Drama Sebagai Sebuah Pementasan

0
292

Belum  sempurna  tentunya  kalau  naskah  drama yang  telah  kita buat  itu  tidak  dipentaskan.  Karena drama mencakup dua hal, yaitu drama sebagai karya sastra dan drama sebagai sebuah pementasan. Sebelum drama dijadikan sebuah pementasan, pada awalnya ditulis dalam bentuk naskah atau teks. Kemudian naskah tersebut dijadikan sebuah pementasan. Pementasan drama merupakan gabungan antara seni sastra dan seni pertunjukan.

Pementasan drama mencakup banyak unsur. Unsur-unsur yang terdapat dalam teks drama dan unsur pementasan drama sedikit berbeda. Perbedaan itu antara lain terletak pada latar dan penghayatan tokoh dalam pemeranan.

Dalam sebuah pementasan drama, kita dapat mengamati unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. unsur-unsur tersebut adalah:

Naskah: Naskah drama adalah karya sastra yang terdiri atas unsur-unsur pembangun yang berisi cerita atau lakon. Pada naskah tersebut ditulis dalam bentuk dialog dan berisi lakon hidup tokoh-tokohnya. Naskah drama memberikan gambaran pementasan yang akan dilakukan, seperti tema, amanat, tokoh-tokoh yang terlibat, dialog antartokoh, jalan cerita yang dibangun, latar yang digunakan, dan lain-lain.

Sutradara: Sutradara adalah orang yang mengarahkan seluruh jalan cerita, termasuk adegan yang dilakukan oleh pemain. Sutradara dibantu oleh bidang artistik dan bidang teknis mengurusi segi-segi kelengkapan pementasan drama.

Pemain: Pemain adalah orang yang memeragakan seluruh cerita dalam naskah drama. Pemain dapat berperan dengan baik jika mengetahui watak pelaku yang harus diperankan.

Drama merupakan cermin dari kehidupan manusia.  Ada bermacam-macam watak dan kepribadian, ada yang baik dan tidak baik, ada aneka permasalahan, ada kebersamaan, ada cinta, ada perselisihan dan pertentangan.

Perwatakan tokoh dalam drama dibedakan menjadi 3 yaitu: protagonis, antagonis, dan tritagonis. Berdasarkan peran dalam lakon dan fungsinya, tokoh drama ada yang menjadi, tokoh sentral (yang paling menetukan gerak lakon), tokoh utama (yang mendukung tokoh sentral), dan tokoh pembantu (berperan sebagai pelengkap atau tokoh tambahan).

Hal yang perlu diperhatikan seorang pemain adalah: (1) Penjiwaan (penghayatan terhadap isi naskah); (2) ekpresi dan gerak tubuh dalam berbagai suasana; dan (3) Suara, berkaitan dengan intonasi, artikulasi, dan volume.

Tata Panggung:  Tata panggung adalah penataan panggung sebagai tempat berlangsungnya pementasan drama. Keadaan panggung yang dibutuhkan untuk pementasan drama harus disesuaikan dengan latar yang ditulis dalam naskah.

Tata Rias:  Tata rias adalah cara mendandani (make up) para pemain. Riasan wajah para pemain harus sesuai dengan karakter tokoh yang dibawakan.

Tata Busana: Tata busana adalah penataan kostum yang mencakup baju dan perhiasan yang akan digunakan oleh pemain selama pementasan.  Tata busana harus mendukung cerita yang telah ditulis dalam naskah.

Tata Suara: Tata suara adalah penataan suara dan musik yang digunakan dalam pementasan drama. Keras lembutnya suara para pemain dan musik yang mengiringi pementasan harus mendukung cerita dalam drama.

Tata Lampu: Tata lampu adalah pengaturan cahaya yang menggambarkan waktu dan suasana terjadinya cerita yang diperankan di atas panggung.

Penonton: Penonton adalah orang-orang yang datang untuk menonton pertunjukan drama.

Langkah-langkah  pementasan  drama:

  1. Melakukan pembedahan secara bersama-sama terhadap isi naskah yang akan   Tujuannya  agar  semua  calon  pemain  memahami  isi  naskah yang akan dimainkan.
  2. Calon  pemain  membaca  keseluruhan  naskah  sehingga  dapat  mengenal masing-masing peran.
  3. Melakukan  pemilihan  peran. Tujuannya  agar peran yang akan dimainkan sesuai dengan kemampuan akting pemain.
  4. Mendalami peran yang akan dimainkan. Pendalaman  peran  dilakukan  dengan mengadakan pengamatan di lapangan. Misalnya, peran itu sebagai seorang  tukang  jamu,  lakukanlah  pengamatan  terhadap  kebiasaan  dan  cara kehidupan para tukang jamu.
  5. Sutradara mengatur teknis pentas, yakni dengan cara mengarahkan dan  mengatur  pemain.  Misalnya,  dari  mana  seorang  pemain  harus  muncul  dan  dari  mana  mereka  berada  ketika  dialog  dimainkan.
  6. Pemain menjalani latihan secara lengkap, mulai dari dialog sampai pengaturan pentas.
  7. Gladi resik atau  latihan  terakhir  sebelum    Semua  bermain  dari  awal sampai akhir melakukan latihan akhir; tanpa ada kesalahan lagi.
  8. Semua pemain sudah siap dengan kostumnya. Dekorasi panggung sudah lengkap.

Kegiatan 8.10

  1. Perankanlah naskah drama yang yang telah kamu buat bersama kelompokmu!
  2. Mintalah teman-temanmu yang lain untuk menilainya dengan menggunakan kartu penilaian seperti berikut.

Aspek Penilaian

Nilai

Keterangan

A

B

C

D

1. Daya tarik cerita
2. Penghayatan tokoh
3. Improvisasi
4. Lafal/intonasi pengucapan
5. Kekompakan kelompok
Jumlah

Dalam bermain drama, kadang-kadang para tokoh mengungkapkan dialog secara spontan atau mengucapkan sesuatu yang tidak ada dalam naskah. Pengungkapan yang dilakukan secara spontan atau tanpa terencana tersebut disebut improvisasi.

Penggunaan teknik improvisasi dalam bermain drama memerlukan kemampuan berpikir cepat dalam menciptakan karakter tokoh, dialog untuk menyambung cerita, serta membangun suasana cerita dengan tepat berdasarkan urutan cerita yang tidak ada dalam naskah.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat membantu dalam memerankan naskah drama yang telah kamu buat dan materi tersebut sebagai pendukung RPP KD 4.16..

Selamat berlatih dan sukses selalu untuk Anda!

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

Buku sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here