Sumpah Terhadap Kebenaran Al-Qur’an

Tafsir Al-Qur’an: Surah Ath-Thaariq ayat 11-17

0
313

Tafsir Al-Qur’an: Surah Ath-Thaariq ayat 11-17. Sumpah terhadap kebenaran Al-Qur’an, dan bahwa ia merupakan pemisah antara yang hak dan yang batil, dan ancaman azab kepada orang-orang kafir.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَالسَّمَاء ذَاتِ الرَّجْعِ -١١- وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ -١٢- إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ -١٣- وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ -١٤- إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْداً -١٥- وَأَكِيدُ كَيْداً -١٦- فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْداً -١٧

Demi langit yang mengandung hujan. Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. Sungguh, (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil. Dan (Al-Qur’an) itu bukanlah senda gurauan. Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat. Dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu. (Q.S. Ath-Thaariq : 11-17)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Was samā-i dzātir raj‘ (demi langit yang mempunyai hujan), yakni Allah Ta‘ala bersumpah dengan langit yang mempunyai hujan yang berkesinambungan dan awan yang beriringan, tahun demi tahun.

Wal ar-dli dzātish shad‘ (dan bumi yang merekah) dengan keluarnya tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman. Menurut satu pendapat, yang mempunyai pasak-pasak.

Innahū (sesungguhnya ia), yakni Al-Qur’an. Inilah yang menjadi tujuan sumpah di atas.

La qauluη fashl (benar-benar firman yang memisahkan), yakni yang menjelaskan. Ada yang berpendapat, hukum dari Allah Ta‘ala.  Dan ia (Al-Qur’an) bukanlah gurauan.

Wa mā huwa bil hazl (dan ia [Al-Qur’an] bukanlah gurauan), yakni kebatilan.

Innahum (sesungguhnya mereka), yakni penduduk Mekah.

Yakīdūna kaidā (benar-benar merencanakan tipu daya), yakni benar-benar telah melakukan suatu tindakan dalam kekafiran mereka, berupa menghalang-halangi manusia dari Nabi Muhammad ﷺ. dan Al-Qur’an. Ada yang mengatakan, hai Muhammad, mereka hendak membunuh dan membinasakanmu di Darun Nadwah.

Wa akīdu kaidā (dan Aku pun akan membalas tipu daya mereka), yakni dan Aku pun bermaksud membunuh mereka, hai Muhammad, dalam Perang Badr.  Karena itu (hai Muhammad),

Fa mahhilil kāfirīna (karena itu [hai Muhammad], biarkanlah orang-orang kafir itu), yakni karena itu, berilah orang-orang kafir itu tempo.

Amhilhum (yakni tangguhkanlah mereka), yakni berilah mereka batas waktu.

Ruwaidā (barang sebentar), yakni barang sesaat, sampai Perang Badr.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Demi langit yang mengandung hujan) hujan dinamakan Ar-Raj’u karena berulang datang pada musimnya.
  2. (Dan demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan) maksudnya retak-retak karena daripadanya keluar tumbuhtumbuhan.
  3. (Sesungguhnya Al-Qur’an itu) yakni wahyu Al-Qur’an (benar-benar firman yang memutuskan) yang memisahkan antara perkara yang hak dan perkara yang batil.
  4. (Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau) atau mainan dan kebatilan.
  5. (Sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir (merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya) yaitu mereka melakukan tipu daya yang jahat terhadap diri Nabi ﷺ.
  6. (Dan Aku pun membuat rencana pula dengan sebenar-benarnya) maksudnya, Aku biarkan mereka bersenang-senang sesuka hatinya, tanpa mereka sadari bahwa hal itu merupakan Istidraj dari Aku, yang kelak Aku akan mengazab mereka dengan sepedih-pedihnya.
  7. (Karena itu beri tangguhlah) hai Muhammad (orang-orang kafir itu, beri tangguhlah mereka) lafal Amhilhum mengukuhkan makna yang terkandung di dalam lafal Famahhil; dianggap baik karena lafalnya berbeda dengan yang pertama, artinya tangguhkanlah mereka itu (barang sebentar) dalam waktu yang singkat. Lafal Ruwaidan adalah mashdar yang mengukuhkan makna ‘Amilnya. Ia adalah bentuk Tashghir dari lafal Rawdun atau Arwaadun yang mengandung makna Tarkhiim. Dan Allah swt. benar-benar mengazab orang-orang kafir itu dalam perang Badar. Akan tetapi ayat penangguhan ini dinasakh oleh ayat perang, yakni Allah memerintahkan Nabi-Nya supaya berjihad memerangi mereka.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. [10]Demi langit yang mengandung hujan[11],

