“Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

Tidak terasa sekarang sudah di bulan Sya’ban lagi. Sementara kini diri masih sangat lalai belum berupaya sungguh-sungguh membiasakan diri beribadah kepada-Nya. Sementara waktu bergerak tak pernah berhenti. Detik-detik waktu menghentakkan bunyinya berjalan mengikuti aturan penciptanya. Baru saja malam hari, kini sudah mulai pagi. Hari-hari terus berjalan dan terus bergerak, tak terasa anugerah nikmat-nikmat-Nya. Kini masih bisa bergembira ria, bercanda tawa, berbagi suka. Ke-Maha Lembutan-Nya sungguh tidak terasa.

Indah, sungguh indah seperti sahabat, salafusshalih yang menghargai silih bergantinya waktu, bersiap diri dua bulan sebelum Ramadhan tiba. berupaya menjadi hamba yang bersyukur, berupaya tilawah dan berakhaqul karimah, shalat berjama’ah dan shalat sunnah, evaluasi diri atau muhasabah, takut ada penyakit aqidah yang masih menjangkiti diri, dan bermujahadah untuk menghilangkan penyakit itu.

Sya’ban yang terpancar bercabang kebaikan. “yatasya’abu minhu khairun katsir.” Sya’ban yang berasal dari kata Syi’b yang artinya  jalan di sebuah gunung atau jalan menuju kebaikan.

Indah, alangkah indahnya saat Ramadhan tiba nanti benar-benar dalam kondisi ikhlas, menapaki hari-hari istimewa yang dibawa oleh tamu mulia. Marhaban ya Ramadhan.

Betapa besarnya perhatian Rasulullah ﷺ terhadap bulan Ramadhan, sehingga beliau telah berkhutbah mengenainya sejak akhir bulan Sya’ban. Khutbah Rasulullah  ﷺ menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan secara panjang lebar sekaligus memberikan petunjuk atas beberapa amalan.

Berikut ini adalah khutbah Rasulullah ﷺ di akhir bulan Sya’ban. Seraya menyambut bulan Ramadhan. Sebagaimana Salman Al-Farisi berkata,

عن سلمان قال : خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر يوم من شعبان فقال

Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah kepada kami pada hari terakhir di bulan Sya’ban.

Rasulullah ﷺ berkhutbah:

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ

”Wahai manusia, sungguh telah dekat kepadamu bulan yang agung

شَهْرٌ مُبَارَكٌ

Bulan yang penuh dengan keberkahan

شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً

Bulan yang Allah tetapkan puasa di siang harinya sebagai fardhu

وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا

Dan shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah

مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ

Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah)

كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ

Maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain

وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ

Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti telah melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya

وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ

Inilah bulan kesabaran

وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ

Dan balasan atas kesabaran adalah surga

وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ

Bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan simpati (satu rasa) terhadap sesama

وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ

Dan bulan di mana rezeki orang-orang yang beriman ditambah

مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ

Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka

وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ

Dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa

قَالُوْا

Mereka (para sahabat) berkata :

لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يفطرُ الصَّائِمُ.

“Wahai Rasulullah! tidak semua dari kami mempunyai sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”

فَقَالَ : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذقَةَ لَبَنٍ

Rasulullah menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu”

وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ

Inilah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah menurunkan rahmat

وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ

Yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah memberikan ampunan

وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Dan yang terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka

مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka

وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ

Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini

خِصْلَتَيْنِ تَرْضْوَنِ بِهِمَا رَبَّكُمْ

Yang dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu

وَخِصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا

Dan yang dua hal kamu pasti memerlukannya

فَأَمَّا الْخِصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ

Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu syahadah (Laailaaha illallaah) dan beristighfar kepada Allah

وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ

Dan dua hal yang pasti kalian memerlukannya yaitu mohonlah kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka

وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

Dan barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku, di mana dengan sekali minum ia tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surge.”

رواه ابن خزيمة في صحيحه، وأورده الإمام المنذري في الترغيب والترهيب، وقال: رواه ابن خزيمة في صحيحه ثم قال: صح الخبر، ورواه من طريق البيهقي، ورواه أبو الشيخ ابن حبان في الثواب باختصار عنهما، وضعفه الألباني في ضعيف الترغيب والترهيب]

(H.R. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya, dan Imam Al-Mundziri dalam At-Targhib wat Tarhib mengatakan: “Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalalm Shahihnya, dan Ibnu Khuzaimah berkata: “Khabar ini shahih”. Juga diriwayatkan oleh Imam Baihaki, dan Ibnu Hibban”. Sedangkan Syaikh AL-Albany menilai hadits ini sebagai hadits dha’if).

Demikianlah. Segala puji bagi Allah. Dia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu yang Dia kehendaki. Dialah dzat yang layak untuk mengabulkan doa dan cukuplah Allah sebagai zat yang dipasrahi. Semoga Allah menganugerahi kepada kita dengan melihat wajah-Nya yang mulia. Amin.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Sumber:

Fadhail Amal. Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi.

Facebook Comments

Share This Article