Dawud Yang Mempunyai Kekuatan

Tafsir Al-Qur’an: Surah Shaad ayat 17

0
297

Tafsir Al-Qur’an: Surah Shaad ayat 17. Nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada hamba-Nya Nabi Dawud ‘alaihis salam yang mempunyai kekuatan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ -١٧

Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (Q.S. Shaad : 17)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Ishbir (bersabarlah kamu), hai Muhammad!

‘Alā mā yaqūlūna (atas apa yang mereka katakan), yakni kebohongan yang mereka katakan.

Wadz kur ‘abdanā dāwūda (dan ingatlah hamba Kami, Dawud), yakni terangkanlah kepada mereka kisah tentang hamba Kami, Dawud.

Dzal aidi (yang memiliki kekuatan), yakni yang memiliki kekuatan dalam beribadah.

Innahū awwāb (sesungguhnya dia senantiasa bertobat) lagi taat kepada Allah Ta‘ala serta Menghadapkan diri untuk menjalankan ketaatan kepada Allah Ta‘ala. 18

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Bersabarlah atas apa yang mereka katakan[8]; dan ingatlah[9] akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan[10]; sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)[11].

[8] Yakni sebagaimana para rasul sebelummu bersabar. Hal itu, karena ucapan mereka tidaklah merugikan kebenaran sedikit pun dan mereka tidak merugikanmu sedikit pun, yang mereka rugikan adalah diri mereka sendiri.

[9] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan Rasul-Nya untuk bersabar terhadap sikap kaumnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan Beliau untuk meminta bantuan agar dapat bersabar dengan beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala saja dan mengingat keadaan orang-orang yang ahli ibadah sebagaimana dalam ayat lain, “Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, agar kamu merasa senang,” (Terj. Thaha: 130)

Di antara ahli ibadah yang mulia adalah Nabi Dawud ‘alaihis salam.

[10] Yakni kuat dalam beribadah baik dengan anggota badannya maupun dengan hatinya. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Dawud ‘alaihis salam, dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Dawud. Beliau tidur di tengah malam, bangun di sepertiganya dan tidur di seperenamnya. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

[11] Kata “Awwaab” artinya banyak kembali kepada Allah dalam segala urusan, yaitu dengan kembali kepada-Nya, mencintai-Nya, beribadah kepada-Nya, takut dan berharap kepada-Nya, banyak bertadharru’ dan berdoa. Demikian pula kembali kepada-Nya ketika tergelincir, yaitu dengan berhenti melakukan dosa tersebut dan bertobat dengan tobat nasuha (yang murni).

.

Tafsir Jalalain

  1. Allah swt. berfirman, (“Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyaikekuatan) dalam beribadah; tersebutlah bahwa dia sepanjang tahun selalu berpuasa sehari dan berbuka sehari; bangun padatengah malam untuk melakukan shalat, kemudian tidur selama sepertiga malam dan seperenam malam harinya lagi ia gunakan untuk shalat (sesungguhnya dia amat taat) yakni selalu mengerjakan hal-hal yang menjadi keridaan Allah swt.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan perihal hamba dan rasul-Nya, Dawud a.s., bahwa dia telah dianugerahi kekuatan; di sini diungkapkan dengan memakai kata al-aid yang artinya kekuatan dalam masalah ilmu dan amal.

Ibnu Abbas r.a., As-Saddi, dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa al-aid artinya kekuatan.

Ibnu Zaid sehubungan dengan pengertian ini membacakan firman-Nya:

Dan langit itu kami bangun dengan kekuatan (Kami) dan sesunggguhnya Kami benar-benar berkuasa (Az-Zariyat: 47)

Mujahid mengatakan bahwa al-aid artinya kekuatan dalam ketaatan.

Qatadah mengatakan bahwa Daud a.s., dianugerahi kekuatan dalam mengerjakan ibadah dan memberinya pengetahuan tentang Islam.

Telah diceritakan pula kepada kami bahwa Nabi Dawud a.s. selalu mengerjakan shalat pada sepertiga malamnya, dan puasa setengah tahun. Hal ini telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui salah satu hadisnya dari Rasulullah ﷺ yang menyebutkan bahwa beliau ﷺ telah bersabda:

Salat yang paling disukai Allah ialah salatnya Daud, dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya Dawud. Dia tidur sampai tengah malam, lalu bangun sepertiganya (mengerjakan shalat), dan tidur seperenamnya. Dan dia puasa sehari dan buka sehari, dia tidak pernah lari bila bersua dengan musuh (dalam peperangan) dan ia adalah seorang, yang amat taat kepada Allah.

Yang dimaksud dengan awwab ialah selalu taat kepada Allah dalam semua urusan dan perkaranya:

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 22 ««««      «««« juz 23 ««««      «««« juz 24 «««««