Yang Menunjukkan kepada Keimanan Adalah Allah

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Hujuraat Ayat 17-18

0
61

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Hujuraat Ayat 17-18. bahwa yang melimpahkan nikmat dan memberikan taufik dengan menunjukkan kepada keimanan adalah Allah ‘Azza wa Jalla, dan bahwa Dia mengetahui yang tersembunyi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلإيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (١٧) إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١٨)

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.” Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Hujuraat : 17-18)

 .

Tafsir Ibnu Abbas

Yamunnūna ‘alaika (mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu), yakni Bani Asad merasa telah memberi nikmat kepadamu, hai Muhammad!

An aslamū (dengan keislaman mereka), yakni dengan perkataan mereka, “Ya Rasulullah, berilah kami makanan dan hormatilah kami, sebab kami telah masuk Islam secara berduyun-duyun”.

Qul (katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad!

Lā tamunnū ‘alayya islāmakum balillāhu yamunnu ‘alaikum (“Kalian jangan merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislaman kalian, tetapi Allah-lah yang menganugerahkan nikmat kepada kalian), yakni tetapi kepunyaan Allah-lah anugerah yang diberikan kepada kalian.

An hadākum (dengan menunjukkan kalian), yakni dengan menyeru kalian.

Lil īmāni (untuk beriman), yakni untuk membenarkan dengan keimanan.

Ing kuηtum shādiqīn (jika memang kalian adalah orang-orang yang benar), yakni orang-orang yang membenarkan. Akan tetapi, kalian adalah orang-orang yang berdusta dan tidak bersungguh-sungguh dalam keimanan kalian.

Innallāha ya‘lamu ghaibas samāwāti wal ardl (sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi), yakni hal-hal gaib yang ada di langit dan bumi.

Wallāhu bashīrum bimā ta‘malūn (dan Allah Maha melihat apa yang kalian perbuat) dalam kemunafikan kalian, hai segenap kaum munafikin, serta siksaan untuk kalian jika kalian tidak bertobat.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.”
  2. Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi[22]. Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan[23].

[22] Yakni semua perkara yang samar pada keduanya yang tersembunyi bagi makhluk, seperti yang berada di dalam lautan, di padang pasir yang sunyi, di kegelapan malam, di penjuru bumi, di dalam dada dan yang tersembunyi lainnya, Allah mengetahuinya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Terj. Al An’aam: 59)

[23] Dia akan menjumlahkan amalmu dan akan memberinya balasan sesuai rahmat-Nya yang luas dan hikmah-Nya yang dalam.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka) tanpa melalui perang, berbeda dengan orang-orang selain mereka yang masuk Islam setelah melalui peperangan terlebih dahulu. (Katakanlah, “Janganlah kalian merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislaman kalian) lafal Islamakum dinashabkan karena huruf Jarrnya yaitu Ba dicabut darinya, sebagaimana keberadaan huruf Ba ini diperkirakan pula sebelum An pada permulaan ayat (sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepada kalian dengan menunjuki kalian kepada keimanan, jika kalian adalah orang-orang yang benar”) di dalam perkataan kalian yang menyatakan, “Kami telah beriman.”
  2. (Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi) yakni apa-apa yang tidak kelihatan pada keduanya. (Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan) dapat dibaca Ta’maluuna atau Ya’maluuna, kalau dibaca Ya’maluuna artinya, Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Maksudnya tiada sesuatu pun darinya yang samar bagi-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman:

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka (Al-Hujuraf 17)

Kalimat ini ditujukan kepada orang-orang Arab Badui (pedalaman) yang merasa berjasa karena keislaman mereka dan keikutsertaan mereka dalam menolong Rasulullah ﷺ. Maka Allah Swt. berfirman menyanggah mereka:

Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu.” (Al-Hujurat: 17)

karena sesungguhnya hal itu manfaatnya kembali kepada dirimu sendiri, Allah-lah yang sebenarnya memberi nikmat kepada kalian karena Dialah yang menunjukkan kalian kepada Islam.

sebenarnya Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan, jika kamu adalah orang-orang yang benar. (Al-Hujurat: 17)

Yakni benar dalam pengakuanmu tentang hal tersebut, sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi ﷺ kepada orang-orang Ansar di hari Perang Hunain:

يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ، أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمُ اللَّهُ بِي؟ وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَأَلَّفَكُمُ اللَّهُ بِي؟ وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمُ اللَّهُ بِي؟  كُلَّمَا قَالَ شَيْئًا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ

Hai golongan orang-orang Ansar, bukankah aku jumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian melaluiku? Dan kalian dalam keadaan berpecah belah, lalu Allah mempersatukan kalian dengan melaluiku? Dan kalian dalam keadaan miskin, kemudian Allah menjadikan kalian berkecukupan melaluiku? Setiap kalimat yang diucapkan oleh Nabi dijawab oleh mereka dengan ucapan, “Hanya kepada Allah dan Rasul-Nya kami beriman.”

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو بَكْرٍ الْبَزَّارُ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِي عَوْنٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ [رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا] قَالَ: جَاءَتْ بَنُو أَسَدٍ إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَسْلَمْنَا وَقَاتَلَتْكَ الْعَرَبُ، ولم تقاتلك، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فِقْهَهُمْ قَلِيلٌ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْطِقُ عَلَى أَلْسِنَتِهِمْ. وَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلإيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa’id Al-Jauhari, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id Al-Umawi, dari Muhammad ibnu Qais, dari Abu Aun, dari Sa’ id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa Bani Asad datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah Islam. Orang-orang Arab Badui memerangimu, tetapi kami tidak memerangimu.” Maka Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pengetahuan mereka minim, dan sesungguhnya setan telah memutarbalikkan lisan mereka.” Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (Al-Hujurat: 17)

Kemudian Al-Hafiz Al-Bazzar mengatakan, “Kami tidak mengenal hadis ini diriwayatkan melainkan hanya melalui jalur ini, dan kami tidak mengetahui Abu Aun alias Muhammad ibnu Ubaidillah meriwayatkan dari Sa’ id ibnu Jubair kecuali dalam hadis ini.

Kemudian Allah Swt. mengulangi pemberitaan-Nya, bahwa Dia mengetahui semua makhluk dan melihat semua amal perbuatan mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al-Hujurat: 18)

Demikian akhir surah Al-Hujurat. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 .

 ««««« juz 25 ««««      «««« juz 26 «««««      ««««« juz 27 «««««