[10] Sumpah yang disebutkan sebelumnya untuk menerangkan keadaan orang-orang yang beramal ketika mereka beramal dan ketika mereka diberi balasan. Pada ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta’aala bersumpah untuk menerangkan kebenaran Al-Qur’an.

[11] Raj’i berarti kembali. Ada yang berpendapat, bahwa hujan dinamakan raj’i dalam ayat ini, karena hujan berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan begitulah seterusnya, wallahu a’lam.

  1. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan[12],

[12] Dengan demikian, manusia dan hewan pun menjadi hidup.

  1. Sungguh, (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil)[13],

[13] Fashl bisa juga diartikan benar, jelas, memisahkan yang hak dan yang batil dan menyelesaikan masalah.

  1. dan (Al-Qur’an) itu bukanlah senda gurauan.
  2. Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat[14],

[14] Untuk menolak kebenaran dan menguatkan kebatilan.

  1. dan aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu[15].

[15] Untuk menguatkan kebenaran dan menolak kebatilan yang mereka hadapkan meskipun orang-orang kafir membenci.

  1. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu[16].

[16] Kelak mereka akan mengetahui akibat sikap mereka ketika azab turun menimpa mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-raj’u ialah hujan, dan diriwayatkan pula darinya bahwa yang dimaksud adalah awan yang mengandung air hujan. Menurut riwayat lainnya lagi yang juga bersumber darinya, sehubungan dengan makna firman-Nya:

Demi langit yang mengandung hujan. (Ath-Thariq: 11)

Yakni menurunkan hujan, kemudian menurunkan hujannya lagi. Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang mengembalikan rezeki hamba-hamba setiap tahunnya; seandainya tidak demikian, niscaya binasalah mereka dan juga hewan ternak mereka.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang kembali bintang-bintangnya, mataharinya, dan rembulannya datang dari arah ini.

dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. (Ath-Thariq: 12)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah terbelahnya bumi mengeluarkan tetumbuhannya. Hal yang sama dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Abu Malik, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, dan selain mereka yang bukan hanya seorang.

sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil. (Ath-Thariq: 13)

Ibnu Abbas mengatakan, faslun artinya yang hak atau yang benar. Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah, sedangkan yang lain mengatakan hukum yang adil.

dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. (Ath-Thariq: 14)

Yakni bahkan Al-Qur’an itu sungguhan dan benar. Kemudian Allah menceritakan perihal orang-orang kafir, bahwa mereka mendustakan Al-Qur’an dan menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalannya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (Ath-Thariq: 15)

Mereka membuat tipu daya dalam seruannya kepada manusia untuk mengelabui mereka agar menentang Al-Qur’an. Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu. (Ath-Thariq:   17)

Yakni berilah mereka masa tangguh dan janganlah kamu tergesa-gesa terhadap mereka.

yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (Ath-Thariq: 17)

Maksudnya, waktu sebentar. Maka kelak kamu akan menyaksikan apa yang bakal menimpa mereka, yaitu azab, pembalasan, dan hukuman serta kehancuran. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلى عَذابٍ غَلِيظٍ

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24)

Demikianlah akhir Surah Ath-Thaariq. Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

.

««««« juz 29 «««««                        ««««««« juz 30 «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here