Terkhusus hari Senin dan Kamis. Semua hari memiliki keutamaan masing-masing. Dari Abu Hurairah, ia telah berkata, “Rasulullah memegang tanganku kemudian berkata, ‘Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan padanya gunung-gunung hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, dan menyebarkan binatang padanya hari Kamis, dan menciptakan Adam’ alaihissalam setelah Ashar pada hari Jum’at pada akhir penciptaan pada akhir waktu dari waktu-waktu Jum’at antara Ashar hingga malam.”

Sebelum menuliskan tentang puasa yang paling sering dilakukan Rasulullah ﷺ, yaitu puasa hari Senin dan Kamis, saya merasa tertarik dengan keutamaan-keutamaan yang disabdakan dan dimiliki kedua hari tersebut.

  1. Hari Senin, hari lahirnya Rasulullah ﷺ
  2. Hari Senin, hari wafatnya Rasulullah ﷺ
  3. Hari Senin, hari diutusnya Rasulullah ﷺ
  4. Hari Senin, pertama turunnya Malaikat Jibril kepada Rasulullah ﷺ
  5. Hari Senin, hari diturunkannya Al-Quran kepada Rasulullah ﷺ
  6. Hari Senin adalah hari Allah menciptakan pepohonan.
  7. Hari Senin, Nabi Idris ‘alaihis salam naik ke langit.
  8. Hari Senin, Nabi Musa ‘alaihis salam pergi ke Gunung Thur.
  9. Nabi Syits ‘alaihis salam pergi berdagang pada hari senin dan beruntung dalam perdagangannya.

Keutamaan yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi ﷺ terjadi pada hari Kamis.

Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih al-Bukhari bahwa Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu mengatakan,

لَقَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِذَا خَرَجَ فِي سَفَرٍ إِلاَّ يَوْمَ الْخَمِيْسِ

Sangat jarang Rasulullah keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.

Dalam riwayat dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوْكَ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ

Bahwa Nabi keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (memang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.

Kejadian-kejadian pada hari Kamis:

  1. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menemui Raja Mesir dan mendapatkan Siti Hajar.
  2. Keluar penjaranya pemberi air minum dan mendapatkan keselamatan dari raja (Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam).
  3. Berkunjungnya saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihis salam kepadanya.
  4. Masuknya Bunyamin ke kota dan bertemu Nabi Yusuf ‘alaihis salam.
  5. Masuknya Nabi Ya’qub ‘alaihis salam ke kota dan mendapat keamanan.
  6. Masuknya Nabi Musa ‘alaihis salam ke kota dan bertemu kaum Qibthy.
  7. Masuknya Rasulullah ﷺ ke kota Makkah dan menemukan pembukaan dan pertolongan (fathu Makkah).

Keutamaan dan keberkahan hari Senin dan Kamis berikutnya,

  1. Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis.
  2. Pintu-pintu Surga dibuka pada dua hari Senin dan Kamis.
  3. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.”

Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (Shahih Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda,

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا

Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Setiap hamba yang beriman akan diampuni kecuali hamba yang punya permusuhan dengan sesama. Lalu dikatakan, ‘Tinggalkan mereka sampai keduanya berdamai. (HR. Muslim)

Tentang hadits-hadits Puasa pada hari Senin dan Kamis.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ. قَالَ: يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ , وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ. قَالَ: يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ اَلِاثْنَيْنِ, قَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Qotadah al-Anshary Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab, “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” (HR. Muslim)

عن عاءشة كان النبي صلى الله عليه وسلم يتحرى صيام الاثنين والخميس. رواه الترمذي

Dari Aisyah, “Nabi memilih waktu puasa hari senin dan kamis. (Riwayat Tirmizi)

Dari ‘Aisyah Rahiyallahu anhuma, ia mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Rasulullah sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis. (HR Ibnu Majah, At-Tirmidzi dan An-Nasai)]

Rasulullah ﷺ menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari Senin dan Kamis dengan sabdanya,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Amal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa. (HR. At-Tirmidzi dan lainnya)

Faedah Puasa hari Senin dan Kamis

Sebagai amalan sunah, tentu saja puasa hari Senin dan Kamis memiliki posisi yang penting di Sisi Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan memberikan pahala puasa secara langsung kepada yang mengerjakannya. Amal kebaikan yang dilakukan oleh orang yang berpuasa akan dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali lipat. Hal ini sudah dijanjikan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam salah satu hadits qudsi.

“Puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan kebaikan itu akan dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali lipat.”

Puasa dapat menjamin bagi pelakunya untuk memasuki surga-Nya. Sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Ahmad, Nasa’i dan Hakim, “Suatu hari Abi Umayah menemui Nabi dan menanyakan sebuah amalan. Saya menemui Rasulullah dan berkata, “Suruhlah saya mengerjakan suatu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga!” Maka Nabi bersabda, “Berpuasalah, karena puasa tidak ada tandingannya.” Lalu saya datang lagi kepada Rasulullah untuk kedua kalinya, dan Rasulullah pun bersabda, “Berpuasalah.”

Sebenarnya masih banyak hikmah berpuasa, namun saya akhiri tulisan ini dengan firman Allah,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada berduka cita. (QS. Al Ahqaaf : 13)

Demikianlah. Segala puji bagi Allah. Dia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang Dia kehendaki. Ya Allah Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam hati sanubari, kami mohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu, keteguhan ampunan-Mu, selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai kebaikan, beruntung memperoleh surga, terhindar dari siksa neraka.  Juga saya memohon ampunan kepada-Nya dari kedha’ifan saya. Sungguh Allah yang memiliki asmaaul husnaa.

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Facebook Comments

Share This Article