Jika Setan Mengganggumu

Surah Fushshilat ayat 33-36

0
315

Tafsir Al-Qur’an: Surah Fushshilat ayat 33-36. Peringatan terhadap was-was setan. Jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٣٦)

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Fushshilat : 36)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa immā yaηzaghannaka minasy syaithānu nazghun (dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan), yakni dan jika kamu ditimpa suatu bisikan untuk bersikap kasar dalam menghadapi tindakan kasar Abu Jahl.

Fasta‘idz billāhi (maka mohonlah perlindungan kepada Allah) dari setan yang terkutuk.

Innahū huwas samī‘u (sesungguhnya Dia itu Maha Mendengar) ucapan Abu Jahl.

Al-‘alīm (lagi Maha Mengetahui) siksaan untuknya. Ada yang berpendapat, as-samī‘u (Maha Mendengar) permohonan perlidungan kamu; al-‘alīm (lagi Maha Mengetahui) bisikan setan.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [35]Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan[36], maka mohonlah perlindungan kepada Allah[37]. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar[38] lagi Maha Mengetahui[39].

[35] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan cara untuk menghadapi musuh dari kalangan manusia, yaitu dengan menyikapi perbuatan buruknya dengan sikap ihsan, maka Allah menyebutkan cara untuk menghadapi musuh dari kalangan jin, yaitu dengan meminta perlindungan kepada Allah dan menjaga diri dari kejahatannya.

[36] Seperti bisikan dan was-wasnya, penghiasannya terhadap keburukan, menjadikannya malas mengerjakan kebaikan, terjatuh ke dalam sebagian dosa atau menaati sebagian perintahnya.

[37] Yakni mintalah kepada-Nya dengan rasa butuh kepada perlindungan-Nya.

[38] Dia mendengar ucapan dan doamu.

[39] Dia mengetahui keadaan kamu dan butuhnya kamu kepada perlindungan-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan jika) lafal Immaa ini pada asalnya terdiri dari In Syarthiyyah dan Maa Zaidah yang kemudian keduanya diidgamkan menjadi satu sehingga jadilah Immaa (setan mengganggumu dengan suatu gangguan) yakni jika setan mengalihkan perhatianmu dari pekerti yang baik kepada pekerti yang buruk (maka mohonlah perlindungan kepada Allah) lafal ayat ini menjadi Jawab Syarat, sedangkan Jawab Amar tidak disebutkan, yakni niscaya Dia akan menolak gangguan setan itu dalam dirimu. (Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar) semua percakapan (lagi Maha Mengetahui) semua perbuatan.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. (Fushshilat: 36)

Kalau setan manusia barangkali dapat ditundukkan dengan bersikap baik kepadanya. Sedangkan setan jin, maka tiada cara bagi orang mukmin untuk menghindarinya bila melancarkan godaannya selain memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Menciptakannya, karena Dialah Yang menguasakannya terhadapmu. Apabila engkau memohon perlindungan kepada Allah, maka Dia akan menghindarkannya darimu dan menolak tipu dayanya. Dan Rasulullah ﷺ apabila berdiri untuk salatnya selalu mengucapkan doa berikut:

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, yaitu dari bisikan, godaan, dan rayuannya.

Dalam pembahasan yang lalu telah kami sebutkan bahwa konteks ini di dalam Al-Qur’an tiada bandingannya kecuali di dalam surah Al-A’raf, yaitu pada firman-Nya:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ وَإِمَّا يَنزغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نزغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-A’raf: 199-200)

Dan firman Allah Swt. dalam surat Al-Mu’minun, yaitu:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”(Al-Mu’minun: 96-98)

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

 ««««« juz 23 ««««      «««« juz 24 ««««      «««« juz 25 «««««