Kehormatan dan Kenikmatan yang Abadi

0
23

Tafsir Al-Qur’an: Surah An-Naba’ Ayat 31-36, Membicarakan tentang orang-orang yang bertakwa dan kenikmatan yang Allah sediakan untuk mereka berupa kehormatan dan kenikmatan yang abadi.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازاً -٣١- حَدَائِقَ وَأَعْنَاباً -٣٢- وَكَوَاعِبَ أَتْرَاباً -٣٣- وَكَأْساً دِهَاقاً -٣٤- لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْواً وَلَا كِذَّاباً -٣٥- جَزَاء مِّن رَّبِّكَ عَطَاء حِسَاباً -٣٦

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. (Q.S. An-Naba : 31-36)

 .

Tafsir Ibnu Abbas

Inna lil muttaqīna (sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa), yakni orang-orang yang menjauhi kekafiran, kemusyrikan, serta perbuatan-perbuatan buruk.

Mafāzā (adalah tempat kemenangan), yakni selamat dari neraka dan memperoleh kedekatan kepada Allah Ta‘ala.

Hadā-iqa (taman-taman) yang dikelilingi pepohonan dan kurma.

Wa a‘nābā (dan bermacam-macam anggur), yakni pohon anggur.

Wa kawā‘iba (dan bidadari-bidadari), yakni gadis-gadis yang berdada montok.

Atrābā (yang sebaya), yakni yang seusia, yaitu tiga puluh tiga tahun, dan sama berat badannya.

Wa ka’saη dihāqā (serta gelas yang penuh berisi [minuman]), yakni yang penuh dan berjejer.

Lā yasma‘ūna fīhā (di sana mereka tidak mendengar), yakni para penghuni surga tidak mendengar, di dalam surga.

Laghwan (omong kosong), yakni sumpah palsu.

Wa lā kidz-dzābā (dan tidak pula kebohongan), yakni tidak akan berbohong satu sama lain.

Jazā-an (sebagai balasan), yakni sebagai pahala.

Mir rabbika ‘athā-an (dari Rabb-mu berupa pemberian), yakni yang Dia berikan di dalam surga.

Hisābā (yang melimpah), yakni satu berbanding sepuluh. Menurut yang lain, sesuai dengan amal perbuatan mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan) maksudnya, mendapat tempat kemenangan di surga.
  2. (Yaitu kebun-kebun) lafal ayat ini menjadi Badal dari lafal Mafaazan, atau sebagai penjelasan daripadanya (dan buah anggur) di’athafkan kepada lafal Mafaazan.
  3. (Dan gadis-gadis remaja) yaitu gadis-gadis yang buah dadanya sedang ranum-ranumnya. Lafal Kawaa’ib bentuk jamak dari lafal Kaa’ib (yang sebaya) umurnya, lafal Atraaban bentuk jamak dari lafal Tirbun.
  4. (Dan gelas-gelas yang penuh) berisi khamar; dan di dalam surah Muhammad disebutkan pada salah satu ayat-Nya, “…sungai-sungai dari khamar (arak).” (Q.S. Muhammad, 15)
  5. (Di dalamnya mereka tidak mendengar) yakni di dalam surga itu sewaktu mereka sedang meminum khamar dan merasakan kelezatan-kelezatan lainnya (perkataan yang sia-sia) perkataan yang batil (dan tidak pula dusta) jika dibaca Kidzaaban artinya dusta, jika dibaca Kidzdzaaban artinya kedustaan yang dilakukan oleh seseorang kepada yang lainnya, keadaannya berbeda dengan apa yang terjadi di dunia sewaktu khamar diminum.
  6. (Sebagai balasan dari Rabbmu) dari Allah swt. memberikan hal tersebut kepada penghuni-penghuni surga sebagai pembalasan dari-Nya (dan pemberian) menjadi Badal daripada lafal Jazaa-an (yang cukup banyak) sebagai pembalasan yang banyak; pengertian ini diambil dari perkataan orang-orang Arab: A’thaanii Fa’ahsabanii, arti-Nya, “Dia memberiku dengan pemberian yang cukup banyak.” Atau dengan kata lain bahwa memberikan pemberian yang banyak kepadaku sehingga aku mengatakan, “Cukuplah!”

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. [34]Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan[35],

[34] Setelah Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan keadaan orang-orang yang berdosa, maka Dia menyebutkan keadaan orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjaga diri mereka dari kemurkaan Tuhannya dengan menaati-Nya dan menahan diri dari apa yang dimurkai-Nya. Untuk mereka mafaaz, yaitu tempat kemenangan yang tidak lain adalah surga, dimana di dalamnya mereka memperoleh kebun-kebun, buah anggur, dan lain-lain seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.

