Mendiskusikan tentang Isi Buku

0
2301

Buku telah menjadi suatu bentuk cetak yang dapat digunakan untuk menyajikan segala jenis tulisan untuk banyak keperluan. Mulai dari penyajian informasi dan pengetahuan, menceritakan suatu kisah, hingga hanya untuk kumpulan istilah. Termasuk untuk mendiskusikan tentang isi buku.

Secara  umum  tujuan  utama  diskusi  adalah  ….

Untuk memecahkan  suatu  masalah

Satu  hal  utama  yang  harus  ada  di  dalam  suatu  diskusi adalah ….

masalah

Yang dimaksud dengan masalah adalah ….

sesuatu yang harus dipecahkan atau diselesaikan.

Tanpa ada masalah, diskusi sesungguhnya tidaklah diperlukan, mengapa?

Karena diskusi itu penting karena memang ada masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama pula.

Sumber masalah untuk bahan diskusi, misalnya :

  • Hasil observasi terhadap lingkungan sekitar.
  • Ajuan peserta itu sendiri.
  • Menemukannya dari buku, majalah, jurnal, surat kabar, ataupun internet. Dari berbagai  sumber  tersebut,  buku  (bahan  bacaan)  merupakan  sumber  yang   baik   di   dalam   merumuskan   masalah   diskusi,   termasuk   solusi-solusi  Dari berbagai bahan bacaan, kita dapat banyak informasi dan pelajaran yang dapat kamu diskusikan.
  • Dengan membaca  kita  dapat  mengumpulkan  informasi  dan  pengetahuan yang sebanyak-banyaknya. kita dapat menemukan solusi yang begitu melimpah.
  • Berbagai pendapat ahli pun dapat kita temukan, sebagai bagan penting untuk didiskusikan.

Perhatikan  kembali  cerpen  yang  berjudul  ”Hukuman  Manis  Buat  Arya”.

Berbagai hal yang bisa kamu diskusikan tentang cerpen tersebut. Misalnya, tentang kepantasan  sikap  Arya  yang  telah  berbuat  curang  dalam  ulangan  Matematika  ataupun  kepantasan  hukuman  yang  ia  terima  dari  ibunya.  Masalah  lain  yang  dapat  pula  kamu  diskusikan  adalah  kelogisan  alurnya,  daya  tarik  temanya,  dan  unsur-unsur lainnya.

Perhatikan pula cuplikan berikut!

Perempuan memang paling rentan terhadap anemia, terutama anemia karena kekurangan zat besi. Darah memang sangat penting bagi perempuan. Hal ini terutama pada saat hamil, zat besi itu dibagi dua, yaitu bagi si Ibu dan janinnya.

Apabila si Ibu mengalami anemia, bisa terjadi abortus, lahir prematur, dan juga kematian pada saat melahirkan. Padahal, kita ingat, di Indonesia, angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi masih cukup tinggi. Bahkan, bagi janin, zat besi juga dibutuhkan, terutama juga ada kaitannya dengan kecerdasan (dr. Risa Anwar dala Republika).

Bacaan   tersebut   berkategori   nonfiksi. Dari bacaan  tersebut  kita dapat merumuskan topik-topik diskusi seperti ….

  • Anemia sebagai penyakit berbahaya bagi perempuan
  • Sebab-sebab tingginya kematian bayi dan anak di Indonesia

Kedua  hal  di  atas  merupakan  suatu  permasalahan  yang  dapat  dijadikan  bahan diskusi untuk dicari solusi atau pemecahannya.

Perhatikan pula cuplikan bacaan berikut!

Bagi perusahaan, wawancara adalah kesempatan untuk menggali kualifikasi kandidat  secara  lebih  mendalam,  melihat  kecocokannya  dengan  posisi  yang  ditawarkan,  kebutuhan,  dan  kultur  perusahaan.  Wawancara  pun  menjadi  ajang  tanya jawab antara si pewawancara dan kandidat.

Agar mudah dipahami oleh lawan bicara, kita harus berbicara dengan jelas.

Jaga agar kita tidak berbicara terlalu cepat atau lambat, atur juga suara agar jelas terdengar.  Suara  yang  terlalu  pelan  membuat  kita  terlihat  kurang  percaya  diri.

Sementara itu, suara yang terlalu keras membuat kita terlihat agresif. Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi suatu keharusan.

Perhatikan pula pertanyaan yang disampaikan pewawancara agar kita dapat memberikan  jawaban  yang  relevan.  Tak  ada  salahnya  menanyakan  kembali  atau mencoba mengulangi pertanyaan yang diajukan untuk memastikan bahwa pemahaman  kita  sudah  benar.  Namun,  jangan melakukannya terlalu sering karena justru akan membuat pewawancara mempertanyakan daya tangkap kita.

