Hanya Orang-orang yang Bersabarlah

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 10

0
151

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 10. Pengarahan agar bertakwalah kepada Tuhan dan memperbaiki amal. dan hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (١٠)

Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas. (Q.S. Az-Zumar : 10)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!

Yā ‘ibādil ladzīna āmanū (“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman), yaitu Abu Bakr ash-Shiddiq, ‘Umar al-Faruq, ‘Utsman Dzun Nurain, ‘Ali al-Murtadla, dan teman-teman mereka.

Ittaqū rabbakum (bertakwalah kepada Rabb kalian), yakni taatlah kepada Rabb kalian, baik menyangkut perkara yang kecil maupun yang besar.

Lil ladzīna ahsanū (bagi orang-orang yang berbuat baik), yakni orang-orang yang bertauhid.

Fī hādzihid dun-yā hasanah (di dunia ini adalah kebaikan), yakni bagi mereka adalah surga pada hari kiamat.

Wa ardlullāhi (dan Bumi Allah itu), yakni bumi Madinah itu.

Wāsi‘ah (luas), yakni aman dari musuh. Oleh sebab itu, berangkatlah kalian menuju Madinah.

Innamā yuwaffash shābirūna (sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan disempurnakan), yakni orang-orang yang bersabar dalam menghadapi cobaan.

Ajrahum (pahala mereka), yakni ganjaran mereka.

Bi ghairi hisāb (tanpa hisab), yakni tanpa timbangan, tanpa ukuran, dan tanpa takaran.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Katakanlah (Muhammad)[6], “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan[7]. Dan bumi Allah itu luas[8]. Hanya orang-orang yang bersabarlah[9] yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.

[6] Kepada manusia-manusia utama, yaitu orang-orang mukmin sambil memerintahkan mereka mengerjakan perintah yang paling utama, yaitu takwa; dengan menyebutkan sebab yang mengharuskan untuk bertakwa yaitu rububiyyyah (pengurusan) Allah kepada mereka dan nikmat-Nya yang menghendaki mereka untuk bertakwa. Termasuk yang menghendaki mereka bertakwa adalah keimanan yang Allah karuniakan kepada mereka. Seperti ucapan kita, “Wahai orang yang dermawan, bersedekahlah.”

[7] Demikian pula memperoleh rezeki yang luas, jiwa yang tenang, hati yang lapang sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Terj. An Nahl: 97)

[8] Oleh karena itu berhijrahlah jika kamu dicegah untuk beribadah di suatu tempat menuju tempat yang lain, atau berhijrahlah dari tengah-tengah orang kafir dan musyrik, serta dari tempat yang penuh dengan kemungkaran yang sudah sulit diperbaiki.

Jika ada yang beranggapan, “Ya, bahwa orang yang berbuat baik di dunia akan memperoleh kebaikan, lalu bagaimana dengan orang yang beriman di suatu tempat, namun ternyata ia ditindas dan dianiaya di sana?” Maka anggapan ini dapat ditolak dengan firman Allah Taala, “Dan bumi Allah itu luas.” Yakni bukankah ia dapat berhijrah. Oleh karena itu, bagi orang yang berhijrah pasti memiliki tempat di mana ia dapat menegakkan agamanya sehingga ia memperoleh kebaikan.

[9] Yaitu yang bersabar menjalankan ketaatan, bersabar menjauhi kemaksiatan dan bersabar terhadap taqdir Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjanjikan pahala tanpa batas dan tanpa ukuran bagi orang-orang yang bersabar. Hal ini tidak lain karena keutamaan sabar, kedudukannya yang tinggi di sisi Allah, dan dapat membantu segala urusan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian”) takutlah kalian akan azab-Nya, yaitu dengan jalan menaati-Nya. (Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh) melalui jalan ketaatan kepada Rabbnya (kebaikan) yakni surga. (Dan bumi Allah itu adalah luas) maka hijrahlah ke negeri yang lain meninggalkan orang-orang kafir demi menghindarkan diri dari menyaksikan hal-hal yang mungkar. (Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan) yang sabar di dalam menjalankan ketaatan dan sabar di dalam menahan ujian yang menimpa diri mereka (pahala mereka tanpa batas) yakni tanpa memakai neraca dan timbangan lagi.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar terus-menerus mengerjakan ketaatan kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya:

Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. (Az-Zumar: 10)

Yakni bagi orang yang mengerjakan amal baik di dunia ini pahala kebaikan baginya di dunia dan akhiratnya.

Firman Allah Swt.:

Dan bumi Allah itu adalah luas. (Az-Zumar: 10)

Mujahid mengatakan bahwa karena itu berhijrahlah kalian padanya, berjihadlah dan pisahkanlah diri kalian dari berhala-berhala.

Syuraik telah meriwayatkan dari Mansur, dari Ata sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: Dan bumi Allah itu adalah luas. (Az-Zumar: 10) Karena itu, apabila kalian diseru untuk melakukan perbuatan durhaka, larilah kalian darinya. Kemudian ia membaca firman-Nya: Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu. (An-Nisa: 97)

Firman Allah Swt.:

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10)

Al-Auza’iy mengatakan bahwa pahala mereka tidak ditukar ataupun ditimbang melainkan diberikan secara borongan tanpa perhitungan.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala mereka tidak diperhitungkan melainkan ditambah terus-menerus

As-Saddi menyatakan sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az-Zumar: 10) Yakni kelak di surga.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 22 ««««      «««« juz 23 ««««      «««« juz 24 «««««