[35] Yaitu mendapatkan surga.

  1. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
  2. dan gadis-gadis montok yang sebaya[36],

[36] Usianya ketika itu adalah usia yang paling pertengahan, yaitu 33 tahun.

  1. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
  2. Di sana mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia maupun perkataan dusta[37].
  3. Sebagai pembalasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu[38],

[37] Bisa juga diartikan dengan perkataan yang mengandung dosa.

[38] Disebabkan amal yang mereka kerjakan atas taufiq Allah kepada mereka untuk beramal saleh.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman, menceritakan keadaan orang-orang yang berbahagia dan pahala apa yang telah disediakan oleh Allah Swt. bagi mereka berupa kehormatan dan kenikmatan yang abadi; untuk itu Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (An-Naba: 31)

Ibnu Abbas dan Ad-Dahhak mengatakan, makna mafazan ialah tempat untuk berekreasi. Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa mereka beroleh kemenangan, maka mereka selamat dari neraka. Tetapi pendapat yang jelas dalam hal ini adalah yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, karena dalam firman berikutnya disebutkan:

(yaitu) kebun-kebun. (An-Naba: 32)

Maksudnya, taman-taman yang dipenuhi dengan pohon-pohon kurma dan lain-lainnya.

dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. (An-Naba: 32-33)

Yaitu bidadari-bidadari yang sebaya usianya. Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna kawa’ib ialah nawahid, yakni bidadari-bidadari yang dadanya montok lagi kencang tidak bergayut, karena mereka masih gadis Iagi berusia remaja semuanya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam surat Al-Waqi’ah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Abdur Rahman Ad-Dustuki, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Abu Sufyan alias Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Tayyim, telah menceritakan kepada kami Atiyyah ibnu Sulaiman alias Abul Gais, dari Abu Abdur Rahman Al-Qasim ibnu Abul Qasim Ad-Dimasyqi, dari Abu Umamah, bahwa ia pernah mendengarnya menceritakan hadis berikut dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

إِنَّ قُمُص أَهْلِ الْجَنَّةِ لِتَبْدُوَ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، وَإِنَّ السَّحَابَةَ لَتَمُرُّ بِهِمْ فَتُنَادِيهِمْ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، مَاذَا تُرِيدُونَ أَنْ أُمْطِرَكُمْ؟ حَتَّى إِنَّهَا لَتُمْطِرُهُمُ الْكَوَاعِبَ الْأَتْرَابَ

Sesungguhnya baju-baju gamis ahli surga benar-benar menampilkan keridaan Allah (kepada mereka), dan sesungguhnya awan benar-benar melewati mereka, lalu berseru kepada mereka, “Hai Ahli Surga, apakah yang ingin aku turunkan kepada kalian?” Sehingga sesungguhnya awan surga itu benar-benar menghujani mereka dengan gadis-gadis remaja yang sebaya usianya.

Allah Swt. berfirman:

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). (An-Naba: 34)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang penuh-penuh lagi berturut-turut. Menurut ikrimah, makna yang dimaksud ialah yang jernih minumannya.

Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang penuh (berisi minuman). (An-Naba: 34) Yakni penuh berisi minuman lagi menyenangkan. Mujahid dan Sa’id ibnu Jubair mengatakan berturut-turut.

Firman Allah Swt.:

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. (An-Naba: 35)

Semakna dengan firman-Nya:

لَا لَغْوٌ فِيها وَلا تَأْثِيمٌ

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa. (Al-Waqi’ah: 25)

Yaitu di dalam surga tidak terdapat perkataan yang sia-sia tiada faedahnya, tidak pula perkataan yang berdosa (yakni dusta), bahkan surga adalah negeri kesejahteraan, dan semua yang ada di dalamnya bebas dari segala bentuk kekurangan.

Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. (An-Naba: 36)

Semua yang telah disebutkan di atas merupakan balasan dari Allah yang diberikan-Nya kepada mereka sebagai karunia, kebaikan, dan rahmat-Nya kepada mereka.

dan pemberian yang cukup banyak. (An-Naba: 36)

Yakni yang cukup, sesuai, utuh, lagi banyak. Orang Arab mengatakan A’tanifa-ahsabani, yakni dia memberiku dengan pemberian yang cukup banyak. Dan termasuk ke dalam pengertian ini ucapan Hasbiyallah, yang artinya ‘cukuplah Allah sebagai Pelindungku’.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 29 «««««                        ««««««« juz 30 «««««