Keduniawian yang Fana dan Pasti Lenyap

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zukhruf ayat 33-34

0
139

Tafsir Al-Qur’an: Surah Az-Zukhruf ayat 33-34. Penjelasan terhadap keduniawian yang fana dan pasti lenyap serta tiada harganya di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Allah berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَوْلا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فَضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ (٣٣) وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ (٣٤)

Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga (perak) yang mereka naiki, Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar. (Q.S. Az-Zukhruf : 33-34)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lau lā ay yakūnan nāsu ummataw wāhidatan (dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu), yakni menganut satu agama, yaitu agama kekafiran.

La ja‘alnā li may yakfuru bir rahmāni li buyūtihim suqufam miη fidl-dlatin . (niscaya Kami membuatkan bagi orang-orang yang kafir kepada [Allah] Yang Maha Pengasih itu atap perak untuk rumah mereka), yakni langit-langit rumah mereka.

Wa ma‘ārija ‘alaihā yazhharūn (dan tangga-tangga yang dapat mereka naiki), yakni tangga-tangga perak yang dapat mereka naiki.

Wa li buyūtihim abwāban (dan untuk rumah-rumah mereka [Kami Buatkan pula] pintu-pintu) dari perak.

Wa sururan (dan ranjang-ranjang) dari perak pula.

‘Alaihā yattaki-ūn (yang mereka bertelekan atasnya), yakni mereka tidur di atasnya.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [23]Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga (perak) yang mereka naiki,

[23] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan bahwa dunia tidak ada artinya apa-apa di sisi-Nya, dan kalau bukan karena kelembutan dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, tentu Dia akan meluaskan dunia kepada orang-orang kafir dengan seluas-luasnya.

  1. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar,

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu) dalam kekafiran (tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah bagi rumah-rumah mereka) lafal Libuyutihim menjadi Badal dari lafal Liman (loteng-loteng) dapat dibaca Saqfan atau Suqfan keduanya adalah bentuk jamak (dari perak dan juga tangga-tangga) dari perak pula (yang mereka menaikinya) yang dapat mereka naiki untuk mencapai atap rumah-rumah mereka.
  2. (Dan Kami buatkan pula -pintu-pintu bagi rumah-rumah mereka) yang juga terbuat dari perak (dan) begitu pula Kami buatkan untuk mereka (dipan-dipan) yang terbuat dari perak; lafal Sururan adalah bentuk jamak dari lafal Sarirun artinya, ranjang atau dipan (yang mereka bertelekan atasnya.)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu. (Az-Zukhruf: 33)

Yakni seandainya tiada keyakinan di kalangan kebanyakan manusia yang tidak mengerti bahwa pemberian Kami akan harta benda merupakan bukti yang menunjukkan kecintaan Kami kepada orang yang Kami beri harta itu, yang karenanya lalu mereka bersatu dalam kekafiran demi harta itu. Demikianlah menurut pendapat ibnu Abbas, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Saddi serta lain-lainnya.

tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak). (Az-Zukhruf: 33)

Yaitu tangga yang terbuat dari perak. Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, As-Saddi, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya.

yang mereka menaikinya. (Az-Zukhruf: 33)

Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka. (Az-Zukhruf: 34)

Yakni daun-daun pintu dari perak untuk rumah mereka.

dan (begitu pula) dipan- dipan yang mereka bertelekan di atasnya. (Az-Zukhruf: 34)

Semuanya itu terbuat dari perak.

Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan. (Az-Zukhruf: 35)

Yakni dari emas, menurut Ibnu Abbas, Qatadah, As-Saddi, dan Ibnu Zaid. Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia. (Az-Zukhruf: 35)

Sesungguhnya semuanya itu hanyalah keduniawian yang fana dan pasti lenyap serta tiada harganya di sisi Allah Swt. Yakni Allah menyegerakan bagi mereka sebagai imbalan dari amal perbuatan mereka di dunia berupa balasan makanan dan minuman, agar kelak di saat mereka telah berada di negeri akhirat mereka tidak lagi memiliki suatu kebaikan pun yang akan dibalaskan kepada mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis sahih.

Dalam hadis lain disebutkan:

لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ، مَا سَقَى مِنْهَا كَافِرًا شَرْبَةَ مَاءٍ

Seandainya dunia ini mempunyai bobot di sisi Allah yang seimbang dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk air pun kepada seorang kafir.

Al-Baghawi menyandarkan hadis ini melalui riwayat Zakaria ibnu Manzur, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d r.a, dari Nabi ﷺ lalu disebutkan hal yang semisal.

Imam Tabrani meriwayatkannya melalui jalur Zam’ah ibnu Saleh dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d, dari Nabi ﷺ:

لَوْ عَدَلَتِ الدُّنْيَا جَنَاحَ بَعُوضَةٍ، مَا أَعْطَى كَافِرًا مِنْهَا شَيْئًا

Seandainya dunia ini seimbang di sisi Allah dengan berat sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi sesuatu pun kepada orang kafir.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 24 ««««      «««« juz 25 ««««      «««« juz 26 «««««