Hidayah di Tangan Allah, Maka Mintalah

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Insan Ayat 29-31

0
433

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Insan Ayat 29-31. Hidayah di Tangan Allah, maka mintalah kepada-Nya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَن شَاء اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلاً -٢٩- وَمَا تَشَاؤُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً -٣٠- يُدْخِلُ مَن يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً -٣١

Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya), niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. (Q.S. Al-Insan : 23-31)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innā hādzihi (sesungguhnya ini), yakni surah ini.

Tadzkiratun (merupakan suatu peringatan), yakni merupakan suatu pelajaran dari Allah Ta‘ala.

Fa maη syā-attakhadza ilā rabbihī sabīlā (maka barangsiapa menghendaki, niscaya ia mengambil jalan kepada Rabb-nya), yakni barangsiapa menghendaki, niscaya ia akan bertauhid dan menjadikan tauhid sebagai jalan menuju Rabb-nya.

Wa mā tasyā-ūna (dan tiadalah kalian menghendaki) kebaikan dan keburukan serta keimanan dan kekafiran.

Illā ay yasyā-allāhu (kecuali jika Allah Menghendaki) kalian menginginkan hal itu.

Innallāha kāna ‘alīman (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) kebaikan dan keburukan yang kalian kehendaki.

Hakīmā (lagi Maha Bijaksana). Yakni, Allah Ta‘ala telah Menentukan, bahwa tiadalah kalian menghendaki kebaikan dan keburukan melainkan sesuai dengan Kehendak-Nya.

Yudkhilu may yasyā-u fī rahmatihī (Dia akan Memasukkan siapa saja yang Dia Kehendaki ke dalam Rahmat-Nya), yakni Dia akan Memuliakan siapa saja yang Dia Kehendaki dengan agama Islam, yaitu orang-orang yang memiliki kelayakan untuk mendapatkannya.

Wazh zhālimīna (dan orang-orang yang zalim), yakni orang-orang yang kafir dan musyrik.

A‘adda lahum (telah Disediakan-Nya untuk mereka) azab yang dekat di akhirat.

‘Adzāban alīmā (azab yang pedih), yakni azab yang menyakitkan, yang rasa sakitnya terkonsentrasi di dalam hati.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan[14], maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya[15].

[14] Yang seorang mukmin dapat sadar dengannya dan dapat mengambil manfaat dari targhib dan tarhib yang ada di dalamnya.

[15] Yakni jalan yang menyampaikan kepada Allah, dan Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menerangkan jalan tersebut serta memberikan pilihan kepada manusia untuk menempuhnya atau tidak.

  1. Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah[16]. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana[17].

[16] Karena kehendak Allah itu berlaku.

[17] Dia memiliki hikmah dalam memberikan petunjuk kepada orang yang mendapat petunjuk dan menyesatkan orang yang sesat.

  1. Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga)[18]. Adapun bagi orang-orang zalim[19] disediakan-Nya azab yang pedih.

[18] Yakni diistimewakan dengan perhatian-Nya dan diberi-Nya taufik kepada sebab-sebab kebahagiaan.

[19] Yang lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, maka disediakan-Nya azab yang pedih karena kezaliman mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya ini) surah ini (adalah suatu peringatan) suatu nasihat dan pelajaran bagi makhluk (maka barang siapa menghendaki niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya) yakni jalan yang dapat menyampaikan dia kepada-Nya, yaitu melalui ketaatan.
  2. (Dan kalian tidak menghendaki) dapat dibaca Tasyaa-uuna dan Yasyaa-uuna, kalau dibaca Yasyaa-uuna artinya, dan mereka tidak menghendaki untuk mengambil jalan kepada Rabbnya dengan mengerjakan ketaatan (kecuali bila dikehendaki Allah) hal tersebut. (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui) tentang makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.
  3. (Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya) yakni surga-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman. (Dan bagi orang-orang lalim) dinashabkan oleh Fi’il atau kata kerja yang keberadaannya diperkirakan, lengkapnya, Dia telah menyediakan bagi mereka. Pengertian ini disimpulkan dari firman berikutnya (disediakan-Nya azab yang pedih) azab yang menyakitkan; mereka adalah orang-orang kafir.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan. (Al-Insan: 29)

Artinya, surat ini adalah peringatan.

maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya), niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Al-Insan: 29)

Yaitu jalanTuhannya. Barang siapa yang menghendaki demikian, niscaya dia mengambil petunjuk dari Al-Qur’an. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

وَماذا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ وَكانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيماً

Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian. (An-Nisa: 39), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah Swt:

Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. (Al-Insan: 30)

Yakni tiada seorang pun yang mampu memberi petunjuk kepada dirinya, dan tiada (pula mampu) memasukkan iman ke dalam hatinya, dan tiada (pula mampu mendatangkan) manfaat bagi dirinya.

kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (Al-Insan: 30)

Allah Maha Mengetahui tentang siapa yang berhak mendapat hidayah, lalu dia memudahkan baginya menempuh jalan hidayah dan melancarkan baginya semua sarana yang menuju ke arahnya. Dia Maha Mengetahui pula tentang siapa yang berhak mendapat kesesatan, maka Dia memalingkannya dari jalan petunjuk. Semua hikmah yang puncak dan alasan yang mematahkan hujah hanyalah milik Allah belaka, dalam semua perbuatan-Nya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya: Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (Al-Insan: 30)

Firman Allah Swt.:

Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. (Al-Insan: 31)

Yaitu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya. Maka barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya.

Demikian, akhir Surah Al-Insan: Hidayah di Tangan Allah, maka mintalah kepada-Nya. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 .

««««« juz 28 «««««««   ««««« juz 29 ««««« ««««««« juz 30 «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here