Teknik Membaca untuk Menemukan Isi Pokok Buku

0
3265

Kecilnyaaku.com: Pada era informasi saat ini, membaca cepat merupakan sesuatu yang sangat penting. Bahan bacaan jauh lebih banyak dibandingkan dengan waktu yang diluangkan manusia untuk membaca. Karenanya, butuh teknik membaca yang bisa memberikan solusi terhadap situasi tersebut.

Dengan teknik tertentu seseorang dapat mengumpulkan banyak informasi dalam waktu yang relatif singkat. Pemahaman tentang isi suatu buku secara keseluruhan dapat terus ditingkatkan dengan latihan membaca cepat.

Membaca tidak lagi kata per kata, melainkan per kelompok kata sambil menemukan kata kunci sebuah teks. Kata kunci tersebut dengan sendirinya akan menuntun pemahaman yang utuh terhadap teks. Dalam membaca tidak boleh membiasakan mengulang-ngulang bahan bacaan. Pandangan lurus ke tengah teks. Kepala tidak banyak bergerak. Yang bergerak hanya bola mata saja.

Teknik membaca cepat dilakukan dengan gerakan mata yang menyapu halaman demi halaman suatu buku dengan kecepatan tinggi. Membaca cepat dilakukan dengan berbagai teknik. Salah satu di antaranya teknik fiksasi.

Teknik fiksasi, yaitu dengan cara membuat titik-titik kecil pada kertas bergaris. Titik-titik tersebut diumpamakan sebagai kata kunci dalam sebuah bahan bacaan. Caranya, gerakkan mata pada titik-titik tersebut dengan cepat.

Berikut langkah-langkah membaca dengan teknik fiksasi.

  1. Sediakan kertas yang diberi gambar berupa titik-titik.
  2. Gerakan tatapan mata dengan mengikuti titik-titik hitam itu secara cepat.
  3. Ulangi latihan   itu   berkali-kali   dengan   titik-titik   hitam   yang   semakin
  4. Terapkanlah latihan itu terhadap bahan bacaan yang sesungguhnya. Bacalah halaman demi  halaman  bacaan  itu  secara    Tidak  setiap  kata  kamu  baca, tetapi baris atau kata tertentu saja. Misalnya, pada baris pertama saja, baris terakhir saja, atau bagian-bagian lain yang kamu anggap penting dalam halaman itu.

Latihan tersebut harus diulang-ulang. Pada latihan yang lain, gunakan kertas dengan jarak per titik semakin melebar. Hal itu akan membuat cepat dalam membaca.

Selanjutnya mendaftar kata yang sama atau hampir sama. Misalnya, “apel” (buah) dan “apel” (upacara). Atau, “cepat” dan “cepak”. Nah, kata-kata semacam itu cenderung mengaburkan pemahaman kita terhadap bahan bacaan. Makanya, perlu latihan lebih dalam untuk mengenalinya lebih dekat agar dalam membaca cepat, kita tidak salah memaknai sebuah teks bacaan.

Contoh langkah melatih kecepatan gerak mata dengan cara mencoret dengan pensil mencari  kata yang sama  di bawah ini dalam waktu 10 detik.

Ibu: itu ini ubi iba ibu iku
Kepala: kapal kelapa kepalang kepada kepalan kepala
Sayur: mayur kucur kencur sayur sumur bubur
Lubang: kumbang lubang lumbung lambang lambung musang
Sulit: pailit peluit kulit sulit sumpit lilit
Tangan: pilihan ikan kanan jangan lengan tangan
Sapi: sapu sapi sapa isap usap suap
Baru: baku biru buku baku ribu bagus

Latihan gerak mata selanjutnya yaitu mencoret dengan pensil dua kata yang sama yang ada di deretan kata sebelah kanan, dengan waktu 20 detik. Jika telah sampai pada kata yang paling kanan ternyata tidak berhasil menemukan kata yang sama, jangan melakukan pengulangan, tetapi langsung pindah ke baris berikutnya.

Putra: putri putra puri punya putra sutra
Hijau: hijau pisau galau walau ranjau hijau
Lahir: lahar mutakhir lahir dzahir lahir kohir
Solusi: konsumsi solusi solasi isolasi solusi mutasi
Cepat: cepat cepak cepuk cakap cepat kecap
Pasif: aktif positif negatif pasif masif pasif
Gagah: gagak gagah gugup galah megah gagah
Manusiawi: manusiawi duniawi samawi manusiawi manusia rohani

Proses  membaca  cepat  dapat  dilakukan  dalam  berbagai  teknik.  Pemilihan  teknik  membaca  bergantung  pada  jenis  bacaannya.

  1. Pola Horizontal

Fokus mata mulai dari halaman sudut kiri, kemudian bergerak sampai ke halaman yang kanan, selanjutnya turun baris berikutnya dan mata mulai dari kiri ke ujung sebuah kanan halaman, hal tersebut terus dilakukan, sampai akhir halaman bawah sebelah kanan.

Membaca model ini kalimat (kata) dalam bahan bacaan secara berurutan. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan yang bersifat padat, materi bacaan yang relatif baru (masih asing), atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing.

  1. Pola Vertikal

Fokus mata mulai membaca dari halaman atas kemudian bergerak vertikal sampai kehalaman bawah, selanjutnya jari-jari digunakan, untuk membuka halaman berikutnya yang hendak di baca.

Pola membaca bentuk vertikal ini yaitu untuk teks yang mudah, misalnya kamus ataupun surat kabar

  1. Pola Diagonal

Fokus mata mulai membaca dari halaman sudut kiri atas. Bergerak diagonal ke sudut kanan bawah halaman. Selanjutnya jari-jari digunakan untuk membuka halaman berikutnya yang hendak dibaca.

Pola membaca bentuk diagonal ini digunakan untuk teks yang mudah.

  1. Pola Zig Zag

Fokus mata ketika mulai membaca dari halaman atas bagian sudut kiri kemudian bergerak sorong ke kanan. Kemudian bergerak menurun serong  kiri, dan terus bergerak dengan pola seperti itu sampai kehalaman bawah. Gerakan tersebut menyerupai gerakan zig zag. Bentuk  zig-zag  digunakan  untuk teks yang sulit.

  1. Pola Spiral

Fokus mata mulai membaca dari halaman sebelah kiri atas. Kemudian bergerak mengikuti kalimat-kalimat bacaan ke sebelah kanan. Dengan pergerakan seperti spiral pergerakan ini memungkinkan adanya hubungan antara bagian yang satu dengan yang lain.

Ketika membaca bacaan yang dibaca tidak seluruh isi bacaan dibacanya, tetapi dibaca secara seperti spiral. Penggabungan kata-kata atau kalimat dalam bacaan adalah kreatif pembaca dengan  menggunakan rasio dan pemikiran kita. Sehingga kita menyimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca. Bentuk spiral untuk membaca teks yang agak sulit

  1. Pola Blok

Fokus mata mulai membaca dari halaman sebelah sudut lari atas kemudian bergerak ke sebelah kanan dan terus sampai paragraf akhir. Membaca pada blok merupakan membaca cepat paragraf sampai akhir halaman.

Materi ini merupakan pengembangan materi dari RPP Kelas 8. Semoga ada manfaatnya.

Salam literasi.

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VIII Edisi Revisi 2017.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here