Ayat Ini Menyebutkan Tentang Umat Rasulullah

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Hasyr Ayat 8

0
279

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Hasyr Ayat 8, Ayat ini menyebutkan tentang umat Rasulullah ﷺ, dimulai dengan kaum Muhajirin dan Anshar.

  لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (٨)

(Harta rampasan itu) juga untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. (Q.S. Al Hasyr : 8)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Lil fuqarā-il muhājirīna (bagi orang-orang fakir yang berhijrah), sebab mereka itu ….

Alladzīna ukhrijū miη diyārihim (yang telah diusir dari kampung halaman mereka), yakni dari Mekah.

Wa amwālihim (dan harta benda mereka). Penduduk Mekah mengusir mereka yang berjumlah kira-kira seratus orang.

Yabtaghūna faldlan ([karena] mencari Karunia), yakni demi mencari pahala.

Minallāhi wa ridlwānan (dan Keridaan Allah), yakni Keridaan Rabb mereka dengan jalan berjihad.

Wa yaηshurūnallāha wa rasūlahū (dan mereka pun menolong Allah dan Rasul-Nya) dengan jalan berjihad.

Ulā-ika humush shādiqūn (mereka adalah orang-orang yang benar), yakni orang-orang yang membenarkan dengan keimanan dan jihad mereka. Nabi ﷺ berkata kepada orang-orang Anshar, Ganimah-ganimah dan beberapa bidang tanah ini diperuntukkan khusus bagi orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin, dan tidak untuk kalian. Bahkan jika kalian mau, kalian dapat membagikan harta benda dan rumah-rumah kalian kepada orang-orang Muhajir, dan aku juga akan membagikan ganimah di antara orang-orang fakir Muhajirin. Mereka menjawab, Ya Rasulullah, kami akan membagikan harta benda dan rumah-rumah kami kepada mereka, dan kami juga akan lebih mengutamakan mereka daripada diri kami sendiri dalam hal ganimah. Allah Ta‘ala pun memuji sikap mereka.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. [29](harta rampasan itu) juga untuk orang-orang fakir yang berhijrah[30] yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

[29] Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan hikmah dan sebab mengapa Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjadikan harta fai’i itu untuk orang-orang yang telah ditetapkan-Nya, karena mereka berhak ditolong dan berhak diberikan harta fai’i karena keadaan mereka antara muhajirin (orang-orang yang berhijrah) dan Anshar (memberikan pertolongan).

Kaum muhajirin, mereka telah meninggalkan segala sesuatu yang mereka cintai dan senangi berupa tempat tinggal, kampung halaman, kekasih dan harta demi mencari keridhaan Allah dan membela agama-Nya serta mencintai Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar; yang mengerjakan konsekwensi iman mereka; mereka benarkan iman mereka dengan amal saleh dan ibadah-ibadah yang berat, berbeda dengan orang-orang yang mengaku beriman namun tidak membenarkannya dengan jihad, hijrah dan ibadah lainnya.

Kaum Anshar, yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan suka rela, cinta dan atas dasar pilihan mereka serta melindungi Rasulullah ﷺ. Mereka telah menempati kota Madinah yang menjadi tempat hijrah dan iman sehingga menjadi tempat kembali kaum mukmin dan tempat berlindung kaum muhajirin. Orang-orang Anshar selalu memberikan pertolongan kepada kaum muslimin yang berhijrah sehingga Islam menjadi kuat dan menyebar, bertumbuh sedikit demi sedikit, dan kaum muslimin dapat menaklukkan hati manusia dengan ilmu, iman dan Al-Qur’an serta dapat menaklukkan negeri dengan pedang dan tombak.

[30] Maksudnya, kerabat Nabi, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil yang semuanya orang fakir dan berhijrah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Terhadap orang-orang fakir) bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, lengkapnya: Takjublah kalian terhadap orang-orang fakir (yang berhijrah, yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka karena mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya dan mereka menolong agama, Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar) dalam keimanannya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, menceritakan keadaan orang-orang fakir yang berhak untuk mendapatkan harta fai, bahwa mereka adalah:

Muhajirin yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-(Nya). (Al-Hasyr: 8)

Yakni mereka tinggalkan kampung halaman mereka dan menentang kaum mereka demi meraih rida Allah dan ampunan-Nya.

dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. (Al-Hasyr: 8)

Yaitu merekalah orang-orang yang ucapan mereka bersesuaian dengan perbuatannya, mereka adalah para pemimpin kaum Muhajirin.

Kemudian Allah Swt. memuji sikap orang-orang Ansar dan menjelaskan keutamaan, kemuliaan, dan kehormatan yang ada pada diri mereka, serta ketulusan mereka dalam mementingkan nasib Muhajirin hingga kepentingan untuk diri mereka sendiri dikesampingkan, padahal mereka sangat memerlukannya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 .

 ««««« juz 27 «««   ««« juz 28 «««  ««« juz 29 «««««