Dua Akibat Meremehkan Dosa Kecil,  Dua Jenis Dosa, Dua Keinginan, dan Dua Ma’rifat

Makalah 11 : Dua Akibat Meremehkan Dosa Kecil

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ بَعْضِ الحُكَمَاءِ  أي الأولياء

Dari sebagian ahli hikmah/ Aulia’

لاَ تَحْقِرُوْا الذُنوْبَ الصِّغَارَ

Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil

فَإِنهَّا لاَ تَتَشَعَّبُ مِنْهَا الذُنوْبُ الكِبَار

Karena dosa-dosa kecil itu dapat memunculkan beragam dosa besar

وأيضا ربما يكون غضب الله تعالى فى تلك الصغار

Dan dosa-dosa kecil itu bisa jadi dapat menimbulkan murka Allah

 

Makalah 12 : Dua Jenis Dosa

عن النبي صلى الله عليه وسلم

Dari Nabi ﷺ

لاَ صَغِيْرَةَ مَعَ الإِصْرَارِ

Tidaklah termasuk dosa kecil apabila dilakukan secara terus menerus

فإنها بالمواظبة عليها تَعَظّم فتصير كبيرةً

Karena dengan dilakukan secara terus menerus, maka akan menjadi besarlah ia

وَلاَ كَبِيْرَةَ مَعَ الإِسْتِغْفَارِ

Dan tidaklah termasuk dosa besar apabila disertai dengan taubat dan istighfar

أي التوبة بشروطها فإن التوبة تمحو أثر الخطيئة وإن كانت كبيرة روى هذا الحديث الديلمي عن ابن عباس، لكن بتقديم الجملة الأخيرة عن الأولى

 Yaitu taubat dengan syarat-syaratnya. Karena sesungguhnya taubat dapat menghapus bekas-bekas dosa yang dilakukan meskipun yang dilakukan tersebut dosa besar. Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-dailamy dari Ibni Abbas radiyallahu ‘anhu

 

Makalah 13 : Dua Keinginan

قِيْلَ : هَمُّ العَارِفِ الثنَاء

Keinginan orang arifiin adalah memuji-Nya.

أي مراد العارف بالله الثناء على الله تعال بجميل صفاته

Maksudnya keinginan orang ahli ma’rifat adalah memuji Allah Ta’ala dengan keindahan sifat-sifatnya.

وَهَمُّ الزَاهِدِ الدُعَاء

Dan keinginan orang-orang zuhud adalah do’a kepada-Nya,

أي مراد المعْرِض عن الزائد قدر الحاجة من الدنيا بقلبه

Yaitu permintaan kepada Allah sekedar hajat kebutuhannya dari dunia dengan segenap hatinya.

الدعاء، وهو التضرع إلى الله تعالى بسؤال ما عنده من الخير لأَنَّ هَمَّ العَارِفِ رَبُّه  لا الثواب ولا الجنة  وَهَمَّ الزَاهِد نَفْسُه  أي منفعة نفسه من الثواب والجنة ففرق بين من همته الحور ومن همته رفع الستور

Yang dimaksud do’a adalah meminta dengan merendahkan diri kepada-Nya dengan memohon diberi kebaikan kepada-Nya. Karena keinginan orang arif/ ahli ma’rifat dari Tuhannya bukanlah pahala ataupun surga, sedangkan keinginan orang zuhud adalah untuk kepentingan dirinya sendiri, yaitu untuk kemanfaatan dirinya dari pahala dan surga yang didapatkannya. Maka demikianlah perbedaan orang yang keinginan hatinya mendapatkan bidadari dan orang yang cita-citanya adalah keterbukaan hatinya.

 

Makalah 14 : Dua Ma’rifat

عَنْ بَعْضِ الحُكَمَاءِ ( أي أطبّاء القلوب، وهم الأولياء )

Diriwayatkan dari sebagian hukama, yaitu orang yang ahli mengobati jiwa manusia, dan mereka itulah para wali Allah.

مَنْ تَوَهَّمَ أَنَّ لَهُ وَلِيًّا أَوْلَى مِنَ اللهِ قَلَّتْ مَعْرِفَتُهُ بِاللهِ

Barang siapa yang menganggap ada pelindung yang lebih utama dari Allah maka sangat sedikitlah ma’rifatnya kepada Allah

والمعنى من ظن أن له ناصرا أقرب من الله وأكثر نصرةً منه فإنه لم يعرف الله تعالى

Maknanya adalah barang siapa yang menganggap ada penolong yang lebih dekat daripada pertolongan Allah, maka sesungguhnya dia tidak mengenal Allah.

وَمَنْ تَ وهَّمَ أَنَّ لَهُ عَدُوًّا أَعْدَى مِنْ نَفْسِهِ قَلَّتْ مَعْرِفَتُهُ بِنَفْسِهِ

Dan barang siapa yang menganggap ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsunya sendiri, maka sedikitlah ma’rifatnya/ pengetahuannya tentang nafsunya.

أي ومن ظن أن له عدوّا أقوى من نفسه الأمارة واللوّامة فإنه لم يعرف نفسه

Artinya adalah barang siapa yang berperasangka ada musuh yang lebih kuat dari pada hawa nafsunya yang selalu mengajak kepada kejahatan, maka sedikitlah ma’rifatnya/ pengetahuannya akan hawa nafsunya sendiri.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

 

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments

Share This Article