Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

0
7797

Segala puji bagi Allah. Hari ini kita dapat bersilaturahmi kembali dalam bahasan tentang Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi. Kaidah-kaidah kebahasaan yang menandai teks persuasi itu di antaranya sebagai berikut.

  1. Menyajikan sejumlah fakta dan pendapat.
  2. Menggunakan pernyataan-pernyataan bujukan.
  3. Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas.
  4. Menggunakan kata-kata penghubung yang argumentatif.
  5. Menggunakan kata-kata kerja mental.
  6. Mengunakan kata ganti kita

Untuk sampai pada pernyataan-pernyataan bujukan, di dalam teks persuasi disajikan sejumlah  fakta dan pendapat. Fungsinya untuk lebih meyakinkan pembaca sebelum mereka memperoleh bujukan-bujukan.

Pengertian fakta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,adalah, “hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.” Sedangkan pendapat adalah suatu ide, pikiran, atau pendapat seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya dan bersifat tidak objektif.

Pernyataan-pernyataan tersebut berupa, bujukan ditandai dengan menggunaan kata penting, harus, sepantasnya, dan kata kerja imperatif jadikanlah. Kata-kata sejenis juga sering pula kita  temukan, seperti jangan, sebaiknya, hendaknya, waspadalah.

Teks persuasi juga banyak menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Berkaitan dengan permasalahan remaja, digunakan kata-kata yang relevan dengan masalah itu, seperti teknologi internet, reproduksi, aborsi.

Pada teks persuasi banyak ditemukan kata-kata penghubung yang argumentatif. Misalnya, jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.

Dalam teks persuasi lainnya, banyak juga yang di dalamnya digunakan kata-kata kerja mental, seperti diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, menyimpulkan. Ada pula yang menggunakan kata-kata perujukan, seperti berdasarkan data…,  merujuk pada pendapat…..

Pernyataan-pernyataan seperti itu digunakan untuk lebih meyakinkan dan memperkuat bujukan yang digunakan penulis sebelum ataupun sesudahnya.

Untuk menjadikan pembaca lebih terbujuk, penulis mengunakan kata ganti kita. Dengan kata  itu, menjadikan tidak ada pembeda antara dirinya dengan para pembaca; seolah-olah kepentingan pembaca juga sama-sama merupakan kepentingan penulis. Dengan demikian, daya bujuknya akan lebih kuat.

Menulis Teks Persuasi

Setelah memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks persuasi, tugas kita adalah mencoba belajar menulis teks persuasi supaya ilmu kita lebih bermanfaat.

Sesuai dengan karakteristik teks persuasi yakni sebagai teks yang berisi bujukan atau ajakan, maka langkah pertama yang harus dilakukan dalam penulisannya adalah menyiapkan sejumlah bujukan ataupun ajakan. Hal inilah yang juga berfungsi sebagai tema utamanya.

Contoh bujukan:

  1. Mari, belajar dengan baik.
  2. Ayo, kita pergi berwisata.
  3. Sayangilah orang tuamu.

Akan tetapi, bisakah orang lain mau mengikuti bujukan-bujukan itu? Itulah persoalan penting yang harus kita pikirkan ketika menulis teks persuasi. Pada umumnya seseorang bisa mengikuti suatu bujukan apabila dalam dirinya sudah tertanam kepercayaan. Oleh karena itu, siapkan pula sejumlah fakta dan pendapat yang bisa mendorong orang lain untuk melakukan sesuai dengan harapan kita.

Perhatikan kembali teks berikut!

Sejak terjadinya bencana gempa bumi dan gelombang tsunami itu sering kali bencana tersebut dijadikan sarana untuk memungut uang dari masyarakat. Banyak organisasi atau kelompok orang tak bertanggung jawab. Mereka meminta sumbangan untuk korban bencana tersebut. Mereka beroperasi di atas bus kota, lampu  merah, dan pinggir-pinggir jalan lainnya yang mengatasnamakan dinas sosial. Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati terhadap ulah oknum tersebut. Kami tidak pernah meminta sumbangan dengan cara-cara seperti itu.

Sebelum penulis menyampaikan bujukannya. Ia menyampaikan sejumlah fakta yang bisa meyakinkan pembaca. Fakta itu memang harus terpilih, yakni berupa sesatu yang sudah dikenali  sekaligus memberikan efek psikologis bagi pembaca, yang mungkin berupa rasa takut, marah, kecewa, dan seterusnya.

Adapun fakta yang disajikan dalam teks di atas berefek pada timbulnya amarah, paling tidak  rasa kesal. Selanjutnya, pembaca mengiyakan dan bisa mengikuti bujukan yang disampaikan.

Baca kembali kedua teks di bawah ini.

Teks 1

Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Seberapa mahal pun harga rokok tidak dapat menghentikan mereka. Misalnya, di Malaysia, harga 20 batang rokok dapat setara dengan lima persen pendapatan buruh kasar. Di Shanghai, Cina, petani dan perokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buah sebagai kebutuhan utama mereka. Hentikan merokok sebelum candu rokok melekat pada diri Anda.

.

Teks 2

Tokoh kartun Shincan dianggap tidak dapat dijadikan model yang baik untuk anak-anak. Banyak  protes yang ditujukan kepadanya melalui surat pembaca di berbagai media cetak. Protes sebagian besar dilakukan oleh ibu-ibu. Mereka menyatakan bahwa Shincan mempunyai kelakuan negatif yang tenyata banyak diikuti oleh anak-anak. Tokoh Shincan memang mempunyai karakter sebagai penebar virus yang berbahaya.

Harapan penulis pada teks 1 adalah agar pembaca dapat menghentikan merokok sebelum candu rokok itu melekat pada diri.

Fakta/Pendapat yang Disajikannya adalah:

  • Sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.
  • Contoh-contoh di Malaysia dan Shanghai, Cina yang tidak dapat menghentikan kebiasaan merokoknya, meskipun harga sangat mahal.

Harapan penulis pada teks 2 adalah agar tokoh kartun Shincan tidak dijadikan model yang baik dalam suatu tontonan.

Fakta/Pendapat yang Disajikannya adalah:

  • Shincan mempunyai kelakuan negatif yang tenyata banyak diikuti oleh anak-anak.
  • Tokoh Shincan memang mempunyai karakter sebagai penebar virus yang berbahaya.

Materi tersebut sebagai materi pembelajaran yang dirumuskan dalam pokok-pokok materi RPP kelas VIII dengan Buku sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

Semoga ada manfaatnya.

.

««««« kebahasaan «««««                                    ««««« bersastra «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here