Mengenal Karakteristik dan Pengertian Drama

0
936

Segala puji bagi Allah, semoga kita tetap diberi kesehatan dan keberkahan ilmu oleh-Nya. Tulisan kali ini yaitu tentang Karakteristik, Istilah-istilah, dan pengertian drama.

Hai sahabat, pernahkah kita merasa bahagia atau sedih? Merasa marah atau iba?

Sahabat, dalam kehidupan sehari-hari, yang namanya bahagia, sedih, kesal, atau marah dalam situasi tertentu bisa saja terjadi. Dan itu berlangsung secara alamiah, tidak disengaja dan tidak terencanakan.

Peristiwa-peristiwa semacam itu dapat pula disengaja dan direkayasa. Sengaja sedih, sengaja marah, sengaja bahagia dan sengaja mengalami kecelakaan, bahkan dalam waktu singkat seseorang bisa saja menjadi raja. Hal tersebut dapat kita saksikan dalam permainan drama.

Sahabat, mari kita rumuskan apa pengertian drama itu?

Dalam Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII disebutkan bahwa drama diartikan sebagai karya seni yang dipentaskan. Kata drama berasal dari bahasa Yunani “Dran” atau “Draomai” yang berarti beraksi, berbuat, bertindak, berlaku. Drama adalah kesenian yang melukiskan sifat dan sikap manusia dan harus melahirkan kehendak manusia dengan akting dan perilaku (Jumriah Chang, 2006).

Seni drama mempunyai karakteristik khusus, yakni tulisan (sastra), gerakan dan ujaran. Drama juga memiliki karakteristik berbentuk dialog, dapat dipentaskan di atas panggung di hadapan orang banyak, dan terdapat pengalaman hidup manusia.

Dalam drama itu banyak nilai-nilai pendidikannya. Kita dapat menambah pengetahuan akan watak-watak manusia yang dapat mempertinggi sifat kemanusiaan. Kita dapat menghargai dan mengerti watak-watak orang lain yang dapat memperkaya dan memperkokoh batin sendiri. Kekokohan batin ini sangat diperlukan dalam pergaulan di masyarakat agar kita dapat menentukan sikap dan tindakan kita.

Sebuah drama pada umumnya menyangkut dua aspek, yakni aspek cerita sebagai bagian dari sastra, dan yang kedua adalah aspek pementasan yang berhubungan erat dengan seni lakon.

Perhatikanlah teks berikut!

Ketika Pangeran Mencari Istri

Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah seorang raja yang bijaksana. Namanya  Raja Henry. Raja Henry memiliki seorang anak bernama Pangeran Arthur. Pada suatu hari,  datanglah seorang pemuda pengembara. Ia datang ke kerajaan dan menemui Pangeran yang sedang melamun di taman istana.

Pengembara : “Selamat pagi, Pangeran Arthur!”
Pangeran Arthur : “Selamat pagi. Siapakah kau?”
Pengembara : “Aku pengembara biasa. Namaku Theo. Kudengar, Pangeran sedang bingung memilih calon istri?”
Pangeran Arthur : “Ya,  aku bingung sekali. Semua wanita yang dikenalkan padaku, tidak ada yang menarik hati. Ada yang cantik, tapi berkulit  hitam. Ada  yang  putih, tetapi bertubuh pendek. Ada yang bertubuh semampai, berwajah  cantik, tetapi tidak bisa membaca. Aduuh!”
Pengembara : “Hmm, bagaimana kalau kuajak Pangeran berjalan-jalan sebentar. Siapa tahu di perjalanan nanti Pangeran bisa menemukan jalan keluar.”
Pangeran Arthur : “Ooh, baiklah.”

Mereka berdua lalu berjalan-jalan ke luar istana. Theo mengajak Pangeran ke daerah  pantai.  Di sana mereka berbincang-bincang dengan seorang nelayan. Tak lama kemudian nelayan itu mengajak pangeran dan Theo ke rumahnya.

Nelayan : “Istriku sedang memasak ikan bakar yang lezat. Pasti Pangeran menyukainya.”
Istri nelayan : (Datang dari dapur untuk menghidangkan ikan bakar). “Silakan Tuan-tuan nikmati makanan ini.”(Kembali lagi ke dapur)
Pengembara : “Wahai, Nelayan! Mengapa engkau memilih  istri yang bertubuh pendek?”
Nelayan : (Tersenyum). “Aku mencintainya. Lagi pula, walau tubuhnya pendek, hatinya sangat baik. Ia pun pandai memasak.”
Pangeran Arthur : (Mengangguk-angguk)

Selesai makan, Pangeran Arthur dan pengembara itu berterima kasih dan melanjutkan perjalanan. Kini Theo dan Pangeran Arthur sampai di rumah seorang petani. Di sana  mereka  menumpang istirahat.  Mereka  beberapa  saat  bercakap dengan Pak Tani. Lalu, keluarlah istri Pak Tani menyuguhkan minuman dan kue-kue kecil. Bu Tani bertubuh sangat gemuk. Pipinya tembam dan dagunya berlipat-lipat. Kemudian, Bu Tani pergi ke sawah,

