Pelajaran Hidup dari Sebuah Tontonan

0
266

Agan-agan yang berbahagia. Pelajaran hidup dapat kita dapatkan melalui berbagai cara, salah satu pelajaran hidup dari sebuah tontonan adalah semacam pementasan drama. Pementasan drama dapat kita saksikan melalui televisi di rumah, namun, istilahnya bukan drama, tetapi sinetron atau film. Sekarang dapat pula kita menikmatinya melalui android dari youtube pada laman-laman  internet.

Menonton film kartun atau sinetron di televisi tidak jauh berbeda dengan kegiatan menyaksikan pementasan drama di gedung-gedung pertunjukan. Ketika itu, kita berperan sebagai penikmat.  Sehingga tidak jarang selama menonton itu menimbulkan perasaan yang menyenangkan karena merasa terhibur. Pada saat itu pula, kita dapat melakukan berbagai kegiatan lainnya. Seperti halnya menikmati makanan, ketika itu kita bisa menyatakan bahwa makanan itu enak atau tidak  enak, keasinan atau kepedasan.

Sebagai penonton yang baik, tentunya ketika menikmati tayangan televisi tidak sekadar untuk memperoleh hiburan semata, kita pun ingin memperoleh sejumlah pelajaran hidup yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita seringkali bersikap kritis atau melakukan penilaian-penilaian atas baik buruknya terhadap kita sebagai  penontonnya.

Memang kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi kita selalu mendapat apa yang kita butuhkan.

Sebuah tayangan seringkali membuat seseorang bersemangat dan tergerak untuk menjalani hidup yang lebih baik. Dia sadar bahwa dirinya sangat berharga, maka dia akan menghargai dan membahagiakan dirinya sendiri.

Cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dengan cara menciptakannya dengan mengambil sejumlah pelajaran hidup untuk mengubah nasib bagi masa depan menjadi lebih baik lagi. Semua yang dilakukan saat ini, maka akan didapatkan hasilnya di masa mendatang.

Masa depan seseorang ada di tangannya sendiri. Apa yang akan terjadi pada kehidupan di masa mendatang adalah hasil dari sejumlah pelajaran dan kontrol yang telah diciptakan sendiri atas kehidupannya.

Gan, kalau setiap hari bisa belajar banyak hal, bahkan dari hal-hal terkecil sekalipun. Maka, beruntunglah orang-orang yang mampu mengambil hikmah dari setiap yang terjadi dikehidupannya, karena hidup itu akan selalu menjadikan pemiliknya merasa indah dan damai.

Keuntungannya bagi orang-orang yang telah dapat mengambil hikmah baik dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi maupun dari keadaan suatu benda, diantaranya adalah dapat mengoreksi diri dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya agar tidak terulang kembali dan memetik makna dari setiap pelajaran hidup yang dipelajari.

Contoh Pelajaran Hidup dari Sebuah Tontonan 

Selama hidup, manusia akan selalu belajar. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur, pelajaran hidup yang didapat akan semakin bernilai. Semua orang akan mampu beradaptasi dengan pelajaran hidup yang mereka hadapi. Berikut ini contoh-contoh pelajaran hidup dari sebuah tontonan.

Selama menonton sebuah tayangan, kita pasti menemui tokoh dengan sifat dan karakter yang berkebalikan dengan diri kita. Namun kita tak perlu risau ketika diperhadapkan dengan mereka. Perbedaan membuat dunia justru lebih berwarna. Yang terpenting kita tidak perlu menjadi seperti mereka. Cukup jadi diri sendiri saja.

  • Dalam sebuah tontonan mungkin pula kita menyaksikan kesedihan tokoh karena kepergian kekasih atau sahabat, Pelajaran tentang melepaskan sesuatu ini bisa dibilang pelajaran hidup yang paling sulit. Tetapi jika tetap dipertahankannya hal tersebut justru membuat diri atau orang-orang di sekitar tidak bahagia. Jadi, kita harus belajar pelan-pelan melepaskan sesuatu yang memang mesti dilepas. Hal ini sejatinya hanya merupakan serangkaian dari proses yang mesti terjadi di dalam hidup.
  • Dalam sebuah tontonan mungkin pula kita menyaksikan sebuah ratapan kehidupan, ada kejadian yang dirasa tidak mengenakkan, maka kita perlu belajar dari tokoh tersebut tentang kesabarannya bahkan harus berlapang dada dan memaafkan seseorang bukan sigap dalam mengeluh.
  • Sebuah tayangan mungkin juga menceritakan saat seorang tokoh yang menganggap remeh dirinya sendiri, ia sudah menganggap bahwa dirinya adalah seorang korban yang tak berdaya dan tidak punya kekuatan untuk melakukan apapun. Pembelajaran yang bisa dipetik dari situasi tersebut adalah bahwa seseorang yang menganggap diri seperti itu, maka tidak akan bisa bangkit untuk meraih kesuksesan. Orang-orang yang sukses, tidak akan diam saja saat keadaan buruk menimpanya.

Setiap orang punya potensi dan kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang diinginkannya. Rasa tidak mampu yang membebani hanya muncul dari kecemasan dan rasa takut yang menghantui. Yang perlu dilakukan hanyalah percaya bahwa kita bisa, lalu berusaha dan mewujudkannya.

  • Yang kita tonton mungkin pula orang-orang yang memiliki pikiran-pikiran yang negatif, tanpa kita sadari lama-lama kita pun akan mengikuti kebiasaan itu. Pemikiran yang negatif akan menghasilkan sebuah keyakinan dan hasil yang negatif pada kehidupan. Maka hindari tontonan yang akan membawa dampak negatif kepada kita sekalipun kita menilai tontonan tersebut baik untuk melepas stress. Tetapi kita tidak perlu berlebihan menonton semacam itu.

Dalam kenyataannya, Kisah yang hadir dalam hidup kita tentulah tidak selalu lurus dan tidaklah selalu membuat kita merasa baik. Hambatan dan rintngan banyak yang harus dilalui. Namun meski demikian, kita selalu percaya bahwa akan selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita.

Tentu saja, makna praktis yang bisa kita ambil adalah bagaimana kita senantiasa mau mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang mengitari kehidupan sekaligus mengambil pelajaran dari kisah-kisah kehidupan ini.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

Demikianlah, semoga Allah membimbing kita agar senantiasa mampu mengambil pelajaran dari setiap sisi kehidupan ini.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here