Sesuai Keppres Nomor 1 Tahun 1985, maka tanggal 20 Mei ditetapkan sebagi Hari Kebangkitan Nasional.

Edisi belajar berdo’a kali ini, yaitu Do’a dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

السلام علىكم ورحمة الله و بركاته

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا  امين يا الله يا رب العالمينن

(Innallaha wamalaaikatahu yusholluuna ‘alan-Nabiyi. Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu shollu ‘alaihi wasallimu tasliima. Aamiin yaa Allah yaa Rabbal ‘aalamiin.)

YA ALLAH, DI PAGI YANG BERBAHAGIA INI KAMI HADIR DALAM UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL. SEGALA PUJI HANYALAH UNTUK-MU YANG MEMILIKI KESEMPURNAAN PADA SELURUH NAMA DAN SIFAT.

KAMI MEMUJI-MUJI-MU, MENGAGUNG-AGUNG NAMA-MU, MEMOHON AMPUNAN DAN PERTOLONGAN.

WAHAI TUHAN, CATATLAH SEGALA PENGABDIAN DAN PENGORBANAN PARA TOKOH-TOKOH YANG MEMPELOPORI KEBANGKITAN NASIONAL SEBAGAI CATATAN AMAL SHALEH. PERJUANGAN BELIAU SUNGGUH LUAR BIASA BAGI BANGSA DAN NEGARA KAMI DALAM MEMBANGKITKAN RASA DAN SEMANGAT PERSATUAN, KESATUAN, DAN NASIONALISME SERTA KESADARAN UNTUK MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.

YA ALLAH, JADIKAN BANGSA KAMI SEBAGAI BANGSA YANG BALDATUN THOYYIBATUN WAROBBUN GHOFUUR  DENGAN MEMUDAHKAN REZEKI BAGI BANGSA KAMI SEBAGAIMANA ENGKAU MEMUDAHKAN REZEKI KEPADA KEBANYAKAN MAKHLUK-MU.

YA ALLAH, MAHA SUCI ENGKAU. ALANGKAH AGUNG DZAT-MU YA ALLAH. YA ALLAH, CINTAKANLAH KAMI KEPADA IMAN DAN HIASKANLAH DI HATI KAMI. TANAMKANLAH KEBENCIAN PADA DIRI KAMI PADA PERBUATAN KAFIR, FASIK DAN DURHAKA. JADIKANLAH KAMI DARI GOLONGAN ORANG-ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK.

YA ALLAH, SESUNGGUHNYA KAMI MEMOHON AMPUN KEPADA-MU DARI SETIAP DOSA YANG KAMI LAKUKAN KEMBALI WALAUPUN KAMI TELAH BERTAUBAT KEPADA-MU. DAN KAMI MEMOHON AMPUN KEPADA-MU TERHADAP APA YANG KAMI MAKSUDKAN HANYALAH KARENA DZAT-MU YANG MAHA MULIA LALU KAMI MENCAMPURINYA DENGAN APA YANG BUKAN KARENA-MU DEMI KEPUASAN DIRI KAMI. DAN KAMI MEMOHON AMPUN KEPADA-MU TERHADAP APA YANG TELAH KAMI JANJIKAN KEPADA-MU, NAMUN KAMI MENGINGKARINYA. DAN KAMI MEMOHON AMPUN KEPADA-MU TERHADAP HAL-HAL YANG DISERUKAN OLEH HAWA NAFSU KAMI SEBELUM ADA RUKHSHOH DARI HAL-HAL YANG SAMAR-SAMAR BAGI KAMI, SEDANG DI SISI-MU HAL ITU MERUPAKAN PERBUATAN YANG TERLARANG. DAN KAMI MEMOHON AMPUN KEPADA-MU TERHADAP NIKMAT-NIKMAT YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA KAMI LALU KAMI MENGGUNAKANNYA DAN MENJADIKANNYA SEBAGAI SARANA UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN-PERBUATAN DURHAKA.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

(Subhaanakallahumma wabihamdika asyhadu al-laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik)

رَبَّنَا اَتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

(Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wafil-aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar. Walhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin)

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Facebook Comments

Share This Article