Terkutuklah Orang-orang yang Banyak Berdusta

Tafsir Al-Qur’an: Surah Adz-Dzaariyat ayat 10-14

0
163

Tafsir Al-Qur’an: Surah Adz-Dzaariyat ayat 10-14, Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,  dan menerangkan keadaan mereka pada hari Kiamat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ (١٠) الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ (١١) يَسْأَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ (١٢) يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ (١٣) ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ (١٤)

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta. (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian. mereka bertanya, “Kapankah hari pembalasan itu?” (Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di dalam api neraka. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.” (Q.S. Adz-Dzaariyat : 10-14)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qutilal kharrāshūn (terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta), yakni terlaknatlah orang-orang yang berbohong dari Bani Makhzum, yaitu al-Walid bin al-Mughirah dan kawan-kawannya.

Alladzīna hum fī ghamratin ([yaitu] orang-orang yang berada dalam kebodohan), yakni berada dalam kejahilan dan kebutaan tentang persoalan akhirat.

sāhūn (lagi lalai), yakni berleha-leha dari beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Yas-alūna (mereka bertanya), yakni Bani Makhzum bertanya, hai Muhammad ﷺ!

Ayyāna yaumud dīn (“Kapankah hari pembalasan itu”), yakni bilakah hari kiamat yang kau ancamkan kepada kami itu? Allah Ta‘ala berfirman:

Yauma (pada hari), yakni pada hari kiamat.

Hum ‘alan nāri yuftanūn (ketika mereka diazab di atas api neraka), yakni dipanggang di atas api neraka. Ada yang berpendapat, dibuat matang di atas api neraka. Ada yang berpendapat, disiksa di atas api neraka. Dan ada pula yang berpendapat, diseret di atas api neraka. Malaikat Zabaniah berkata kepada mereka:

Dzūqū fitnatakum (“Rasakanlah azab kalian itu), yakni terpanggangnya kalian, tersiksanya kalian, dan matangnya kalian.

Hādza (inilah) azab.

Alladzī kuηtum bihī tasta‘jilūn (yang dahulu kalian minta supaya disegerakan”) di dunia. Selanjutnya Allah Ta‘ala mengungkapkan tempat kediaman kaum Mukmin: Abu Bakr dan teman-temannya.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta[10],

[10] Yaitu mereka yang berbeda-beda pendapat itu. Atau mereka yang berdusta terhadap Allah, mengingkari ayat-ayat-Nya, menyibukkan dengan hal yang batil untuk menolak kebenaran dan berkata terhadap Allah apa yang mereka tidak ketahui.

  1. (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian[11],

[11] Terhadap akhirat.

  1. mereka bertanya[12], “Kapankah hari pembalasan itu?”

[12] Secara ragu-ragu dan mendustakan dan menganggap bahwa hal itu mustahil.

  1. (Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di dalam api neraka.
  2. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan[13].

[13] Mereka meminta disegerakan sebagai olok-olokkan terhadapnya. Maka pada hari itu, mereka bersenang-senang dengan berbagai macam azab dan siksaan, dengan belenggu dan rantai, dengan kemurkaan dan bencana wal ‘iyaadz billah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta) amat terkutuklah orang-orang yang berdusta, yaitu orang-orang yang mempunyai pendapat yang berbeda-beda.
  2. (Yaitu -orang-orang yang terbenam di dalam kebodohannya) di dalam kebodohan yang menutupi akal mereka (lagi lalai) akan perkara akhirat.
  3. (Mereka bertanya) kepada nabi dengan nada memperolok-olokkan, (“Bilakah hari pembalasan?”) kapan datangnya hari pembalasan itu. Jawaban yang patut buat mereka ialah, “Memang Kiamat pasti datang,
  4. (Yaitu pada hari ketika mereka di azab di dalam neraka”) yakni sewaktu mereka diazab di dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka ketika mereka sedang diazab,
  5. (“Rasakanlah azab kalian) siksaan kalian. (Inilah) azab (yang dahulu kalian minta supaya disegerakan”) di dunia dengan nada mengejek.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta. (Al-Zariyat: 10)

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kharras ialah orang yang pendusta. Ungkapan ini merupakan tamsil, sama dengan apa yang terdapat di dalam surat Abasa, yaitu:

Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? (‘Abasa: 17)

Al-kharrasun adalah orang-orang yang mengatakan bahwa kami tidak akan dibangkitkan, mereka tidak mempercayai adanya hari berbangkit.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta. (Adz-Dzariyat: 10) Artinya, terkutuklah orang-orang yang ragu-ragu.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mu’az r.a. dalam khotbahnya, bahwa binasalah orang-orang yang ragu-ragu.

Qatadah mengatakan bahwa kharrasun artinya orang-orang yang lalai dan berprasangka buruk.

Firman Allah Swt.:

(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai. (Adz-Dzariyat: 11)

Ibnu Abbas r.a. dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah orang-orang yang tenggelam dalam kekafiran, keraguan, kelalaian, dan kealpaannya.

mereka bertanya, “Bilakah hari pembalasan itu?” (Adz-Dzariyat: 12)

Sesungguhnya mereka menanyakan hal ini hanyalah semata-mata karena ketidakpercayaan mereka dengan adanya hari pembalasan itu. Mereka mendustakannya, mengingkarinya, meragukannya, dan menganggapnya mustahil.

Firman Allah Swt.:

(Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka. (Adz-Dzariyat: 13)

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Al-Hasan serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yuftanuna ialah mereka diazab, sebagaimana emas dibakar dalam api (kemasan).

Jamaah lainnya  seperti Mujahid, Ikrimah, Ibrahim An-Nakha’i, Zaid ibnu Aslam, dan Sufyan As-Sauri mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah mereka dibakar.

(Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu itu. (Adz-Dzariyat: 14)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah rasakanlah siksaan yang membakar kalian ini. Sedangkan selain Mujahid mengatakan rasakanlah azab ini.

Inilah azab yang dahulu kamu minta supaya disegerakan. (Adz-Dzariyat: 14)

Dikatakan hal ini kepada mereka sebagai kecaman, cemoohan, dan penghinaan terhadap mereka.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 .

 ««««« juz 25 ««««      «««« juz 26 «««««      ««««« juz 27 «««««