Berikut isi kitab “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الحمد لله الذى جعل العلمَ أرفعَ الصفات الكمالية

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ilmu dengan sifat yang paling tinggi dan sempurna

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له

Aku bersaksi sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya.

الذى خصّ من شاء من عباده بالمآثر الحكمية

Yang telah mengistimewakan orang yang Ia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dengan hadits atsar yang mengandung hukum.

وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذى خصّه الله تعالى بجميع كمالات العبودية

Dan aku bersaksi, sesungguhnya Nabi Muhammad saw. adalah hamba dan utusan-Nya yang telah Allah istimewakan dengan seluruh kesempurnaan dalam ibadah.

وصلى الله على سيدنا محمد الذى ملأّ الله تعالى قلبه صلى الله عليه وسلم من جلاله الأعلى جلّ وعلا

Semoga Allah menambah rahmat kepada junjunan kita, Nabi Muhammad ﷺ yang telah Allah Ta’ala penuhi hatinya dengan keagungan yang Maha Tinggi, Maha Agung, dan Maha Luhur.

وعينه صلى الله عليه وسلم من جماله الأسنى فصار صلى الله عليه وسلم مسرورا منصورا

Pribadi Nabi ﷺ dilipui keindahan (jasmani dan rohani), maka jadilah ia seorang yang disenangi dan selalu mendapat pertolongan.

وعلى آله وأصحابه والسالكين على منهجه فنالوا خيرا وافرا

Dan kepada keluarganya, sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti jalannya, sehingga mereka mendapat kebaikan yang banyak.

أما بعد: فيقول المرتجى غَفْرَ المَسَاوِى محمد نووى بن عمر الجاوي

Sesudah membaca basmallah, tahmid, dan shalawat maka berkatalah orang yang mengharap ampunan Allah dari keburukan, yaitu Muhammad nawawi bin Umar orang Jawa (Banten).

هذا شرح وضعته على الكتاب المشتمل على المواعظ للعلامة الحافظ الشيخ شهاب الدين أحمد بن علي بن محمد بن أحمد الشافعي الشهير بابن خجر العسقلاني ثم المصري تغمده الله تعالى برحمته آمين

Ini (yang akan dibahas) adalah penjelasan yang saya letakkan pada sebuah kitab yang berisi nasihat-nasihat seorang alim, yang luas ilmu pengetahuannya, seorang hafidz, yaitu Syekh Sihabuddin Ahmad bin Ahmad As Syafi’I yang terkenal dengan nama Ibnu Hajar Al Asqalany dan Al Mishri, semoga Allah memasukkannya ke dalam rahmat-Nya. Amin.

وسميته: نصائح العباد فى بيان ألفاظٍ منبهاتٍ على الإستعداد ليوم المعاد

Saya beri judul kitab ini Nashaihul Ibad, berisi ucapan-ucapan yang dapat mengingatkan kita akan persiapan untuk hari kiamat.

وأسأل الله الكريم أن ينفع به المسلمين، وأن يجعله ذخيرة إلى يوم الدين آمين

Dan saya mohon kepada Allah yang Maha Pemurah, semoga Allah memberi manfaat dengan sebuah kitab ini kepada kaum muslimin dan semoga Allah menjadikannya sebagai simpanan di hari kiamat. Amin.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الحمد لله في كل حين واوقات

Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan dan segala zaman

واصلاة والسلام على اشرف الخلق والبزيات

Shalawat dan salam, semoga dilimpahkan kepada semulia-mulia makhluk-Nya.

هذه متبهات على الاستعداد ليوم المعاد

Ini adalah hal-hal yang dapat memeberi peringatan kepada kita untuk melakukan persiapan menghadapi hari kiamat.

فان منها ما يكون مثنى ومنها ما يكون ثلاثيا الى تمام العشرة

Maka, sesungguhnya sebagian dari pada peringatan-peringatan itu ada nasihat yang masing-masing terdiri atas dua unsur, tiga unsur, sampai yang mengandung sepuluh unsur.

وجملة المقالت مائتا ن واربع عشرة الاحبار خمسة واربعون والبوا فى اثار

Jumlah makalahnya ada 214, jumlah haditsnya 45 dan sisanya adalah hadits atsar (Qaul sahabat)

وانا الان اريد الشبرك باءتيان حديئين شرفين جليلين

 Dan saat ini saya menginginkan keberkahan dengan mengemukakan dua buah hadits yang mulia lagi agung.

