Butuh Sekali kepada Petunjuk

Tafsir Al-Qur’an: Surah Fathir ayat 24-26

0
55

Tafsir Al-Qur’an: Surah Fathir ayat 24-26. Manusia sangat butuh sekali kepada petunjuk, maka Allah mengutus Nabi-Nya Muhammad ﷺ sebagai rahmat kepada alam semesta. Allah mengutus Beliau dengan membawa agama yang lurus dan jalan yang lurus. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلا خَلا فِيهَا نَذِيرٌ (٢٤) وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ (٢٥) ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (٢٦)

Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan. Dan jika mereka mendustakanmu, maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan-Ku. (Q.S. Fathir : 24-26)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innā arsalnāka (sesungguhnya Kami mengutusmu), hai Muhammad.

Bil haqqi (dengan membawa kebenaran), yakni dengan membawa Al-Qur’an.

Basyīran (sebagai penyampai kabar gembira) berupa surga bagi orang-orang yang beriman kepada Allah Ta‘ala.

Wa nadzīrā (dan pemberi peringatan) berupa neraka bagi orang-orang yang kafir kepada Allah Ta‘ala.

Wa im min ummatin illā khalā (dan tiadalah suatu umat pun melainkan telah ada), yakni telah berlalu.

Fīhā nadzīr (padanya seorang pemberi peringatan), yakni seorang rasul yang menyampaikan ancaman.

Wa iy yukadz-dzibūka (dan jika mereka mendustakan kamu), yakni jika kaum Quraisy mendustakanmu.

Fa qad kadz-dzabal ladzīna ming qablihim (maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan), yakni orang-orang sebelum kaum Quraisy pun telah mendustakan rasul-rasul mereka.

Jā-at-hum rusuluhum bil bayyināti (rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata), yakni dengan membawa perintah, larangan, dan bukti-bukti.

Wa biz zuburi (kitab-kitab), yakni dan dengan membawa informasi tentang kitab-kitab terdahulu.

Wa bil kitābil munīr (dan kitab yang menerangi), yakni yang menjelaskan halal dan haram.

Tsumma akhadztu (kemudian Aku mengazab), yakni menyiksa.

Alladzīna kafarū (orang-orang yang kafir) kepada kitab-kitab dan rasul-rasul.

Wa kaifa kāna nakīr (maka bagaimana [hebatnya] pengingkaran-Ku), yakni maka perhatikanlah, hai Muhammad, bagaimana Kami mengubah mereka dengan azab ketika mereka tidak mau beriman.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran[8] sebagai pembawa berita[9] gembira dan sebagai pemberi peringatan[10]. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan[11].

[8] Yakni dengan membawa petunjuk karena manusia membutuhkannya, dan lagi ketika itu belum ada rasul, pengetahuan agama hilang dan manusia sangat butuh sekali kepada petunjuk, maka Allah mengutus Nabi-Nya Muhammad ﷺ sebagai rahmat kepada alam semesta. Allah mengutus Beliau dengan membawa agama yang lurus dan jalan yang lurus, ia merupakan kebenaran dan Allah menurunkan kepada Beliau Al-Qur’an juga sebagai kebenaran.

[9] Kepada orang yang mau memenuhi seruan (beriman) dengan pahala segera atau ditunda.

[10] Kepada orang yang tidak mau memenuhi seruan (kafir) dengan azab Allah segera atau ditunda..

[11] Yakni seorang nabi yang memberi peringatan untuk menegakkan hujjah. Oleh karena itu, Beliau bukanlah seorang rasul yang baru.

  1. Dan jika mereka mendustakanmu[12], maka sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), zubur[13], dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna[14].

[12] Wahai rasul, maka engkau bukanlah rasul pertama yang didustakan.

[13] Zubur ialah lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ yang isinya mengandung hukum dan hikmah.

[14] Yakni yang bersinar beritanya dan adil hukumnya seperti Taurat dan Injil. Oleh karena itu, pendustaan mereka kepada para rasul bukanlah karena ketidakjelasan atau karena kurang pada apa yang dibawa rasul, bahkan disebabkan kezaliman dan pembangkangan mereka

  1. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir[15]; maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan-Ku[16].

[15] dengan berbagai hukuman.

[16] Yakni akibat pengingkaran-Ku kepada mereka dengan menghukum dan membinasakan mereka. Oleh karena itu, janganlah kamu mendustakan rasul yang mulia ini (Nabi Muhammad ﷺ), sehingga nantinya kamu akan ditimpa seperti yang menimpa mereka, berupa azab yang pedih dan memperoleh kehinaan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran) yakni petunjuk (sebagai pembawa berita gembira) bagi orang yang mau menerima kebenaran itu (dan sebagai pemberi peringatan) kepada orang yang tidak mau menerimanya. (Dan tidak ada) (suatu umat pun melainkan telah ada) telah lewat (padanya seorang pemberi peringatan) nabi yang member peringatan kepada mereka.
  2. (Dan jika mereka mendustakan kamu) yakni penduduk Mekah (maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan rasul-rasul-Nya; kepada mereka telah datang rasul-rasul-Nya dengan membawa bukti-bukti yang nyata) yakni mukjizat-mukjizat (zubur) seperti shuhuf Nabi Ibrahim (dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna) yaitu kitab Taurat dan Injil, oleh karenanya bersabarlah kamu sebagaimana mereka bersabar.
  3. (Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir) disebabkan kedustaan mereka (maka lihatlah bagaimana hebatnya akibat kemurkaan-Ku) keingkaran-Ku terhadap mereka, yaitu hukuman dan kebinasaan yang menimpa mereka, hal itu benar-benar pada tempatnya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. (Fathir: 24)

Yaitu pembawa berita gembira kepada orang-orang mukmin dan pemberi peringatan kepada orang-orang kafir.

Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Fathir: 24)

Tiada suatu umat pun dari anak Adam melainkan Allah telah mengutus kepada mereka orang-orang yang memberi peringatan yang menyingkapkan hakikat kebenaran kepada mereka dan melenyapkan semua penyakit kekafiran. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (Ar-Ra’d: 7)

Dan firman Allah Swt.:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah tagut itu, “maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. (An-Nahl: 36), hingga akhir ayat.

Ayat-ayat yang semakna cukup banyak.

Firman Allah Swt.:

Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata. (Fathir: 25)

Yakni mukjizat-mukjizat yang menakjubkan dan dalil-dalil yang pasti.

dan zabur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. (Fathir: 25)

Yang dimaksud dengan zubur ialah sa-hifah-sa-hifah atau lembaran-lembaran yang di dalamnya tercatum hukum-hukum Allah. Al-munir artinya kitab yang jelas dan gamblang lagi lengkap.

Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir. (Fathir: 26)

Yakni sekalipun demikian mereka tetap mendustakan rasul-rasulnya terhadap apa yang disampaikan oleh mereka. Karena itu, Aku azab mereka sebagai pembalasan dari-Ku.

maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku. (Fathir: 26)

Maka engkau akan melihat bagaimanakah kemurkaan-Ku terhadap mereka yang sangat hebat lagi keras.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 21 ««««      «««« juz 22 ««««      «««« juz 23 «««««