Pengembara   “Pak Tani yang baik hati. Mengapa kau memilih istri yang gemuk?”
Pak Tani   (Tersenyum). “Ia adalah wanita yang rajin. Lihatlah, rumahku bersih sekali, bukan? Setiap hari ia membersihkannya dengan teliti. Lagipula, aku sangat mencintainya.”
Pangeran Arthur   (Mengangguk-angguk)

Pangeran dan Theo lalu pamit, dan berjalan pulang ke Istana. Setibanya di Istana, mereka bertemu seorang pelayan dan istrinya. Pelayan itu amat pendiam, sedangkan istrinya cerewet sekali.

Pengembara   “Pelayan, mengapa kau mau beristrikan wanita sebawel dia?”
Pelayan   ”Walaupun bawel, dia sangat memperhatikanku. Dan aku sangat mencintainya.”
Pangeran Arthur   (Mengangguk-angguk). ”Kini aku  mengerti. Tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan calon istriku. Yang penting, aku mencintainya dan hatinya baik.”
Pengembara   (Bernapas lega, lalu membuka rambutnya yang ternyata palsu.  Rambut aslinya ternyata panjang dan keemasan. Ia juga membuka kumis dan jenggot palsunya. Kini di hadapan Pangeran ada seorang puteri yang cantik jelita.) “Pangeran, sebenarnya aku  Puteri Rosa dari negeri tetangga. Ibunda Pangeran   mengundangku  ke sini. Dan menyuruhku melakukan semua hal  tadi. Mungkin ibundamu ingin menyadarkanmu.”
Pangeran Arthur   (Sangat terkejut). ”Akhirnya aku dapat menemukan wanita yang cocok untuk menjadi istriku.”

Pangeran Arthur dan Puteri Rosa akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.

(Dikutif dari Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII Revisi 2017 yang disadur dari cerita Sa’adutul Hurriyah dalam Bobo, No. 8/XXVIII)

Teks tersebut merupakan contoh drama, yakni suatu teks yang menggambarkan kehidupan dan  watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.

Ciri utama drama sebagai berikut.

(1) Berupa cerita.

(2) Berbentuk dialog.

(3) Bertujuan untuk dipentaskan.

Istilah drama sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu. Hal itu terbukti dengan istilah-istilah yang sudah biasa kita gunakan, yang pengertiannya hampir sama dengan pengertian drama. Berikut istilah-istilah yang merujuk pada pengertian drama tradisional masyarakat.

  1. Sandiwara

Istilah sandiwara diciptakan oleh Mangkunegara VII, berasal dari kata bahasa Jawa sandhi yang  berarti ’rahasia’, dan warah yang berarti ’pengajaran’. Oleh Ki Hajar Dewantara, istilah  sandiwara sebagai pengajaran yang dilakukan dengan perlambang, secara tidak langsung.

  1. Lakon

Istilah ini memiliki  beberapa kemungkinan arti, yaitu (1) cerita yang dimainkan dalam drama, wayang, atau film (2) karangan yang berupa cerita sandiwara, dan (3) perbuatan, kejadian, peristiwa.

  1. Tonil

Istilah tonil berasal dari bahasa Belanda toneel, yang artinya ’pertunjukan’. Istilah ini populer pada masa penjajahan Belanda.

  1. Sendratari

Sendratari kepanjangan dari seni drama dan  tari. Sendratari berarti pertunjukan serangkaian   tari-tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang penari dan mengisahkan suatu cerita dengan  tanpa menggunakan percakapan.

  1. Tablo

Tablo merupakan drama yang menampilkan kisah dengan sikap dan posisi pemain, dibantu oleh pencerita. Pemain-pemain tablo tidak berdialog.

Kegiatan 8.1

  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
  2. Apa yang dimaksud dengan drama?
  3. Bagaimana ciri-ciri umum drama?
  4. Samakah drama dengan sandiwara?
  5. Jelaskanlah maksud dari tonil!
  6. Artikan pula istilah-istilah berikut: lenong, ludruk, ketoprak, pantomim, teater!
  7. Bentuklah kelompok. Lakukan wawancara terhadap tokoh masyarakat yang ada di tempat tinggalmu. Tanyakanlah tentang keberadaan seni drama yang masih atau berkembang! Bagaimana teknik pementasan drama tradisional yang berkembang di daerahmu itu?

Narasumber                             : . . . .

Tempat wawancara                 : . . . .

Waktu                                     : . . . .

Hasil-hasil wawancara            : . . . .

Materi tersebut sebagai materi pembelajaran yang dirumuskan dalam pokok-pokok materi RPP kelas VIII dengan Buku sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

Semoga ada manfaatnya.

Salam.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here