Mengenal Unsur-unsur Ekstrinsik Drama

0
1716

Sebuah drama selain dibangun oleh unsur intrinsiknya, juga ada unsur yang datang dari luar namun mempengaruhi sebuah cerita yang disajikan. Artinya, unsur-unsur ekstrinsik drama tidak terlibat pada jalannya cerita, namun keberadaan unsur ini sangat mempengaruhi perkembangan sebuah cerita.

Karya drama merupakan karya kemanusiaan, hasil ciptaan manusia dan berobjek manusia. Fakta drama merupakan fakta budaya. Pengalaman pribadi dan imajinasi seorang penulis di dalam drama dapat dikatakan benar sebagai dasar sastra yang nyata. Karya drama diciptakan pengarang berdasarkan pikiran atau imajinasi, perasaan dan pengalaman hidupnya.

Dalam penciptaan drama banyak unsur yang tidak terkait langsung dengan drama. Unsur ini memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi karya drama itu sendiri.  Unsur ini berasal dari luar karya, tetapi tetap menyumbang warna pada drama tersebut. Unsur-unsur seperti itu disebut unsur ekstrinsik drama.

Jadi yang dimaksud dengan unsur ekstrinsik drama adalah berbagai unsur yang berasal di luar, namun sangat mempengaruhi atau memperkuat unsur intrinsik dan bersama-sama membangun alur cerita yang ada di dalamnya. Unsur ekstrinsik ini meski berada di luar wilayah drama itu sendiri, namun unsur ekstrinsik ini berperan sebagai unsur yang mempengaruhi bagun sebuah cerita. Ia merupakan kesatuan yang dikategorikan sebagai potret realitas dari lahirnya karya drama tersebut.

Dengan demikian, unsur ekstrinsik tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia dapat memberikan warna dan rasa terhadap karya sastra yang pada akhirnya dapat diinterpretasikan sebagai makna. Dan kita sebagai pembaca dapat memahami keadaan masyarakat dan suasana psikologis pengarang pada saat itu.

Pada dasarnya semua unsur eksternal di luar drama yang ikut membangun cerita dikategorikan sebagai unsur ekstrinsik drama. Unsur Ekstrinsik Drama tersebuat, di antaranya seperti yang dikemukakan Wellek & Warren (1956) sebagai berikut:

  1. Kondisi pengarang seperti sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi karya sastra yang dibuatnya.
  2. Kondisi psikologis, baik psikologis pengarang, psikologis pembaca, maupun penerapan prinsip psikologis dalam karya.
  3. Keadaan lingkungan pengarang, seperti ekonomi, sosial, dan politik.
  4. Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama, dan sebagainya.
  5. Latar belakang kehidupan pengarang sebagai bagian dari unsur ekstrinsik sangat mempengaruhi karya sastra. Misalnya, pengarang yang berlatar belakang budaya daerah tertentu, secara disadari atau tidak, akan memasukkan unsur budaya tersebut ke dalam karya sastra.

Beberapa faktor berikut juga termasuk unsur ekstrinsik sebuah drama yaitu:

  • Faktor nilai agama
  • Faktor nilai moral
  • Faktor ekonomi
  • Faktor politik
  • Faktor sosial- budaya
  • Faktor pendidikan
  • Faktor kesehatan
  • Faktor psikologis pemain dan kru
  • Faktor kebijakan pemerintah
  • Faktor lingkungan
  • Faktor alam
  • Faktor bahasa
  • Faktor sistem teknologi
  • Faktor sistem mata pencaharian
  • Faktor sistem pengetahuan
  • Faktor organisasi sosial
  • Faktor kesenian
  • dan lain sebagainya.

Demikianlah, semoga ada manfaatnya.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here