Hembusan Angin Sangat Kencang Bagi Kaum ‘Aad

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Qamar ayat 18-22

0
14

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Qamar ayat 18-22, Kebinasaan kaum ‘Aad yang mendustakan. Allah telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus, yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ (١٨) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ (١٩) تَنْزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُنْقَعِرٍ (٢٠) فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ (٢١) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (٢٢)

Kaum ‘Aad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus, yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku! Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Q.S. Al-Qamar : 18-22)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Kadzd-zabat ‘ādun (kaum ‘Ad telah mendustakan pula), yakni kaum Hud telah mendustakan Nabi Hud a.s..

Fa kaifa kāna ‘adzābī wa nudzur (maka bagaimana [dahsyatnya] Azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku), yakni maka perhatikanlah, hai Muhammad, bagaimana dahsyatnya Azab-Ku terhadap mereka, dan bagaimana Ancaman-Ku terhadap mereka yang telah diberi peringatan oleh rasul, Hud, tapi tetap tidak mau beriman.

Innā arsalnā ‘alaihim (sesungguhnya Kami telah mengirimkan kepada mereka), yakni kepada kaum Hud.

Rīhaη sharsharan (angin yang sangat hebat), yakni angin yang teramat dingin, yaitu angin barat.

Fī yaumi nahsim mustamir (pada hari nahas yang terus-menerus), yakni angin yang terus-menerus membawa kemalangan bagi mereka, serta menyapu yang besar dan kecil.

Taηzi‘un nāsa (yang menggelimpangkan manusia), yakni yang menumbangkan kaum Hud dari tempat-tempat mereka.

Ka-annahum a‘jāzu nakhlin (seakan-akan mereka itu batang pohon kurma), yakni seakan-akan mereka pangkal pohon kurma. Menurut yang lain, bagaikan pohon kurma yang paling bawah.

Mungqa‘ir (yang tumbang), yakni yang tercabut dengan akarnya.

Fa kaifa kāna ‘adzābī (maka bagaimana [dahsyatnya] Azab-Ku), yakni maka perhatikanlah, hai Muhammad, bagaimana dahsyatnya Azab-Ku terhadap mereka.

Wa nudzur (dan Ancaman-ancaman-Ku), yakni dan bagaimana Ancaman-Ku terhadap mereka yang telah diberi peringatan oleh Hud, tapi tidak juga beriman.

Wa laqad yassarnal qur-āna (dan sungguh Kami telah Mudahkan Al-Qur’an), yakni Kami telah membuat Al-Qur’an mudah.

Lidz dzikri (untuk pelajaran), yakni untuk hapalan dan bacaan.

Fa hal mim muddakir (maka adakah yang mau mengambil pelajaran), yakni maka adakah yang mau mengambil pelajaran atas Tindakan-Nya terhadap kaum Hud, sehingga ia mau meninggalkan kemaksiatan.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Kaum ‘Aad pun telah mendustakan[31]. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

[31] Yaitu Nabi mereka Hud ‘alaihis salam. Kaum ‘Aad adalah sebuah kabilah yang tinggal di Yaman, Allah mengutus kepada mereka Nabi Hud ‘alaihis salam mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah, tetapi mereka malah mendustakannya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengirimkan kepada mereka angin yang sangat kencang selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus yang membuat mereka terangkat ke udara lalu mereka dijatuhkan ke bumi di atas kepalanya sehingga kepala mereka pecah dan mereka mati dengan kepala terpisah dari jasad.

  1. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus,
  2. yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya[32].

[32] Sungguh lemah keadaan mereka, padahal sebelumnya mereka (kaum ‘Aad) mengatakan, “Siapakah yang lebih kuat daripada kami?” Mereka tidak menyadari, bahwa Allah yang menciptakan mereka tentu lebih kuat dari mereka.

  1. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
  2. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?[33]

[33] Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengulangi lagi ayat ini sebagai rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan perhatian-Nya kepada mereka, dimana Dia mengajak mereka kepada sesuatu yang di sana terdapat kebaikan bagi dunia dan akhirat mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Kaum Ad pun telah mendustakan) nabi mereka yaitu Nabi Hud, karena itu mereka diazab. (Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku) peringatan-Ku kepada mereka, bahwa mereka akan Kami azab sebelum azab itu turun menimpa mereka. Kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya.
  2. (Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang) sangat keras suaranya dan kuat sekali (pada hari nahas) atau pada hari yang sial (yang terus-menerus) yakin kesialannya terus-menerus. Atau sangat kuat sialnya, hal itu terjadi pada hari Rabu di penghujung bulan.
  3. (Yang mencabut manusia) yang menghempaskan mereka dari tempat perlindungannya di bawah tanah, kemudian angin itu menjatuhkannya ke kepala mereka sehingga matilah mereka semua dan terpisahlah kepala dari tubuh mereka (seakan-akan mereka) yakni keadaan mereka pada waktu itu sebagaimana yang telah disebutkan tadi (pokok-pokok) atau batang-batang (kurma yang tumbang) maksudnya, keadaan mereka ketika itu bagaikan pokok-pokok kurma yang tumbang ke bumi. Mereka diserupakan dengan pokok kurma karena keadaan tubuh mereka yang tinggi-tinggi. Lafal Munqa’ir disebutkan ayat ini dalam bentuk Mudzakkar, sedangkan di dalam surah Al Haaqqah kata sifatnya disebutkan dalam bentuk Ta`nits yaitu, di dalam firman-Nya, “batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (Q.S. Al-Haaqqah, 7) Demikian itu karena demi memelihara kesamaan bunyi pada akhir ayat pada kedua tempat tersebut.
  4. (Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku)
  5. (Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, menceritakan perihal kaum ‘Ad, yaitu kaumnya Nabi Hud; mereka telah mendustakan rasul-Nya pula, sama seperti yang dilakukan oleh kaum Nuh, dan bahwa Allah Swt. menimpakan kepada mereka.

angin yang sangat kencang. (Al-Qamar: 19)

Yakni angin yang kencang lagi sangat dingin.

pada hari nahas. (Al-Qamar: 19)

Yaitu di hari kesialan yang membinasakan mereka, menurut Qatadah dan Ad-Dahhak serta As-Saddi.

yang terus-menerus. (Al-Qamar: 19)

ditimpakan atas mereka yang menjadikan mereka binasa dan hancur, karena hari itu merupakan hari azab dunia bagi mereka yang langsung berhubungan dengan azab ukhrawinya.

Firman Allah Swt.:

yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang. (Al-Qamar: 20)

Demikian itu karena angin melanda seseorang dari mereka, lalu menerbangkan dia hingga tidak terlihat lagi, kemudian dijatuhkannya dengan kepala di bawah, hingga hancurlah kepalanya dan yang tersisa hanyalah tubuhnya saja tanpa kepala. Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 20-22)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 26 «««   ««« juz 27 «««   ««« juz 28 «««««