Unsur Intrinsik Pembangun Drama

0
888

Selain puisi dan prosa, drama juga termasuk ke dalam jenis karya sastra. Sebagai sebuah karya sastra, drama juga dibangun oleh berbagai unsur. Unsur intrinsik pembangun drama ini penting diperhatikan agar pertunjukkan lebih menarik, dan suatu cerita akan mampu membawa penonton larut dalam setiap scene yang dimainkan oleh pemeran.

Unsur Intrinsik Drama

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri (Nurgiyantoro, 2002). Dapat dikatakan, unsur ini adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. Dengan kepaduan antar berbagai unsur intrinsik inilah yang menghidupkan cerita dan menyebabkan sebuah drama hadir sebagai karya sastra. Unsur intrinsik ini adalah:

  • tema
  • judul
  • alur/plot
  • perwatakan
  • dialog
  • bahasa
  • latar/setting
  • petunjuk laku
  • amanat
  • dan
  • interpretasi

 

Tema

Tema adalah pikiran pokok yang menjadi dasar dibuatnya drama. Tema merupakan garis besar cerita yang menjadi landasan atau pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya yang diciptakannya. Berakar dari tema tersebut, judul, alur cerita, peranan tokoh, latar tempat, sumber konflik-konflik, dan yang lainnya dikembangkan.

 

Judul

Judul adalah kepala karangan atau dalam hal ini adalah nama suatu drama. Judul merupakan unsur kunci dalam suatu drama dan berperan penting yang dapat menunjukkan atau menggambarkan isi cerita secara singkat.

Judul pada karya fiksi bersifat manasuka. Begitu pun judul di dalam drama dapat menunjukan tokoh utama dan sifat pemeran. Dapat pula berupa alur cerita, mengidentifikasi keadaan atau suasana cerita, latar tempat, objek yang dikemukakan dalam suatu cerita, dan sebagainya. Judul yang baik akan membuat masyarakat tertarik dan membuat calon penonton semakin penasaran untuk menontonnya.

Sebagai contoh suatu drama berjudul “Ketika Pangeran Mencari Istri”.  Dari judul drama seperti itu, kita dapat mengetahui bahwa drama tersebut menceritakan tentang kisah seorang Pangeran yang sedang mencari istri.

Alur/Plot

“Alur adalah jaringan atau rangkaian yang membangun atau membentuk suatu cerita sejak awal hingga akhir.” (Akhmah Saliman. 1996 : 24). Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita.

Jalan cerita atau yang disebut alur tersebut disusun sedemikian rupa dari tahapan-tahapan peristiwa sehingga membentuk rangkaian cerita yang sistematis dan memiliki keunikan di dalamnya.

Tahapan-tahapan plot tersebut adalah:

  1. Tahapan permulaa/Pengenalan

Pada tahapan awal ini disajikan pengenalan yang mengantarkan atau memaparkan tokoh beserta wataknya, menjelaskan latar cerita, dan gambaran peristiwa yang akan terjadi.

  1. Tahapan pertikaian/ Konflik

Pada tahapan ini ditandai dengan mulai adanya insiden (adanya pemunculan konflik) berupa persoalan-persoalan pokok yang melibatkan para pemain drama.

  1. Tahapan perumitan/Komplikasi

Pada tahapan ini ada peningkatan konflik. Untuk menguatkan konflik utama, insiden-insiden pendukung pun semakin banyak terjadi. Keadaan semakin berkembang, persoalan yang kait-mengait semakin banyak dan ruwet.

  1. Tahapan puncak/ Klimaks

Pada tahapan ini terjadi puncak ketegangan. Tahapan klimaks ini merupakan titik pertikaian paling akhir antara semua pemain drama.

  1. Tahapan peleraian/ Resolusi

Pada tahapan ini ditandai adanya perubahan yang menujukan jalan keluar/penyelesaian dari setiap konflik yang ada.

  1. Tahapan akhir/Penyelesaian

Pada tahapan terakhir ini semua konflik telah berakhir dan cerita pun selesai.

Alur dalam drama dibagi menjadi babak-babak dan adegan-adegan. Babak adalah bagian dari alur yang ditandai oleh perubahan setting atau latar. Sedangkan adegan merupakan babak yang ditandai oleh perubahan jumlah tokoh ataupun perubahan yang dibicarakan.

