Menelaah Struktur Teks Persuasi

0
4840

Kita awali dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Postingan kali ini masih merupakan lanjutan materi pembelajaran yang dirumuskan dalam pokok-pokok materi RPP kelas VIII dengan Buku sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017. Adapun pokok materinya adalah Menelaah Struktur Teks Persuasi.

Struktur Teks Persuasi

Teks Persuasi dibentuk oleh beberapa bagian, yang antarbagiannya disusun secara sistematis dan saling berhubungan. Bagian-bagian yang merupakan struktur pembangun teks persuasi tersebut adalah:

  1. Pengenalan isu
  2. Rangkaian argument
  3. Pernyataan ajakan
  4. Penegasan kembali

Seperti halnya teks yang bertopik perlunya peringatan Hari Sumpah Pemuda pada pelajaran sebelumnya, teks itu diawali dengan pengenalan isu, diikuti dengan paparan sejumlah rgumen. Setelah itu, dinyatakan ajakan-ajakan, yang diakhiri dengan penegasan kembali.

  • Pengenalan isu, yakni berupa pengantar atau penyampaian tentang masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaraannya itu.
  • Rangkaian argumen, yakni berupa sejumlah pendapat penulis/pembicara terkait dengan isu yang dikemukakan pada bagian sebelumnya. Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumennya itu. Kehadiran argumen ini berfungsi untuk mengarahkan dan memperkuat ajakan-ajakan itu.
  • Pernyataan ajakan, yakni sebagai inti dari teks persuasi yang di dalamnya dinyatakan dorongan kepada pembaca/pendengarnya untuk melakukan sesuatu. Pernyataan itu mungkin disampaikan secara tersurat ataupun tersirat.
  • Penegasan kembali atas pernyataan-pernyataan sebelumnya, yang biasanya ditandai oleh ungkapan-ungkapan seperti demikianlah, dengan demikian, oleh karena itulah.

Langkah-Langkah Penyusunan Teks Persuasi

  1. Menentukan tema atau bujukan utamanya
  2. Mencatat perincian-perincian yang mengarahkan pada ajakan itu yang berupa pendapat/fakta.
  3. Menyusun pendapat, fakta, dan rumusan ajakan sesuai dengan struktur teks persuatif sebagai berikut.
  • Pengenalan isi (tema)
  • Rangkaian argumen (pendapat/fakta)
  • Susunan perincian: pengenalan isi, rangkaian pendapat/fakta, ajakan-ajakan, penegasan kembali
  • Pengumpulan bahan: pendapat, fakta
  1. Pengembangan teks: memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan
  2. Mengembangkan kerangka tersebut menjadi teks persuasi yang lengkap dengan memperhatikan kaidah kebahasaannya.

Perhatikanlah contoh teks berikut!

Belajarlah dengan tata cara yang baik, yaitu, berdoalah sebelum belajar dengan niat tulus akan belajar sungguh-sungguh. Pusatkan pikiran ketika belajar. Ketika kamu mulai merasa jenuh, berhentilah sejenak untuk menenangkan otak, bisa dengan nonton televisi (minimal 10 menit), berdiri, duduk rileks, berjalan mengelilingi ruangan, atau juga menggerak-gerakkan badan. Setelah itu, belajarlah kembali dengan tenang.

Dilihat dari isinya, teks tersebut menyampaikan bujukan-bujukan. Hal itu tampak pada kata-kata  berikut: belajarlah, pusatkan perhatian, berhentilah, belajarlah. Dengan karakteristiknya seperti demikian, teks tersebut tergolong ke dalam bentuk persuasi.

Untuk menulis teks seperti itu, terebih dahulu kita harus menentukan temanya, yakni berupa bujukan utama yang hendak disampaikan kepada pembaca/pendengar. Kemudian, membuat perincian-perinciannya. Seperti yang tampak pada contoh  di atas, topik dan perincian-perinciannya adalah sebagai berikut.

Te m a

Ajakan belajar dengan baik.

Perincian

 

·      Berdoa sebelum belajar.

·      Memusatkan pikiran.

·      Menenangkan otak.

·      Menonton televisi.

·      Berdiri

·      Duduk rileks

·      Mengelilingi ruangan.

·      Menggerak-gerakkan badan.

Berikut contoh teks persuasif lain.

Pasien yang berobat dan dirawat inap di Rumah Sakit Daya tidak dilayani dengan ramah. Dokter  yang seharusnya rutin memeriksa kondisi pasien sering tidak tepat waktu. Para perawat yang  merawat pasien tidak berwajah ramah.

Fasilitas dan peralatan yang dimiliki tidak lengkap sehingga banyak pasien yang berpindah ke  rumah sakit lain. Oleh karena itulah, pasien yang akan masuk ke Rumah Sakit Daya hendaknya  berpikir sebelum memutuskan untuk berobat di rumah sakit tersebut.

Teks tersebut berbeda dengan teks sebelumnya yang semua kalimatnya berupa bujukan. Contoh kedua diawali dengan fakta/pendapat-pendapat. Fungsinya memperkuat bujukan yang akan disampaikan pada bagian akhir. Tanpa didahului fakta atupun pendapat-pendapat itu, sepertinya pembaca sulit terpengaruh.

Fakta/ Pendapat

 

a.       Pasien yang berobat dan dirawat inap di Rumah Sakit Daya tidak dilayani dengan ramah.

b.      Dokter yang seharusnya rutin memeriksa kondisi pasien sering tidak tepat waktu.

c.       Para perawat yang merawat pasien tidak berwajah ramah.

d.      Fasilitas dan peralatan yang dimiliki tidak lengkap sehingga banyak pasien yang berpindah ke rumah sakit lain.

Bujukan

 

Pasien yang akan masuk ke Rumah Sakit Daya hendaknya berpikir sebelum memutuskan untuk berobat di rumah sakit tersebut.

.

Demikianlah, semoga ada manfaatnya.

.

««««« berbahasa «««««                       ««««« kebahasaan «««««

Sumber:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here