Tidak Memikul Dosa Orang Lain

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 7

0
267

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 7. Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak memerlukan imanmu dan Dia tidak meridhai kekafiran hamba-hamba-Nya. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (٧)

Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridhai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu. (Q.S. Az-Zumar : 7)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Iη takfurū (jika kalian kafir) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an, hai orang-orang Mekah!

Fa innallāha ghaniyyun ‘angkum (maka sesungguhnya Allah itu tidak membutuhkan kalian), yakni tidak membutuhkan iman kalian.

Wa lā yardlā li ‘ibādihil kufra (dan Dia tidak rida akan kekafiran hamba-hamba-Nya), yakni Dia tidak akan menerima kekafiran kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an dari mereka, sebab yang demikian itu bukanlah Agama-Nya.

Wa iη tasykurū (dan jika kalian bersyukur), yakni beriman.

Yardlahu lakum (niscaya Dia akan meridainya untuk kalian), yakni niscaya Dia akan menerimanya dari kalian, sebab hal itu merupakan Agama-Nya.

Wa lā tazirū wāziratuw wizrā ukhrā (dan seorang yang berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain), yakni seseorang tidak akan memikul beban dosa yang dilakukan orang lain. Ada yang berpendapat, seseorang tidak akan dihukum karena dosa orang lain. Masing-masing akan ditindak sesuai dengan dosanya. Dan ada pula yang berpendapat, seseorang tidak akan diazab oleh sesuatu yang bukan dosanya.

Tsumma ilā rabbikum marji‘ukum (kemudian hanya kepada Rabb kalianlah tempat kembali kalian) sesudah mati.

Fa yunabbi-ukum (lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian), yakni Dia akan mengabarkan kepada kalian pada hari kiamat.

Bi mā kuηtum ta‘malūn (segala apa yang telah kalian perbuat) dan kalian ucapkan ketika di dunia.

Innahū ‘alīmum bi dzātish shudūr (sesungguhnya Dia Maha mengetahui segala rahasia yang ada di dalam setiap dada), yakni segala kebaikan dan keburukan yang ada di dalam setiap hati.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu[34] dan Dia tidak meridhai kekafiran hamba-hamba-Nya[35]. Jika kamu bersyukur[36], Dia meridhai kesyukuranmu itu[37]. [38]Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu[39] lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan[40]. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu[41].

[34] Maksudnya, bahwa manusia baik beriman atau tidak maka tidak merugikan Allah sedikit pun sebagaimana taat mereka juga tidak memberikan manfaat untuk-Nya, bahkan manfaatnya kembalinya untuk mereka. Perintah dan larangan-Nya kepada mereka adalah murni karunia-Nya dan ihsan-Nya kepada mereka.

[35] Karena sempurnanya ihsan-Nya kepada mereka, dan karena Dia tahu bahwa kekafiran akan membuat mereka celaka dan tidak akan bahagia setelahnya. Di samping itu, karena Dia menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya.

[36] Yaitu dengan mentauhidkan-Nya dan mengikhlaskan ibadah karena-Nya.

[37] Karena sayang-Nya kepada kamu, dan karena kecintaan-Nya untuk berbuat ihsan kepada kamu dan karena kamu telah mengerjakan tujuan yang karenanya kamu diciptakan.

[38] Oleh karena syirk dan kekafiranmu tidak merugikan-Nya, dan Dia tidak mengambil manfaat dengan amalmu, maka masing-masing kamu untuknya amalnya, baik atau buruk, dan seorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain, bahkan masing-masing memikul dosanya sendiri- sendiri.

[39] Pada hari Kiamat.

[40] Dia akan memberitakan sesuai ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, sesuai yang tercatat oleh pena-Nya, sesuai yang tercatat oleh para malaikat hafazhah (para penjaga manusia) yang mulia dan sesuai yang disaksikan oleh anggota badan, kemudian Dia akan memberi balasan masing-masingnya dengan balasan yang sesuai.

[41] Baik atau buruk. Maksud ayat ini adalah memberitakan pembalasan-Nya yang sangat adil.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Jika kalian kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan kalian dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-hamba-Nya) sekalipun ada di antara hamba-hamba-Nya yang menghendakinya (dan jika kalian bersyukur) kepada Allah, karenanya lalu kalian beriman (niscaya Dia meridai tasyakur) dapat dibaca Yardhah atau Yardhahu, artinya Dia pasti meridai tasyakur (kalian itu; dan tidaklah akan menanggung dosa) yakni seseorang (yang telah berbuat dosa akan dosa) orang (yang lain)maksudnya, seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Kemudian kepada Rabb kalianlah kembali kalian lalu Dia memberitakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada) dalam kalbu kalian.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Swt.:

Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-hamba-Nya. (Az-Zumar: 7)

Artinya, Allah tidak menyukai kekufuran dan tidak memerintahkannya.

dan jika kamu bersyukur, niacaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu. (Az-Zumar: 7)

Yakni menyukai kalian jika bersyukur dan Dia akan menambahkan kepada kalian sebagian dari kemurahan-Nya.

dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Az-Zumar: 7)

Maksudnya, seseorang tidak dapat menanggung sesuatu dari orang lain barang sedikit pun, bahkan setiap orang yang dimintai pertanggungjawaban hanyalah ditanyai tentang urusan dirinya saja.

Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu. (Az-Zumar: 7)

Yakni tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah Swt.

Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 22 ««««      «««« juz 23 ««««      «««« juz 24 «««««