Beribadahlah Kepada-Nya dengan Sepenuh Hati

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Muzzammil Ayat 8-9

0
441

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Muzzammil Ayat 8-9, Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلاً -٨- رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلاً -٩

Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tiada Tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai Pelindung. (Q.S. Al-Muzzammil : 8-9)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wadzkurisma rabbika (dan ingatlah akan Nama Rabb-mu), yakni shalatlah sesuai dengan Perintah Rabb-mu. Ada yang berpendapat, ingatlah Keesaan Rabb-mu.

Wa tabattal ilaihi tabtīlā (dan beribadahlah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya), yakni hendaklah betul-betul bersikap ikhlas karena Allah Ta‘ala dalam shalat, doa, dan ibadahmu.

Rabbul masyriqi wal maghribi (Rabb timur dan barat) adalah Allah Ta‘ala.

Lā ilāha illā huwa fattakhidz-hū wakīlā (tidak ada tuhan melainkan Dia, karena itu hendaklah kalian mengambil Dia sebagai pelindung), yakni karena itu, ibadahilah Dia sebagai Rabb. Ada yang mengatakan, karena itu jadikanlah Dia sebagai penjamin bagi pertolongan, kekuasaan, dan pahala yang telah Dia janjikan kepadamu.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Dan sebutlah nama Tuhanmu[11], dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati[12].

[11] Yakni ucapkanlah “Bismillahirrahmaanirrahiim” dalam memulai bacaanmu. Atau maksudnya perintah untuk dzikrullah.

[12] Yakni fokuskanlah beribadah dan kembali kepada-Nya.

  1. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai Pelindung[13].

[13] Yakni yang diserahi semua urusan atau yang menjaga dan mengurus semua urusanmu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sebutlah nama Rabbmu) katakanlah bismillahirrahmanirrahiim di awal bacaan Al-Qur’anmu (dan curahkanlah) kerahkanlah dirimu (untuk beribadat kepada-Nya dengan ketekunan yang penuh) lafal tabtiilan ini adalah mashdar dari lafal batula, sengaja didatangkan demi untuk memelihara fawashil, dan merupakan lafal yang berakar dari lafal tabattul.
  2. Dialah (Rabb masyriq dan magrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung) artinya serahkanlah semua urusan-urusanmu di bawah perlindungan-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Swt.:

Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Al-Muzzammil: 8)

Yakhi perbanyaklah mengingat-Nya dan curahkanlah seluruh waktumu untuk beribadah kepada-Nya bila kamu telah selesai dari kesibukanmu dan menyelesaikan urusan duniawimu, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (Al-Insyirah: 7)

Yaitu apabila kamu telah selesai dari kesibukanmu, maka curahkanlah dirimu untuk mengerjakan ketaatan kepada-Nya dan beribadah kepada-Nya, agar kamu menjadi orang yang berlapang dada. Ibnu Zaid telah mengatakan hal yang semakna atau mendekatinya.

Ibnu Abbas, Mujahid, AbuSaleh, Atiyyah, Ad-Dahhak, dan As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Al-Muzzammil: 8)

Artinya, ikhlaslah kamu dalam beribadah kepada-Nya. Al-Hasan mengatakan bahwa bersungguh-sungguhlah kamu dan tekunkanlah dirimu dalam beribadah kepada-Nya. Ibnu Jarir mengatakan, bahwa dikatakan kepada seorang ahli ibadah bahwa dia adalah seorang yang mutabattil (tekun beribadah). Termasuk ke dalam pengertian ini hadis yang melarang ber-taba’ttul, yakni menghabiskan seluruh usia untuk beribadah dan tidak mau kawin.

Firman Allah Swt.:

(Dialah) Tulian masyriq dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai Pelindung. (Al-Muzzammil: 9)

Yakni Dialah yang memiliki, yang mengatur semua yang di Masyriq dan yang di Magrib, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Maka sebagaimana engkau esakan Dia dalam ibadah, esakanlah pula Dia dalam bertawakal, dan ambillah Dia sebagai Pelindung. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ

Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. (Hud: 123)

Dan firman Allah Swt.:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (Al-Fatihah: 5)

Masih banyak ayat lain yang mengandung perintah mengesakan Allah dalam beribadah dan bertaat, serta berserah diri hanya kepada-Nya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 .

««««« juz 28 «««««««   ««««« juz 29 ««««« ««««««« juz 30 «««««