Bahasa  tubuh  pun  ikut  memegang  peranan.  Gerakan  nonverbal  seperti  mengangguk atau sikap tubuh yang agak condong ke depan menunjukkan bahwa kita  tertarik  pada  apa  yang  disampaikan  si  pewawancara.  Pastikan  pula  kita  menjaga kontak mata dengan pewawancara karena kontak penting dalam proses komunikasi, termasuk dalam wawancara kerja.

Lebih  baik  apabila  kita  mampu  menampilkan  sikap  yang  antusias,  verbal, dan  nonverbal.  Hindari  bahasa  tubuh  yang  dapat  diartikan  negatif,  seperti  menggoyangkan  kaki,  mengetuk-ngetuk  jari,  atau  menghindari  kontak  mata.

Cara berbicara yang percaya diri, tetapi tidak terkesan sombong dapat menarik minat pewawancara

Saat  berbicara,  hindari  uraian  yang  panjang  lebar  dan  bertele-tele.  Cobalah  mengemas  kalimat  secara  singkat,  terfokus  dan  tetap  menarik.  Kita  diharapkan mampu  menunjukkan  bahwa  kita  adalah  orang  yang  tepat  untuk  posisi  yang  ditawarkan.  Ceritakanlah  kemampuan  atau  pengalaman  yang  relevan  dengan posisi  tersebut.  Hindari  mengkritik  atasan  atau  rekan  kerja  sebelumnya  karena  ini menunjukkan sikap yang tidak profesional. Selama wawancara berlangsung, jadilah diri sendiri. Ungkapan ini mungkin terdengar klise, tetapi jauh lebih baik menjadi diri sendiri dan berbicara dengan jujur, daripada mencoba mengatakan sesuatu yang menurut kita akan membuat pewawancara merasa terkesan. Jangan melebih-lebihkan kualifikasi kita, apalagi mengelabui  dengan  memberikan  data  yang  tidak  benar.  Cepat  atau  lambat,  pewawancara akan menemukan bahwa data tersebut hanyalah karangan belaka.

Tunjukkan bahwa kita mampu mengenali diri kita sendiri dengan tepat.

Pewawancara biasanya memberikan kesempatan bagi kita untuk mengajukan pertanyaan di akhir wawancara. Gunakanlah kesempatan ini secara elegan dengan cara menunjukkan rasa ingin tahu kita tentang lingkup dan deskripsi tugas posisi yang dilamar, kesempatan pengembangan diri, dan sebagainya. Ini wajar, karena bersikap  pasif  dan  menyerahkan  segala  sesuatu  pada  pihak  perusahaan  tidak  akan menamah nilai kita di mata pewawancara.

Kandidat   yang   mau   bertanya   dalam   porsi   yang   tepat   menunjukkan  kesungguhan minatnya pada posisi yang ditawarkan dan juga pada perusahaan.

Di  sesi  ini  biasanya  muncul  pula  pembicaraan  mengenai  gaji  dan  tunjangan.

Pewawancara sangat menghargai kandidat yang mampu menentukan nominal gaji yang ia harapkan, karena dianggap bisa melakukan penilaian atas kemampuannya dan  tugas-tugas  yang  akan  dilakukan.  Tentu  saja  angkanya  harus  logis  sambil  tetap membuka kesempatan untuk negosiasi.

Dengan  persiapan  matang  dan  unjuk  diri  yang  baik  saat  wawancara,  kita telah meninggalkan kesan yang layak untuk dipertimbangan oleh perusahaan.

(Sumber: ”Unjuk Diri yang Baik dalam Wawancara Kerja” dalam Kompas).

Bacaan  tersebut  mengandung  suatu  persoalan  yang  layak  dijadikan  bahan diskusi  ataupun  bahan  perdebatan.  Bacaan  tersebut  juga  menyajikan  solusi  ataupun pemecahannya.

Adapun   masalah   yang   dimaksud   adalah….

”Bagaimana   cara   mengikuti   wawancara yang baik?”

Solusi yang ditawarkan dalam bacaan itu adalah ….

  • Berbicara harus jelas, tidak terlalu cepat atau lambat.
  • Harus tampil percaya diri.
  • Jawaban yang disampaikan harus relevan dengan pertanyaan.

Terhadap  solusi-solusi  yang  ditawarkan  dalam  wacana  itu,  bisa  saja  kita  setuju,  menyanggah,  atau  memberikan  tambahan  pendapat.  Melalui  forum  diskusilah, kita bisa memberikan sejumlah tanggapan sehingga kesimpulan yang dirumuskan pun akan jauh lebih baik karena melibatkan banyak orang.

Demikian, semoga ada manfaatnya.

Salam literasi.

.

««««« berliterasi «««««                        ««««« bersastra «««««

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here