Masuk Neraka

Tafsir Al-Qur’an: Surah Shaad ayat 59-61

0
279

Tafsir Al-Qur’an: Surah Shaad ayat 59-61. Azab bagi orang-orang yang menentang para nabi, Ketika masuk neraka, maka antara pemimpin dengan pengikut akan saling mencela. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

هَذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ لَا مَرْحَباً بِهِمْ إِنَّهُمْ صَالُوا النَّارِ -٥٩- قَالُوا بَلْ أَنتُمْ لَا مَرْحَباً بِكُمْ أَنتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا فَبِئْسَ الْقَرَارُ -٦٠- قَالُوا رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَذَا فَزِدْهُ عَذَاباً ضِعْفاً فِي النَّارِ -٦١

(Dikatakan kepada mereka), “Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” “Tidak ada ucapan selamat datang bagi kamu karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka). (Para pengikut mereka menjawab), “Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.” Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka.” (Q.S. Shaad : 59-61)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Hādzā faujun (“Ini adalah suatu rombongan), yakni satu kelompok.

Muqtahimum ma‘akum (yang masuk berdesak-desakan bersama kalian”) ke dalam neraka. Lalu umat pertama akan bekata kepada umat terakhir:

Lā marhabam bihim (“Tidak ada ucapan selamat datang kepada mereka), yakni tidak ada keringanan dari Allah Ta‘ala terhadap mereka.

Innahum shālun nār (sesungguhnya mereka akan masuk neraka”).

Qālū (mereka berkata), yakni umat yang terakhir.

Bal aηtum lā marhabam bikum (“Bahkan kalian juga! Tidak ada ucapan selamat datang untuk kalian), yakni tidak ada keringanan dari Allah Ta‘ala untuk kalian.

Aηtum qaddamtumūhu lanā (kalianlah yang telah mengemukakannya kepada kami), yakni yang telah menunjukkan agama tersebut kepada kami, kemudian kami mengikuti kalian.

Fa bi’sal qarār (maka alangkah buruk Jahannam sebagai tempat menetap”), yakni sebagai tempat tinggal untuk kami dan kalian.

Qālū (mereka berkata), yakni umat yang pertama dan yang terakir.

Rabbanā (“Rabana), yakni “ya Tuhan kami.”

Mang qaddama lanā (barangsiapa yang telah mengemukakan kepada kami), yakni barangsiapa yang telah menunjukkan kepada kami.

Hādzā (ini), yakni agama ini. Yang mereka maksud adalah iblis dan seluruh pemuka.

Fa zid-hu ‘adzābaη dli‘faη fin nār (maka tambahkanlah kepadanya azab berlipat ganda di dalam neraka) dari azab yang kami terima.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [9](Dikatakan kepada mereka), “Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka).” “Tidak ada ucapan selamat datang bagi kamu karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).

[9] Ketika mereka memasuki neraka, maka antara pemimpin dengan pengikut akan saling cela-mencela.

  1. (Para pengikut mereka[10] menjawab), “Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap.”

 [10] Yakni rombongan yang baru datang.

  1. Mereka[11] berkata (lagi), “Ya Tuhan kami, barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka[12].

[11] Yaitu para pengikut yang telah disesatkan.

[12] Dalam ayat lain Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman menjawab doa mereka, “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” (Terj. Al A’raaf: 38)

.

Tafsir Jalalain

  1. Dan dikatakan kepada mereka sewaktu mereka diseret ke dalam neraka bersama dengan para pengikutnya (“Ini adalah suatu rombongan) suatu gelombang (yang masuk berdesak-desak) dijejalkan masuk (bersama kalian”) ke neraka. Kalimat itu dikatakan kepada mereka dengan nada yang keras; maka berkatalah pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka, (“Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka) artinya, tiada kelapangan buat mereka (karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka.”)
  2. (Pengikut-pengikut mereka berkata) atau mengatakan, (“Sebenarnya kalianlah; tiada ucapan selamat datang bagi kalian, karena kalianlah yang menjerumuskan kami) ke dalam kekafiran (maka amat buruklah tempat tinggal”) bagi kami dan kalian, yaitu neraka.
  3. (Mereka berkata) lagi, (“Ya Rabb kami! Barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda) dua kali lipat azab yang diterimanya, sebagai balasan dari kekafirannya (di dalam neraka.”)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

(Dikatakan kepada mereka), “Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desakkan bersama kamu (ke neraka).” (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka).”Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka, karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka, ” (Shad: 59)

Ini merupakan berita dari Allah Swt. yang menceritakan tentang percakapan antara sesama penduduk neraka. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya). (Al-A’raf: 38)

Yakni sebagai pengganti ucapan penghormatan mereka saling melaknat dan saling mencaci maki sebagian dari mereka dengan sebagian yang lainnya. Segolongan yang masuk sebelum golongan yang lain apabila golongan yang sesudahnya itu mulai masuk ke dalam neraka bersama para malaikat zabaniah mengatakan:

Ini adalah suatu rombongan yang masuk bersama kamu berdesak-desak (ke neraka). Tiadalah ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. (Shad: 59)

Karena mereka memang ahli neraka Jahanam.

Pengikut-pengikut mereka menjawab, “Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu. (Shad: 60)

Maka berkatalah kepada mereka orang-orang yang baru masuk itu.

Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab. (Shad: 60)

Yakni kalianlah yang menyebabkan kami masuk ke tempat kembali seperti ini.

maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat menetap. (Shad: 60)

Artinya, seburuk-buruk tempat menetap ialah neraka Jahanam.

Mereka berkata (lagi), “Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka.” (Shad: 61)

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah Swt.:

berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman, “Masing-masing mendapat (siksaan), yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 38)

Yaitu masing-masing dari kalian mendapat siksaan yang setimpal.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 .

««««« juz 22 ««««      «««« juz 23 ««««      «««« juz 24 «««««