Malaikat-malaikat Melingkar di Sekeliling ‘Arsy

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 75

0
482

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zumar ayat 75. Keberhakan Allah Subhaanahu wa Ta’aala untuk mendapatkan pujian. Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَتَرَى الْمَلائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٧٥)

Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S. Az-Zumar : 75)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa taral malā-ikata hāffīna (dan kamu [Muhammad] akan melihat malaikat-malaikat mengelilingi), yakni melingkungi.

Min haulil ‘arsy yusabbihūna bi hamdi rabbihim (sekitar Arasy bertasbih sambil memuji Rabb mereka) sesuai dengan perintah Rabb mereka.

Wa qudliya bainahum (dan ditetapkanlah keputusan di antara mereka), yakni di antara para nabi dan umat-umat.

Bil haqqi (dengan benar), yakni dengan adil.

Wa qīla (dan dikatakan) kepada mereka seusai penghisaban, “Ucapkanlah!

Al-hamdu lillāhi (segala puji bagi Allah), yakni segala rasa syukur dan anugerah kepunyaan Allah Ta‘ala.

Rabbil ‘ālamīn (Rabb semesta alam), yakni Tuhan jin dan manusia, yang telah memisahkan kami dari musuh-musuh kami. Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy[38] bertasbih[39] sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil[40] dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam[41].”

[38] Mereka berkhidmat kepada Tuhannya, berkumpul di sekitar ‘Arsyi-Nya, tunduk kepada keagungan-Nya dan mengakui kesempurnaan-Nya.

[39] Mereka menyucikan-Nya dari segala yang tidak layak dengan keagungan-Nya.

[40] Di mana orang-orang mukmin masuk ke surga dan orang-orang kafir masuk ke neraka.

[41] Penempatan calon penghuni surga ke surga dan calon penghuni neraka ke neraka diakhiri dengan ucapan hamdalah (Al Hamdulillahi Rabbil ‘aalamin) dari para malaikat. Menurut Syaikh As Sa’diy, tidak disebutkan siapa yang mengatakan menunjukkan, bahwa semua makhluk mengucapkan pujian bagi Allah dan kebijaksanaan-Nya atas keputusan-Nya terhadap penghuni surga dan penghuni neraka. Mereka memuji karena karunia dan ihsan-Nya dan karena keadilan dan kebijaksanaan-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkar) lafal Haaffiina ini menjadi Hal (di sekeliling ‘Arasy) yakni dari segala penjurunya (bertasbih) menjadi Hal dari dhamir Haaffiina (seraya memuji Rabb mereka) yaitu sambil mengucapkan kalimah, Subhaanallaah Wa Bihamdihi, artinya, Maha Suci Allah dan Kami memuji kepada-Nya (dan diberi putusan di antara mereka) di antara semua makhluk (dengan hak) dengan adil, maka orang-orang yang beriman dimasukkan ke dalam surga, dan orang-orang kafir dimasukkan ke dalam neraka (dan diucapkan, “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”) yaitu setelah kedua golongan itu telah selesai pemutusannya, lalu para malaikat mengakhirinya dengan memuji kepada Allah.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Setelah menyebutkan keputusan-Nya terhadap ahli surga dan ahli neraka, bahwa Dia telah menempatkan masing-masing orang di tempat yang layak baginya. Dia adalah Tuhan Yang Mahaadil dan tidak pernah zalim dalam keputusan-Nya. Lalu Allah Swt. menceritakan perihal malaikat-malaikat-Nya, bahwa mereka melingkar di sekitar ‘Arasy membentuk lingkaran di sekitar ‘Arasy yang agung, seraya bertasbih dan memuji Tuhannya dan mengagungkan-Nya serta menyucikan-Nya dari segala bentuk kekurangan dan kezaliman. Sedangkan Allah saat itu telah menyelesaikan peradilan-Nya dan memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Nya dengan adil. Karena itu, disebutkanlah oleh firman-Nya:

dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil. (Az-Zumar: 75)

Yakni di antara semua makhluk dengan adil. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

dan diucapkan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Az-Zumar: 75)

Yaitu semua alam, baik yang berbicara maupun yang tidak dapat berbicara, semuanya dapat berbicara mengungkapkan pujian mereka kepada Allah Tuhan seru sekalian alam atas keputusan dan keadilan-Nya. Karena itulah maka diungkapkan dengan kalimat pasif dan tidak disandarkan kepada seorang pun, bahkan dimutlakkan. Hal ini menunjukkan bahwa semua makhluk menyaksikan bahwa Allah berhak dipuji atas semuanya itu.

Qatadah mengatakan bahwa Allah Swt. memulai penciptaan-Nya dengan hamdalah, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi. (Al-An’am: 1)

Dan mengakhirinya dengan pujian pula, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Az-Zumar: 75)

Demikian akhir surah Az-Zumar. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

 ««««« juz 23 ««««      «««« juz 24 ««««      «««« juz 25 «««««