Semua Makhluk Butuh Kepada-Nya

Tafsir Al-Qur’an: Surah Fathir ayat 15-17

0
124

Tafsir Al-Qur’an: Surah Fathir ayat 15-17. Allah Subhaanahu wa Ta’aala Maha Kaya tidak membutuhkan makhluk-Nya, sedangkan semua makhluk butuh kepada-Nya, dan bahwa setiap manusia diminta pertanggung jawaban terhadap amalnya masing-masing. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (١٥) إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ (١٦) وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ (١٧)

Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah. (Q.S. Fathir : 15-17)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yā ayyuhan nāsu aηtumul fuqārā-u ilallāhi (wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah), yakni membutuhkan ampunan-Nya, rahmat-Nya, rezeki-Nya, dan afiat-Nya di dunia, serta membutuhkan surga-Nya di akhirat.

Wallāhul ghaniyyu (sedangkan Allah itu Maha Kaya), yakni tidak membutuhkan harta kekayaan yang ada pada kalian.

Al-hamīd (lagi Maha Terpuji) dalam segala tindakan-Nya.

Iy yasya’ yudzhibkum (jika Dia menghendaki, Dia dapat saja memusnahkan kalian), yakni dapat membinasakan dan mematikan kalian, hai penduduk Mekah.

Wa ya’ti bi khalqiη jadīd (dan mendatangkan makhluk yang baru) yang lebih baik dan lebih patuh kepada Allah Ta‘ala daripada kalian.

Wa mā dzālika (dan tidaklah hal itu), yakni membinasakan dan mendatangkan itu.

‘Alallāhi bi ‘azīz (sulit bagi Allah), yakni sukar.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [32]Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji[33].

[32] Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman kepada semua manusia dan memberitahukan keadaan dan sifat mereka, bahwa mereka butuh kepada Allah dalam semua keadaan. Mereka butuh diciptakan, mereka butuh diberikan kemampuan untuk melakukan sesuatu, mereka butuh diberi-Nya rezeki dan kenikmatan, mereka butuh dihindarkan dari bencana, mereka butuh diurus dan diatur-Nya, mereka butuh beribadah kepada-Nya, mereka butuh diajarkan-Nya sesuatu yang belum mereka ketahui, dan mereka butuh segalanya kepada Allah, baik mereka sadari atau tidak. Akan tetapi, orang yang diberi taufik di antara mereka seantiasa menyadari kebutuhannya baik yang terkait dengan urusan dunia maupun agama dan merendakan diri kepada-Nya serta meminta-Nya agar tidak menyerahkan urusan kepada dirinya walau sekejap pun serta membantunya dalam semua urusan, maka orang inilah yang lebih berhak mendapatkan pertolongan sempurna dari Allah Tuhannya, di mana Dia lebih sayang kepadanya daripada sayangnya seorang ibu kepada anaknya.

[33] Dia Maha Kaya secara sempurna dari berbagai sisi, sehingga Dia tidak membutuhkan seperti halnya makhluk-Nya membutuhkan dan tidak membutuhkan apa-apa dari alam semesta. Yang demikian karena kesempurnaan sifat-Nya, di mana semua sifat-Nya adalah sifat sempurna dan agung. Di antara Maha Kayanya Dia adalah, Dia memberikan kekayaan kepada makhluk-Nya di dunia dan akhirat.

Dia juga Maha Terpuji, pada zat-Nya, nama-Nya karena semuanya indah, dan sifat-Nya karena semua sifat-Nya Tinggi. Di samping itu, perbuatan-perbuatan-Nya berjalan di antara memberi karunia dan ihsan, berbuat adil, hikmah (bijaksana), dan rahmat (sayang). Demikian pula pada perintah dan larangan-Nya yang semuanya mengandung keadilan, kebijaksanaan dan rahmat. Dia Maha Terpuji karena apa yang ada pada-Nya dan karena pemberian dari-Nya. Dia Maha Terpuji di tengah Maha Kaya-Nya.

  1. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu)[34].

[34] Maksudnya bisa juga, bahwa jika Dia menghendaki, Dia dapat membinasakan kamu wahai manusia dan menggantimu dengan manusia yang baru yang taat kepada Allah. Sehingga ayat ini merupakan ancaman kepada manusia. Bisa juga maksudnya adalah menetapkan adanya kebangkitan, dan bahwa kehendak Allah berlaku dalam segala sesuatu, demikian pula Dia mampu menghidupkan kembali manusia setelah mati, akan tetapi waktunya telah ditetapkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, tidak maju dan tidak mundur. Makna ini ditunjukkan oleh ayat

  1. Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai manusia! Kalianlah yang berkehendak kepada Allah) dalam keadaan bagaimana pun (dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya) tidak membutuhkan makhluk-Nya (lagi Maha Terpuji) atas perbuatan-Nya terhadap mereka.
  2. (Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru) sebagai ganti daripada kalian.
  3. (Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah) tidak sukar bagi-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. memberitakan tentang kemahakayaan-Nya dari selain Dia, semua makhluk berhajat kepada-Nya dan hina di hadapan-Nya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Hai manusia, kamulah yang berhajat kepada Allah. (Fathir: 15)

Yakni semuanya berhajat kepada Allah dalam semua gerakan dan diamnya, sedangkan Allah Swt. tidak memerlukan sesuatu pun dari mereka. Karenanya dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan Allah, Dialah Yang Ma Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (Fathir: 15)

Yakni hanya Dia sematalah yang benar-benar Maha Kaya, tiada sekutu bagi-Nya dalam sifat-Nya ini, dan Dia Maha Terpuji dalam semua apa yang diperbuat dan dikatakan-Nya, juga dalam semua apa yang ditakdirkan dan yang disyariatkan-Nya.

Firman Allah Swt.:

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). (Fathir: 16)

Yakni seandainya Dia menghendaki, tentulah Dia melenyapkan kamu, hai manusia; lalu Dia mendatangkan kaum lain sebagai pengganti kalian. Hal ini tidak sulit bagi Allah dan tidak pula sukar. Karena itu, disebutkan oleh firman selanjutnya:

Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah. (Fathir: 17)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««