Tanggapan untuk Pementasan Drama

1
2248

Akan banyak kesan yang menarik dari suatu pementasan drama. Dan akan memiliki nilai lebih apabila suatu hal yang menarik tersebut diiringi dengan memberikan tanggapan. Postingan kita kali ini akan berbicara tentang Tanggapan untuk Pementasan Drama.

Sebelum memberikan sebuah tanggapan, pastinya kita harus menikmati dulu pementasannya. Hal ini dapat kita saksikan melalui televisi atau melalui android dari youtube pada laman-laman internet. Namun akan lebih menarik dan lebih lengkap apabila pementasan tersebut melalui pementasan dari panggung secara langsung yang dilaksanakan di kelas.

Dengan pementasan drama dari panggung secara langsung tersebut, kita pun dapat menyaksikan ekspresi, gerak laku tokoh, dekorasi panggung, serta konstum para pemainnya yang membatu imajinasi kita. Kita pun tidak akan banyak kesulitan dalam memahami jalan setting dan ceritanya. Semuanya telah divisualisasikan oleh sang sutradara dalam pementasan itu.

Untuk itu pentaskanlah drama di bawah ini bersama teman-temanmu! Sebelumnya, diskusikan tema, watak para tokoh, serta setting yang perlu digunakan dalam pementasannya. Tentukanlah  sutradara beserta orang-orang yang akan memerankannya. Selama pementasan, kelompok yang lain mengapresiasinya. Kemudian, mereka mengemukakan tanggapan-tanggapannya.

Menanti

(Panggung menggambarkan ruang depan. Di kanan, jendela kaca tertutup. Sebelah belakang,  ada  pintu  menuju  ruang  dalam.  Ada  beberapa  gambar tua dan jam dinding, sebuah meja dan beberapa kursi. Pukul setengah delapan malam. Di luar angin kencang bertiup dan sekali-kali terlihat cahaya kilat). (Amran gelisah dan mondar-mandir, sekali-kali melihat jam).

Amran : (Bicara sendiri) “Sudah jam setengah delapan lewat. Ke mana perginya, Anhar?” (melihat ke pintu dalam).
Gunadi : (Masih di dalam) “Ya, Kak…” (keluar menemui Amran).
Amran : (Duduk) “Ke mana katanya, Anhar tadi?”
Gunadi : “Mau mancing ke tempat kita mendapat ikan besar dulu, Kak.”
Amran : “Kenapa kau bolehkan saja? Kalau ayah dan ibu tahu, tentu akan marah.”           (Berdiri dan berjalan pelan) ”Kau tahu, kau tahu itu bahaya?”
Gunadi : “Bahaya apa, Kak?”
Amran : (Berdiri di jendela)  “Tempat itu ada penunggunya.”
Gunadi : “Ada yang jaga, Kak? Itu kan kali biasa, masa ada yang memilikinya. Siapa saja boleh mancing di situ, kan?”
Amran : (Kesal)”Ah, kamu. Ada, ada setannya, tahu?”
Gunadi : (Ketakutan) “Aaah, Kak Amran. Jangan begitu ah…. Saya takut.” (Gunadi melihat ke kiri dan kanan). (Di luar kilat memancar terang. Kemudian, petir menggelegar).
Gunadi : (Terkejut dan melompat)  “Au, tolong, Kak!”
Amran : (Ke dekat adiknya) “Ada apa, Gun?”
Gunadi : “Tidak apa-apa kak, saya hanya kaget saja. Tapi….(ragu-ragu) apakah Anhar tidak apa-apa, Kak?”
Amran : “Itulah. Kakak takut ia kehujanan. Akan kususul ia ke sana.”
Gunadi : “Jangan, kak. Saya takut tinggal sendiri di rumah.”
Amran : “Ayolah ikut, kita kunci saja rumah.”
Gunadi : “Tapi kak….tapi jalan ke sana gelap, saya tidak berani ikut.”
Amran : (Kesal dan bingung) “Habis  bagaimana?  Ditinggal  tidak berani, diajak  juga  takut.  Anhar kan harus dicari!” (Diam dan mendengar sesuatu). “Hah… suara apa itu?”
Gunadi : (Mendekap Amran) “Kak, Kak…! Ada apa, Kak?” (Pintu depan terbuka. Anhar berdiri memegang kail dan ikan kecil-kecil).
Anhar : (mengangkat ikannya) “Lihat, Kak. Lihat banyak, ya….”
Amran : (Tersenyum tapi agak kesal) “Kamu anak nakal. Ayo ke belakang sana.  Membuat  orang bingung.”

