan dan anak-anak ini. Seperti itulah orang-orang kafir Mekah berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!

Inna rabbī yabsuthur rizqa (“Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezeki), yakni meluaskan kekayaan.

Li may yasyā-u (bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya), yakni kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan kelapangan itu merupakah cobaan dari-Nya.

Wa yaqdiru (dan menyempitkan) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan kesempitan itu merupakan pertimbangan dari-Nya.

Wa lākinna aktsaran nāsi (tetapi kebanyakan manusia), yakni penduduk Mekah.

Lā ya‘lamūn (tidak mengetahui) hal itu, dan tidak pula membenarkannya.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab[12].”

[12] Maksudnya, oleh karena orang-orang kafir itu mendapat nikmat yang besar di dunia, maka berarti mereka dikasihi oleh Allah dan tidak akan diazab di akhirat. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjawab pada ayat selanjutnya, bahwa Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bukanlah menunjukkan seperti yang mereka sangka, karena rezeki di bawah kehendak Allah, jika Dia menghendaki, maka Dia melapangkannya kepada hamba-Nya dan jika Dia menghendaki, maka Dia membatasinya.

  1. Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki[13] dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)[14], tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

[13] Sebagai ujian.

[14] Sebagai cobaan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan mereka berkata, “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak) daripada orang-orang yang beriman (dan kami sekali-kali tidak akan diazab.”)
  2. (Katakanlah! “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki) meluaskannya (bagi siapa yang dikehendaki-Nya) sebagai ujian (dan membatasinya) menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakinya sebagai cobaan baginya (akan tetapi kebanyakan manusia) orang-orang kafir Mekah (tidak mengetahui”) hal tersebut.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, menceritakan perihal orang-orang yang hidup mewah lagi mendustakan para rasul:

Dan mereka berkata, “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.” (Saba: 35)

Mereka membanggakan dirinya dengan harta mereka yang banyak dan mereka memiliki anak-anak yang banyak. Mereka menduga bahwa hal itu menunjukkan akan kecintaan Allah Swt. kepada mereka dan besarnya perhatian Allah kepada mereka. Tidaklah Allah memberi mereka semuanya itu di dunia ini, kemudian pada Akhirnya Allah akan mengazab mereka di akhirat, itu jauh dari kemungkinan. Maka Allah menyanggah anggapan mereka itu melalui firman-Nya:

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ. نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَا يَشْعُرُونَ

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. (Al-Mu’minun: 55-56)

فَلا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلا أَوْلادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedangkan mereka dalam keadaan kafir. (At-Taubah: 55)

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا. وَجَعَلْتُ لَهُ مَالا مَمْدُودًا. وَبَنِينَ شُهُودًا. وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا. ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ. كَلا إِنَّهُ كَانَ لآيَاتِنَا عَنِيدًا. سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, dan anak-anak yang selalu bersama dia, dan Kulapangkan baginya (rezeki, dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an). Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. (Al-Muddassir: 11-17)

Dan Allah Swt. telah menceritakan perihal pemilik dua buah kebun, bahwa dia adalah seorang hartawan, memiliki hasil buah-buahan yang banyak dan banyak anaknya. Kemudian semuanya itu tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun kepadanya, bahkan semuanya itu dicabut oleh Allah Swt. semasa masih di dunia dan belum lagi menginjak akhirat. Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikendaki-Nya). (Saba: 36)

Allah memberikan harta kepada orang yang dicintai-Nya dan orang yang tidak dicintai-Nya, dan Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan memberikan kekayaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya bagi-Nyalah hikmah yang sempurna, hujah yang pasti dan mengalahkan semua hujah.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Saba: 36)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««