Ada beberapa jenis alur cerita antara lain:

  1. Alur maju/prograsif, yaitu alur cerita yang berjalan mulai dari masa kini ke masa yang akan datang.
  2. Alur mundur/regreasif, yaitu alur cerita yang berjalan dari konflik-konflik yang terjadi pada masa lalu, akibatnya dirasakan pada masa kini.
  3. Alur campuran/alur bolak-balik, yaitu alur cerita yang berjalan dari kumpulan masalah masa kini berasal konflik-konflik yang belum selesai pada masa lalu dan diselesaikan dimasa mendatang.

 

Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah orang-orang yang yang memainkan peran pada drama. Tokohlah  yang  mengaktualisasikan naskah drama di atas pentas. Tokoh yang didukung oleh latar peristiwa dan aspek-aspek lainnya akan menampilkan cerita dan pesan-pesan yang ingin disampaikan. Pemilihan tokoh harus ditentukan dengan baik agar karakter tokoh yang akan diperaninya memiliki kepaduan antara bentuk fisik, mimik wajah dan sebagainya.

Sedangkan penokohan adalah merupakan cara pengarang di dalam menggambarkan karakter tokoh. Penokohan atau perwatakan merupakan jati diri seorang tokoh. Apakan seorang tokoh itu baik, jahat, buruk, pendengki atau memiliki watak lainya. Watak tokoh akan jelas terbaca dalam dialog dan catatan samping. Watak tokoh dapat dibaca melalui gerak-gerik, suara, jenis kalimat, dan ungkapan yang digunakan. Perwatakan seorang tokoh dapat dilihat pula dari pendapat atau komentar tokoh lain dalam cerita.

Macam-macam tokoh dalam sebuah cerita:

Berdasarkan perannya, tokoh terbagi atas tokoh utama dan tokoh pembantu.

  1. Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi sentral cerita dalam pementasan drama. Tokoh utama setidaknya ditandai oleh empat hal, yaitu
  • paling sering muncul dalam setiap  adegan;
  • menjadi sentral  atau  pusat  perhatian  tokoh-tokoh yang lain;
  • kejadian-kejadian yang melibatkan tokoh lain selalu dapat dihubungkan dengan peran tokoh utama; dan
  • dialog-dialog yang dilibatkan tokoh-tokoh lain selalu berkaitan dengan peran tokoh utama.
  1. Tokoh pembantu adalah tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan untuk mendukung jalan cerita dan memiliki kaitan dengan tokoh utama.

Berdasarkan watak tokoh terbagi atas tokoh

  1. Antagonis, adalah tokoh utama yang berperilaku jahat. Ia merupakan tokoh yang memiliki sifat jahat, licik, dan dan penyebab munculnya berbagai konflik di dalam cerita.
  2. Protagonis, adalah tokoh utama yang berperilaku baik. ia merupakan tokoh yang mengalami konflik bersama tokoh antagonis. Walaupun tokoh ini selalu tertimpa konflik namun tokoh ini selalu mendapatkan akhir cerita yang menyenangkan.
  3. Tritagonis, tokoh yang berperanan sebagai tokoh pembantu. Pelaku tritagonis inilah yang mendukung pelaku protagonis untuk memperjuangkan nilai kebaikan.

Berdasarkan perkembangan dari segi perwatakannya, tokoh dan perannya dalam pementasan  drama terdiri empat macam, yaitu:

  1. Tokoh berkembang adalah tokoh yang mengalami perkembangan nasib atau watak selama Misalnya, tokoh yang awalnya seorang yang baik, pada akhirnya menjadi seorang yang jahat.
  2. Tokoh pembantu adalah tokoh yang diperbantukan untuk menyertai, melayani, atau mendukung kehadiran tokoh utama. Tokoh pembantu memerankan suatu bagian penting dalam drama, tetapi fungsinya tetap sebagai tokoh pembantu.
  3. Tokoh statis adalah tokoh yang tidak mengalami perubahan karakter dari awal hingga akhir dalam suatu drama. Misalnya, seorang tokoh yang berkarakter jahat dari awal drama akan tetap bersifat jahat di akhir drama.
  4. Tokoh serbabisa adalah tokoh yang dapat berperan sebagai tokoh lain. Misalnya, tokoh yang berperan sebagai seorang raja, tetapi ia juga berperan sebagai seorang pengemis untuk   mengetahui kehidupan rakyatnya.

Dialog

Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh masing-masing tokoh. Adanya dialog inilah yang membedakan drama dengan cerita lain. Dialog mencerminkan pikiran tokoh cerita. Dialog mengungkapkan watak para tokoh cerita. Dialog berfungsi menghubungkan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Masing-masing tokoh sangat dikuatkan dengan dialog. Dialog juga berfungsi menggerakan cerita dan melihat watak atau kepribadian tokoh cerita.

