Makalah 9 : Dua Dasar Ma’siyat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ سُفْيَانَ الثَوْرِي رضي الله عنه  وهو شيخ الإمام مالك

Diriwayatkan dari Sufyan Atsauri, beliau adalah guru dari Imam Malik radiyallahu ‘anhu

كُلُّ مَعْصِيَةٍ ( ناشئة )عَنْ شَهْوَة

Setiap ma’siyat yang timbul dari dorongan syahwat

أي اشتياق النفس إلى شيء  فَإِنَّهُ يرُجَي غُفْرَانهُا أي المعصية

Yaitu keinginan yang teramat sangat akan sesuatu maka dapat diharapkan akan mendapat ampunan-Nya.

وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ ( نشأت )عَنْ كِبْرٍ

Dan setiap ma’siyat yang timbul dari takabur atau sombong

أي دعوى الفضل  فَإِنَّهُ لاَ يرُجَي غُفْرَانهُا لأَنَّ مَعْصِيَةَ إِبْلِيْسَ كَانَ أَصْلُهَا( أي المعصية ) مِنَ الكِبْرِ ( يزعم أنه خيرٌ من سيدنا آدم ) وَ ( لأنّ ) زَلَّة ( سيدنا )آدَم( عليه السلامَ )كَانَ أَصْلُهَا مِنَ الشَهْوَة ( بسبب اشتياقه إلى ذ وق ثمرة شجرة الشهوة المنهي عنها

Yaitu mendakwakan diri lebih utama atau mulia dari yang lain, maka maksiyat yang demikian ini tidak dapat diharapkan akan mendapat ampunan dari Allah. Karena maksiyat iblis berasal dari ketakaburannya yang tidak mau hormat kepada Nabi Adam ‘alaihis salam atas perintah Allah. Ia menganggap dirinya lebih mulia dari Nabi Adam ‘alaihis salam yang diciptakan dari tanah sedangkan ia/ iblis diciptakan dari api. Dan sesungguhnya kesalahan Nabi  Adam ‘alaihis salam adalah karena keinginannya yang teramat sangat untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk memakannya.

 

Makalah 10 : Dua Jenis Tangisan

عَنْ بَعْضِ الزُهَّادِ ( وهم الذين احتقروا الدنيا ولم يبالوا بها، بل أخذوا منها قدر ضرورتهم )

Dari sebagian ahli zuhud yaitu mereka yang menghinakan kenikmatan dunia dan tidak peduli dengannya akan tetapi mereka mengambil dunia sekedar darurat sesuai kebutuhan minimumnya,

مَنْ أَذْنَبَ ذَنْبًا وَهُو يَضْحَكُ فَإِنَّ اللهَ يُدْخِلُهُ النَارَ وَهُوَ يَبْكِى

Barang siapa yang melakukan perbuatan dosa dengan tertawa bangga, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis.

لأن حقه أن يندم ويستغفر الله تعالى لذلك

Karena seharusnya ia menyesal dan memohon ampunan kepada Allah bukannya berbangga hati.

وَمَنْ أَطَاعَ وَهُوَ يَبْكِى  حياءً من الله تعالى وخوفا منه تعالى على تقصيره فى تلك الطاعة

Dan barang siapa yang ta’at kepada Allah dengan menangis karena malu kepada Allah dan takut kepada-Nya karena merasa banyak kekurangan dalam hal ta’at kepada-Nya

فَإِنَّ اللهَ يُدْخِلُهُ الجَنَّةَ وَهُوَ يَضْحَكُ  أي يفرح غاية الفرح لحصول مطلوبه وهو عفو الله تعالى

Maka Allah akan memasukkan-Nya ke dalam surga dalam keadaan tertawa gembira. Dengan sebenar-benar gembira karena mendapatkan apa yang menjadi tujuannya selama ini yaitu ampunan dari Allah.

 

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments

Share This Article