Jalan yang Mendaki Lagi Sukar

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Balad Ayat 11-16

0
282

Tafsir Al-Qur’an: Surah Al-Balad Ayat 11-16. Jalan yang mendaki lagi sukar (Peristiwa besar pada hari Kiamat, dimana seseorang tidak dapat melintasinya kecuali dengan amal saleh).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ -١١- وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ -١٢- فَكُّ رَقَبَةٍ -١٣- أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ -١٤- يَتِيماً ذَا مَقْرَبَةٍ -١٥- أَوْ مِسْكِيناً ذَا مَتْرَبَةٍ -١٦

Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang yang miskin yang sangat fakir. (Q.S. Al Balad : 11-16)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa laqtahamal ‘aqabah (maka mengapa ia tidak berupaya sungguh-sungguh untuk melewati jalan yang sulit), yakni apakah ia pernah melintasi jalan yang sulit yang membutuhkan kekuatan. Yang dimaksud adalah Shirāth.

Wa mā adrāka (dan tahukah kamu), hai Muhammad!

Mal ‘aqabah (apakah jalan yang sulit itu). Itulah jalan licin yang ada di antara surga dan neraka. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk membuat beliau keheranan.

Fakku raqabah (ialah memerdekakan budak), yakni cara melewati jalan tersebut ialah dengan memerdekakan budak. Menurut satu pendapat, jika ayat ini dibaca fakka raqabatan (bukan: fakku raqabatin) maka artinya, tak ada yang sanggup melewati jalan yang sulit itu, kecuali orang yang benar-benar telah memerdekakan budak.

Au ith‘āmuη fī yaumi η dzī masghabah (atau memberi makan pada masa kelaparan), yakni pada masa kelaparan dan kesulitan.

Yatīmaη dzā maqrabah (kepada anak yatim yang memiliki tali kekerabatan), yakni yang memiliki hubungan persaudaraan.

Au miskīnaη dzā matrabah (atau kepada orang miskin yang sangat melarat), yakni orang miskin yang dipenuhi debu saking payahnya. Orang miskin adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa.  Kemudian ia pun termasuk orang-orang yang beriman serta saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka kenapa ia tidak) atau mengapa ia tidak (menempuh jalan yang sulit?)
  2. (Tahukah kamu) maksudnya apakah kamu mengetahui (apakah jalan yang sulit) yang akan ditempuhnya itu? Ungkapan ini mengagungkan kedudukan jalan tersebut. Ayat ini merupakan Jumlah Mu’taridhah atau kalimat sisipan; kemudian dijelaskan oleh ayat berikutnya, yaitu:
  3. (Melepaskan budak) dari perbudakan, yaitu dengan cara memerdekakannya.
  4. (Atau memberi makan pada hari kelaparan) yakni sewaktu terjadi bencana kelaparan.
  5. (Kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat) atau famili.
  6. (Atau orang miskin yang sangat fakir) artinya karena amat miskinnya hanya beralaskan tanah. Menurut suatu qiraat kedua Fi’il tersebut diganti menjadi dua Mashdar yang kedua-duanya dirafa’kan. Yang pertama dimudhafkan kepada lafal Raqabatin sedangkan yang kedua ditanwinkan, maka sebelum lafal Al-‘Aqabah diperkirakan adanya lafal Iqtihaam. Qiraat ini merupakan penjelasan dari makna ayat-ayat tersebut.

.

Tafsir Hidayatul Insan bi tafsiril Qur’an

  1. Tetapi Dia tiada menempuh jalan yang mendaki dan sukar[12]?

[12] Karena ia lebih mengutamakan hawa nafsunya.

  1. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar?
  2. (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya)[13],

[13] Baik dengan memerdekakannya atau membantu agar ia (budak) dapat melunasi pemerdekaan dirinya kepada tuannya. Yang lebih patut lagi adalah memerdekakan tawanan yang muslim yang ditangkap oleh orang kafir.

  1. atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan.
  2. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat[14],

[14] Yakni di samping sebagai anak yatim, ia juga fakir dan memiliki hubungan kekerabatan.

  1. atau orang miskin yang sangat fakir.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Ismail ibnu Mujalid, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Idris, dari ayahnya, dari Abu Atiyyah, dari Ibnu Umar sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit. (Al-Balad: 11) Maksudnya, memasuki jalan yang mendaki lagi sulit, yaitu nama sebuah gunung di dalam neraka Jahanam. (Dengan demikian, berarti huruf lam di sini bukan lam nafi, melainkan lam taukid. Sehingga makna ayat menjadi seperti berikut, “Maka sesungguhnya manusia itu akan menempuh jalan yang sulit lagi mendaki,” pent).

Ka’bul Ahbar mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit. (Al-Balad: 11) ‘Aqabah adalah tingkatan yang terdiri dari tujuh puluh tingkatan di dalam neraka Jahanam.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit. (Al-Balad: 11) Yaitu jalan yang mendaki lagi sulit di dalam neraka Jahanam. Qatadah mengatakan bahwa sesungguhnya hal itu merupakan jalan mendaki, sulit, lagi keras, maka jinakkanlah ia dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah.

Qatadah mengatakan bahwa selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya: Tahukah ‘kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Al-Balad: 12) Lalu disebutkan pula bagaimana cara melaluinya dalam firman berikutnya: (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan. (Al-Balad: 13-14)

Ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? (Al-Balad: 11) Yakni tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang membawanya kepada keselamatan dan kebaikan.

Kemudian dijelaskan dalam firman berikutnya:

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu: (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan atau memberi makan pada hari kelaparan. (Al-Balad: 12-14)

Suatu qiraat ada yang membacanya fakku raqabatin dengan me-mudaf-kannya. Dan qiraat lain ada yang membacanya fakkun raqabatan. Lafaz fakkun menjadi mudaf yang beramal dengan amal fi’il-nya. Ia mengandung damir yang menjadi fa’il-nya, sedangkan raqabatan menjadi maf’ulnya. Kedua qiraat ini maknanya berdekatan.

.

««««« juz 29 «««««                        ««««««« juz 30 «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here