Teknik dialog amat penting bagi sebuah cerita. Ada dua macam tenik dialog, yaitu monolog dan konversi (percakapan). Ada juga teknik dialog dalam bentuk prolog dan epilog. Prolog berarti pembukaan atau peristiwa pendahuluan yang diucapkan pemeran utama dalam sandiwara. Epilog berarti bagian penutup pada karya drama untuk menyampaikan atau menafsirkan maksud karya drama tersebut.

Dalam sebuah dialog itu sendiri, ada tiga elemen yang tidak boleh dilupakan. Ketiga elemen tersebut adalah tokoh, wawancang, dan kramagung.

  1. Tokoh adalah pelaku yang mempunyai peran yang lebih dibandingkan pelaku-pelaku lain, sifatnya bisa protagonis atau antagonis.
  2. Wawancang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh tokoh cerita.
  3. Kramagung adalah petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. Dalam naskah drama, kramagung dituliskan dalam tanda kurung (biasanya dicetak miring).

Bahasa

Bahasa merupakan media komunikasi antartokoh. Bahasa juga bisa menggambarkan watak tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi. Bahasa yang digunakan dalam sebuah drama memiliki kekhasan tersendiri, dipilih sedemikian rupa dengan tujuan untuk menghidupkan dialog-dialog yang terjadi di antara para tokoh.

Demi pertimbangan komunikatif (mudah diterima oleh pembaca, pendengar, atau penonton),  seorang pengarang drama tidak jarang sengaja mengabaikan aturan aturan yang ada dalam kaidah bahasa baku. Gaya bahasa dalam drama umumnya mengacu pada budaya, adat, kebiasaan, dan lain-lain.

 

Latar/Setting

Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu, tempat, alat-alat, benda-benda, pakaian, sistem pekerjaan, dan sistem kehidupan yang berhubungan dengan tempat terjadinya peristiwa yang menjadi latar ceritanya.

Pemilihan latar harus disesuakan dengan cerita agar terjadi kesinambungan antara alur cerita, konflik dan latar. Latar mendukung dan menguatkan tindakan tokoh-tokoh cerita. Latar memberikan pijakan cerita dan kesan realistis kepada pembaca untuk menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi (Nurgiyantoro, 1995).

Penjelasan latar dalam drama dinyatakan dalam petunjuk pementasan. Bagian itu disebut dengan kramagung. Latar juga dapat dinyatakan melalui percakapan para tokohnya. Dalam pementasannya, latar dapat dinyatakan dalam tata panggung ataupun tata cahaya.

Petunjuk Laku

Petunjuk laku merupakan petunjuk mementaskan atau mengaudiovisualkan naskah drama. Petunjuk laku biasa juga disebut teks samping atau catatan pinggir berisi penjelasan teknis mengenai tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, keluar masuknya aktor atau aktris, keras lemahnya dialog, dan sebagainya. Petunjuk laku ini biasanya ditulis dengan menggunakan huruf yang dicetak miring atau huruf besar semua. Di dalam dialog, petunjuk laku ditulis dengan cara diberi tanda kurung di depan dan di belakang kata atau kalimat yang menjadi petunjuk laku.

 

Pesan atau amanat

Amanat merupakan pesan yang hendak disampaikan pengarang agar penonton dapat mengambil intisari pesan yang disampaikan pada drama tersebut. Pesan ini tidak disampaikan secara langsung, tetapi disampaikan secara tersirat artinya tidak tertulis dalam naskah namun dapat dirasakan dan diambil hikmah dari alur dan konflik cerita.

Penonton atau pembaca harus menyimpulkan sendiri pesan moral ini setelah mengapresiasi drama tersebut. Seperti perilaku yang baik harus diikuti dan perilaku yang jahat pasti akan membawa bencana dan tak boleh diikuti.

Interpretasi

Unsur ini bukan merupakan unsur fisik melainkan lebih kepada unsur ide atau pandangan dasar dalam menyusun drama yang merupakan tiruan kehidupan manusia atau miniature kehidupan manusia yang dipentaskan.

Penulis naskah drama selalu memanfaatkan kehidupan masyarakat sebagai sumber gagasan dalam menulis naskah drama. Naskah yang ditulisnya dapat dipertanggungjawabkan, terutama secara nalar. Artinya ketika naskah drama tersebut dipentaskan akan terasa wajar, logis, tidak janggal dan tidak aneh. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya dalam masyarakat.

Demikianlah, semoga ada manfaatnya.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

Sumber:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here