Konjungsi Temporal dalam Teks Drama

0
1512

Salah satu ciri kebahasaan dalam teks drama adalah banyak menggunakan kata yang  menyatakan urutan waktu (konjungsi temporal), seperti: sebelum, sebelumnya, setelah, setelahnya, setelah itu, sesudah, sekarang, mula-mula, lalu, kemudian, selanjutnya, semenjak, tatkala, bilamana, seraya, dan masih banyak lagi lainnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah ungkapan penghubung antar kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sedangkan Temporal adalah berhubungan atau berkenaan dengan waktu.

Jadi konjungsi temporal adalah ungkapan penghubung yang menyatakan adanya hubungan waktu dari dua peristiwa yang berbeda. Konjungsi temporal berfungsi untuk memperjelas kata, frasa, klausa, dan kalimat serta mengurutkan waktu secara kronologis.

Dalam teks drama, kata hubung (konjungsi) menjadi ciri kebahasaan yang begitu penting. Karena dalam suatu teks drama ada kalanya terdapat lebih dari satu kata, frasa, klausa, atau kalimat yang pernyataannya saling berhubungan atau memiliki keterkaitan. Untuk menghubungkan antara satu kata  dengan kata lainnya, frasa dengan frasa lainnya, atau kalimat dengan kalimat lainnya tersebut, maka diperlukan kata hubung (konjungsi).

Konjungsi temporal terdiri dari dua jenis, yakni:

  1. Konjungsi Temporal Sederajat, yaitu kata hubung yang mempunyai sifat sama atau sederajat. Umumnya digunakan dalam kata, frasa, klausa, dan kalimat majemuk setara dan penempatannya disimpan ditengah suatu kata, frasa, klausa, atau kalimat yang dihubungkan.

Contoh konjungsi temporal sederajat:

Sebelum, sebelumnya

  • Arga tiba di sekolah sebelum bel masuk berbunyi.
  • Inka selesai membuat pantun sebelum ibunya menyuruh mencuci piring.
  • Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu.
  • Gendis terpilih sebagai pemain drama terbaik sebelumnya ia terpilih sebagai penulis drama terbaik.
  • Kamu dapat memiliki posisi penting sebelumnya kamu dapat menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan dalam posisi tersebut.

Setelah, setelahnya, setelah itu, sesudah

  • Mereka diberangkatkan ke Australia setelah menyelesaikan semua tagihan dalam kegiatan literasi.
  • Mereka bersaing dalam kompetisi itu setelahnya mereka bercanda ria kembali.
  • Banyak tantangan yang harus mereka hadapi setelah itu mereka tinggal menikmati hasil yang telah diusahakan.
  • Lomba tersebut segera dilaksanakan sesudah mendapat izin dari Kepala Sekolah.
  • Mereka dapat melaksanakan kegiatan dengan baik sesudahnya mereka diajak bertamasya bersama.

Lalu

  • Semua persiapan sudah kupenuhi lalu aku minta do’a dari ibu.
  • Arga menemui ibunya lalu ia pun pergi bersama teman-temannya.
  • Inka menyelesaikan proses daftar ulang lalu masuk ke kamarnya.
  • Gendis menyimpan tas lalu memandang panorama pegunungan yang indah.
  • Aku akan menyelesaikan semua tugasku lalu aku akan menemuimu.

Kemudian

  • Segala usaha sudah ditunaiakan kemudian ia memasrahkan diri kepada-Nya.
  • Nikmat-nikmat-Nya sudah banyak dirasakan kemudian apalagi yang hatus kita cari?
  • Adzan sudah berkumandang kemudian kita menunggu apa?
  • Pagi ini kita minum kopi kemudian apa yang terjadi di siang hari?
  • Ayah memetik buah kemudian mengupasnya untuk dimakan.

Selanjutnya

  • Jam pelajaran Bahasa Indonesia telah beakhir selanjutnya diganti dengan mata pelajaran IPS.
  • Inka sudah menamatkan SMP selanjunya ia akan meneruskan pendidikannya ke SMA.
  • Inka sudah menyelesaikan seluruh pendidikannya selanjutnya ia harus menciptakan pekerjaannya.
  • Gendis sedang berolahraga selanjutnya ia istirahat dan mandi.
  • Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Thailand selanjutnya akan melawan Korea Selatan.

