Mereka Tidak Dapat Memberikan Manfaat

Tafsir Al-Qur’an: Surah An-Najm ayat 19-23

0
218

Tafsir Al-Qur’an: Surah An-Najm ayat 19-23, Batilnya menyembah berhala-berhala, dimana mereka tidak dapat memberikan manfaat dan menghindarkan bahaya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأنْثَى (٢١) تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى (٢٢) إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الأنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى (٢٣)

Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka. (Q.S. An-Najm : 21-23)

.

Tafsir Ibnu Abbas

A lakumudz dzakaru (apakah untuk kalian laki-laki), wahai penduduk Mekah, dan kalian merasa senang laki-laki itu untuk diri kalian.

Wa lahul uηtsā (dan untuk-Nya perempuan), padahal kalian sendiri tidak menyukai perempuan untuk diri kalian?

Tilka idzang qismatuη dlīzā (yang demikian itu tentulah merupakan suatu pembagian yang tidak adil), yakni pembagian yang zalim.

In hiya (tiadalah ia), yakni tiadalah al-Lata, al-‘Uzza, dan Manat itu.

Illā asmā-un (melainkan nama-nama), yakni berhala-berhala.

Sammaitumūhā aηtum wa ābā-ukum (yang kalian dan bapak-bapak kalian ada-adakan) sebagai tuhan-tuhan. Menurut yang lain, yang kalian dan bapak-bapak kalian buat untuk kalian.

Mā aηzalallāhu bihā (Allah tidak menurunkan tentang itu), yakni tentang penyembahan dan pemberian nama kalian terhadap berhala-berhala.

Miη sulthānin (satu keterangan pun), yakni satu kitab pun yang memuat hujah kalian.

Iy yattabi‘ūna (tidaklah mereka mengikuti), yakni tidaklah mereka menyembah al-Lata, al-‘Uzza, Manat, dan apa pun yang mereka namakan sebagai tuhan.

Illazh zhanna (melainkan persangkaan), yakni melainkan berdasar pada sangkaan, dan bukan keyakinan.

Wa mā tahwal aηfusu (dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka), yakni dan berdasar pada hawa nafsu.

Wa laqad jā-ahum (dan sungguh telah datang kepada mereka), yakni kepada penduduk Mekah.

Mir rabbihimul hudā (petunjuk dari Rabb mereka), yakni penjelasan dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah Ta‘ala tidak mempunyai anak dan sekutu.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?
  2. Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil[3].

[3] Pembagian apa yang lebih zalim daripada pembagian yang menghendaki diutamakannya makhluk di atas Khaliq (Pencipta)? Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari perkataan mereka itu.

  1. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan[4], dan apa yang diingini oleh keinginannya[5]. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka[6].

[4] Dalam menyembahnya, bukan di atas ilmu, keterangan dan petunjuk.

[5] Yang telah dihias oleh setan, berupa syirk dan bid’ah-bid’ah yang sejalan dengan hawa nafsu mereka.

[6] Melalui lisan Rasul-Nya Muhammad ﷺ yang diperkuat dengan dalil dan bukti yang qath’i (pasti); yang menerangkan kepada mereka ‘aqidah yang benar dan segala tuntutan yang dibutuhkan hamba, dimana Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menerangkannya secara jelas dan gamblang, namun mereka tetap saja tidak mau mengikuti.

.

Tafsir Jalalain

  1. (“Apakah patut untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan?”).
  2. (Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil) pembagian yang lalim; berasal dari lafal Dhaazahu Yadhiizuhu, artinya berlaku aniaya dan melampaui batas.
  3. (Itu tidak lain) apa-apa yang telah disebutkan itu (hanyalah nama-nama yang kalian adakan) kalian menamakannya (yakni oleh kalian dan bapak-bapak kalian) sebagai berhala-berhala yang kalian menyembahnya (Allah tidak menurunkan tentangnya) tentang menyembah kepada berhala-berhala itu (suatu keterangan pun) yakni bukti dan hujjah (tiada lain) (mereka hanya mengikuti) di dalam menyembah berhala-berhala itu (sangkaan saja dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu mereka) mengikuti apa yang dihiaskan oleh setan, ke dalam hati mereka, yaitu bahwasanya berhala-berhala itu dapat memberikan syafaat kepada diri mereka di sisi Allah swt. (dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Rabb mereka) melalui lisan Nabi ﷺ yang membawa bukti yang pasti, akan tetapi mereka tidak mau meninggalkan apa yang biasa mereka lakukan itu, yaitu menyembah berhala.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? (An-Najm: 21)

Yakni apakah kalian menganggap bahwa Allah beranak dan anak itu adalah perempuan, sedangkan kalian memilih untuk diri kalian sendiri anak laki-laki. Seandainya kalian berbagi dengan sesama kalian dengan cara pembagian seperti ini, tentulah pembagian tersebut adalah:

suatu pembagian yang tidak adil. (An-Najm: 22)

Yaitu pembagian yang tidak jujur dan batil. Lalu mengapa kalian berbagi dengan Tuhan kalian dengan pembagian cara ini; yang sekiranya hal ini dilakukan terhadap sesama kalian, tentulah merupakan pembagian yang tidak adil dan berat sebelah.

Kemudian Allah Swt. berfirman, menyanggah kedustaan dan kebohongan yang mereka buat-buat serta kekafiran, seperti menyembah berhala dan menjadikannya tuhan yang banyak.

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya. (An-Najm: 23)

Yakni, dari diri kamu sendiri.

Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. (An-Najm: 23)

Artinya, tiada suatu keterangan pun yang memerintahkan mereka berbuat demikian.

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka. (An-Najm: 23)

Yakni tiada sandaran selain dari prasangka baik mereka terhadap bapak moyang mereka yang menempuh jalan yang batil itu sebelum mereka; dan jika tidak demikian, berarti mereka hanya menginginkan agar tetap menjadi pemimpin dan mengagung-agungkan bapak moyang mereka yang terdahulu.

dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. (An-Najm: 23)

Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada mereka rasul-rasul dengan membawa kebenaran yang menerangi dan keterangan yang jelas, tetapi sekalipun demikian mereka tidak mau mengikuti apa yang disampaikan oleh rasul-rasul Allah itu dan tidak mau pula tunduk kepada-Nya.

Wallahu a’lam dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 26 «««   ««« juz 27 «««   ««« juz 28 «««««