(Sumber: Depdikbud)

Drama “Menanti” di atas bercerita tentang kesalnya seorang kakak yang menantikan kepulangan adiknya untuk memancing di kali yang dianggap ada penunggunya. Seorang kakak (Amran) merasa takut adiknya (Anhar) kehujanan. Sedangkan cuaca waktu itu sering disertai kilat yang memancar terang. Kemudian petir menggelegar. Kakaknya ingin menyusul, tetapi adik yang satunya lagi (Gunadi) tidak berani ditinggal dan diajak juga takut. Tetapi Anhar akhirnya pulang juga dengan membawa ikan yang banyak.

Pembelajaran yang dapat dicontoh dari teks drama tersebut adalah bahwa siapapun kita tidak bisa lepas dari sebuah tanggungjawab untuk memerhatikan sesama saudara.

Setelah menonton drama tersebut, kita tentu akan menemukan hal-hal yang menarik. Ketertarikan itu bisa karena ceritanya  yang mendebarkan, para pemainnya, settingnya, atau hal-hal yang lain. Kesan-kesan kemungkinan besar tidak selalu  sama antara penonton yang satu dengan yang lainnya. Hal ini bergantung pada pemahaman dan pengalaman masing-masing.

Setiap orang memiliki kesan yang berbeda.  Ada yang senang terhadap penokohannya, ada pula yang lebih menyukai  ceritanya yang mendebarkan. Perbedaan-perbedaan seperti itu sangat wajar dan akan sangat menarik apabila kemudian didiskusikan.

Dalam diskusi itu kita mengemukakan pendapat masing-masing. Pendapat-pendapat itu kemudian ditanggapi oleh yang lain.

Tanggapan yang baik tidak sekadar menyatakan bagus atau tidak bagus. Tanggapan harus  disertai dengan alasan-alasan yang logis dan meyakinkan. Selain itu, tanggapan hendaknya disampaikan dengan kata-kata santun yang tidak menyinggung perasaan orang lain.

Kalimat tanggapan adalah kalimat yang berisi reaksi seseorang terhadap suatu peristiwa yang dilihat, dibaca, maupun dirasakan. Terhadap suatu hal tersebut kita dapat memberikan tanggapan positif atau memberikan tanggapan negatif.

Kalimat tanggapan positif ditujukan untuk menyatakan bagus atau menyetujui informasi atau peristiwa yang terjadi.

Contoh kalimat tanggapan yang positif

Saya menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya terhadap pementasan drama kelompok A. Kelompok A telah mementaskan drama “Menanti” dengan baik sekali: Penjiwaan peran yang pas dengan karakter para tokohnya, disampaikan dengan teknik vokal dan intonasi yang tepat dan jelas menimbulkan daya tarik yang luar biasa. Saya pun sungguh sangat menikmati pementasan tersebut karena propertinya pun sesuai dengan latar cerita.

Sedangkan tanggapan negatif adalah tanggapan yang digunakan untuk menanggapi suatu hal dengan cara menyampaiakan penilaian yang kurang baik atau menyampaikan kelemahan-kelemahan suatu peristiwa yang telah terjadi.

Contoh kalimat tanggapan negatif

Menurut saya ada satu ekspresi yang kurang pas dalam adengan terakhir ketika Amran Diam dan mendengar sesuatu. Diamnya sudah bagus, tetapi ketika mendengar sesuatu tidak memberikan respon yang spontan. Mungkin yang dipikirkan adalah untuk mengatakan “Hah… suara apa itu?”

Disaat kita menyampaikan tanggapan yang  sifatnya negatif, tentunya pendapat yang kita sampaikan itu memiliki alasan yang logis, menjauhkan emosi, dan berdasarkan penilaian yang objektif berdasarkan fakta yang sesuai dengan tujuan yang sedang menjadi pokok pembahasan.

Satu hal lagi, ketika kita sedang memberikan tanggapan yang negatif, pastinya tidak untuk menjelekkan pihak lain.

Demikian, semoga ada manfaatnya dan menjadi bahan pembelajaran yang menyenangkan.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

 

Sumber:

Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here