  1. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat, yaitu kata hubung yang memiliki kedudukan bertingkat atau tidak sederajat. Umumnya digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat majemuk tidak setara atau kalimat bertingkat dan boleh diletakkan di awal atau di tengah kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Contoh konjungsi temporal tidak sederajat:

Ketika

  • Ketika Arga jatuh dari sepeda Gendis dan Inka langsung menolongnya.
  • Ketika hujan mengguyur kota itu banyak orang yang sadar tentang pentingnya hutan.
  • Arga cepat-cepat meminta maaf ketika Gendis menolongnya.
  • Gendis merasa sedih ketika Arga mengejeknya.
  • Inka memberitahu Gendis ketika temannya itu lupa.

Tatkala

  • Tatkala ikhlas tertanam di hati, penilaian dari seseorang tak dicari.
  • Tatkala harapan semakin banyak dari seseorang, maka semakin banyak pula kecewa.
  • Tatkala amal yang ilmiah dan ilmu yang amaliah dituntut, maka berbahagialah.
  • Ia rajin berdo’a tatkala ia senang atau pun susah.
  • Kita senantiasa membantunya tatkala ia membutuhkan.

Sejak

  • Sejak hari itu Arga sadar bahwa persahabatan memiliki nilai yang tertinggi.
  • Sejak peristiwa itu Arga tidak pernah mengejek lagi teman-temannya.
  • Sejak kecil ia memang memiliki sikap yang baik.
  • Kehidupannya jauh lebih tenang sejak mereka saling memaafkan.
  • Ia telah mengenal aku sejak aku masih duduk di SD.

Hingga

  • Hingga saat ini kita masih diberi berbagai kenikatan dari-Nya.
  • Hingga bercucuran keringat ia mencari nafkah untuk anak-anaknya.
  • Hingga ajal menjemput aku akan terus mencintainya.
  • Ia terlalu asyik dalam permainan itu hingga lupa segalanya.
  • Ia menekuni bidang itu hingga ia menjadi tenaga ahli yang baik.

Apabila

  • Apabila kematian sudah menjemput kita tak bisa bersembunyi ke manapun.
  • Bila takut mati, maka janganlah hidup.
  • Bila mana saatnya tiba tak seorangpun dapat menghalanginya.
  • Tuhan pun akan menolong apabila kita mendirikan shalat dan sabar.
  • Kita tidak akan mendapatkan apa-apa bila tidak berbuat apa-apa.

Saat

  • Saat timbul kesadaran hatipun menjadi tentram.
  • Di Setiap saat mengingat-Nya adalah lebih utama.
  • Ia hadapkan wajahnya saat orang-orang sedang tidur nyenyak.
  • Hari keputusan merupakan saat yang paling menegangkan.

Demi

  • Demi bangsa dan negara kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara.
  • Demi persatuan dan kesatuan kita tidak boleh memaksakan kehendak sendiri.
  • Demi tugas ia pun mengorbankan waktu liburnya.
  • Bayak hal yang harus dikorbankan demi sebuah perjuangan.
  • Ia rela merantau jauh demi kehidupan yang lebih baik.

Sementara

  • Sementara hari hujan pekerja bangunan itu pun beristirahat.
  • Sementara menunggu waktu berbuka ia pun ikut mendengarkan ceramah.
  • Sementara belum mempunyai pekerjaan ia ikut kakaknya ke Bandung.
  • Saya masih di sini sementara ia sudah pergi jauh.
  • Ia masih tenang-tenang saja sementara pekerjaan harus segera diselesaikan.

Contoh lainnya.

  • Banayak hal yang bisa kita lakukan sambil mengisi waktu luang kita.
  • Sedari dulu zaman tetap seperti ini, yang mengisi zaman itulah yang selalu berubah.
  • Selama langit belum runtuh kita pun masih punya banyak harapan.
  • Kita tunukkan kepala seraya memohon pertolongan, perlindungan, dan keselamatan untuk semua.
  • Semenjak ditemukan api manusia pun dapat memasak berbagai jenis makanan.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

.

««««« kebahasaan «««««                                    ««««« bersastra «««««

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here