فالحديثُ الأول

Hadits Pertama

أجازني به العلامة الشيخ محمد الخطيب الشامي ثم المدني الحنبلي

Sebagaimana yang telah diriwayatkan kepadaku dari Al Allamah Asy Syaikh Muhammad Al Khatib Asy Syami Al Madani Al hambali,

وهو ابن عثمان بن عباس بن عثمان، عن مشايخه متصلا إلى أبى ذرّ الغِفاري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن رلبه عزّ وجل، قال تعالى

Yaitu Ibnu Utsman bin Abbas bin Utsman, yang diterima dari Syeikh Beliau dengan sanad yang muttasil (bersambung) sampai kepada Abu Dzar Al Ghiffari radiyallahu ‘anhu dari Rasulullah ﷺ  dalam sabdanya yang menceritakan tentang firman Allah Azza wa Jalla yang artinya:

يا عِبَادِي إني حَرَّمْتُ الظُّلْمَ على نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فلا تَظَالَمُوا

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan berbuat dzalim (aniaya) atas diri-Ku dan Aku haramkan pula perbuatan itu pada kalian, maka janganlah kalian saliang berbuat dzalim (saling aniaya).

يا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إلاَّ من هَدَيْتُهُ فاسْتَهْدُوْنى أَهْدِكُمْ

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua sesat, kecuali kalian yang Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi petunjuk kepada kalian.

يا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إلاّ من أَطْعَمْتُهُ فاسْتَطْعِمُونى أُطْعِمْكُمْ

Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar, kecuali kalian yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian makan.

يا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إلاّ من كَسَوْتُهُ فاسْتَكْسُونى أَكْسُكُمْ

Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua telanjang (tidak berpakaian), kecuali kalian yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi kalian pakaian.

يا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وأنا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جميعا فاسْتَغْفِرونى أَغْفِرْ لَكُمْ

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni segala dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi ampunan kepada kalian.

يا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan mampu mendatangkan bahaya atas-Ku dan tidak pula mampu membawa manfaat bagi-Ku.

يا عِبَادِي لو أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا على أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ ما زَادَ ذلك في مُلْكِي شَيْئًا

Wahai hamba-hamba-Ku, andaikan salah seorang di antara kalian berhati taqwa sejumlah ketaqwaan orang yang dahulu dan sekarang, baik manusia maupun jin, maka semua itu tidak akan menambah sedikit pun pada kerajaan-Ku.

يا عِبَادِي لو أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُم وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا على أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ ما نَقَصَ ذلك من مُلْكِي شيئا

Wahai hamba-hamba-Ku, andaikan salah seorang di antara kalian berhati jahat sejumlah kejahatan orang-orang dahulu sampai sekarang, baik jin maupun manusia, niscaya semuanya itu tidak akan mengurangi sedikit pun pada kerajaan-Ku.

يا عِبَادِي لو أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُ مْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا في صَعِيدٍ وَاحِد فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ ما نَقَصَ ذلك مِمَّا عِنْدِي إلاّ كما يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إذا أُدْخِلَ الْبَحْر

Wahai hamba-hamba-Ku, andaikan yang awal sampai yang akhir, manusia dan jin, serempak berdiri di suatu tempat untuk memohon kepada-Ku dan Aku berikan pada tiap-tiap orang akan permintaannya, niscaya semuanya itu tidak akan mengurangi sedikitpun yang ada pada-Ku melainkan hanya seperti sebuah jarum jahit yang dimasukkan ke dalam lautan.

يا عِبَادِي إنما هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَان فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللهَ، وَمَنْ وَجَدَ غيرَ ذلك فلا يَلُومَنَّ إلا نَفْسَه

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya semua itu adalah perbuatan kalian yang Aku perhitungkan untuk kalian, kemudian Aku akan memberikannya dengan penuh kepada kalian. Maka, barangsiapa yang menemukan kebaikan bersyukurlah kepada Allah dan barang siapa menemukan selain itu, maka janganlah mencela, kecuali pada dirinya sendiri.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments