Dua Kerusakan: Di Daratan dan di Lautan, Dua Hal yang Bisa Berubah, Dua Perkara, Untung dan Celaka,

Makalah 15 : Dua Kerusakan: Di Daratan dan di Lautan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رضي الله عنه فِىْ قَوْلِهِ تَعَاَلى

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radiyallahu ‘anhu dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ

Sungguh telah nyatalah kerusakan baik di daratan maupun di lautan

 قال( أي أبو بكر فى تفسير ذلك )”البَرّ هُوَ اللِسَانُ

Maka beliau memberikan tafsirannya, yang dimaksud Al-Barr/ daratan adalah lisan.

وَالبَحْرُ هُوَ القَلْبُ

Sedangkan yang dimaksud Al-Bahr / lautan adalah hati

فَإِذَا فَسَدَ اللِّسَانُ ( بالسبّ مثلا ) بَكَتْ عَلَيْهِ النُفُوْسُ،( أي الأشخاص من بنى آدم ) وَإِذَا فَسَدَ القَلْبُ (بالرياء مثلا ) بَكَتْ عَلَيْهِ الَملاَئِكَة

  Apabila lisan telah rusak dikarenakan mengumpat misalnya, maka akan menangislah diri seseorang/ anak cucu adam. Akan tetapi apabila hati yang rusak disebabkan karena riya’ misalnya, maka akan menangislah malaikat.

Dan diperumpamakan hati/qalbu dengan lautan adalah dikarenakan sangat dalamnya hati itu.

Rusaknaya lisan adalah karena memarahi orang lain, mencaci, mencela, mengumpat, dan diumpat akan menagis. Sedangkan rusaknya hati adalah karena ujub, riya, takabur, kikir, hasad, dan sebagainya. Apabila hati manusia dianggap penyakit tersebut, maka malaikat menangis karena menyesalkannya.

 

Makalah 16 : Dua Hal yang Bisa Berubah

قِيْلَ : إِنَّ الشَهْوَةَ تُصَيِّرُ المُلُوْكَ عَبِيْدًا

Dikatakan, Karena syahwat maka seorang raja berubah menjadi hamba sahaya/ budak

فإن من أحب شيئا فهو عبده

karena sesungguhnya barang siapa yang mencintai sesuatu maka ia akan menjadi hamba dari sesuatu yang dicintainya.

وَالصَبْرَ يُصَيِّرُ العَبِيْدَ مُلُوْكًا

Dan sabar akan membuat seorang hamba sahaya berubah menjadi seorang raja

لأن العبد بصبره ينال ما يريد  ألاَ تَرَى

karena seorang hamba dengan kesabarannya akan memperoleh apa yang ia inginkan.

أي ألا يصل علمك  إِلَى قصّة سيدنا الكريم ابن الكريم ابن الكريم لبن الكريم  يوْسُفَ  الصديق ابن يعقوب الصبور ابن إسحاق الحليم ابن إبراهيم الخليل الأوّاه هليهم السلام ) وَزُلَيْخَا؟  فإنها أحبت سيدنا يوسف نعاية الحب وهو يصبر على مكرها وأذيّتها

Apakah belum kita ketahui kisah seorang hamba yang mulia putra seorang yang mulia, putera seorang yang mulia Sayyidina Yusuf Ash-Shiddiq, putera Ya’qub yang penyabar, putera Ishaq yang penyayang, putera Ibrahim Al-Khalil ‘alaihis salam dengan Zulaikha. Sesungguhnya ia zulaikha sangat cinta kepada Sayyidina Yusuf ‘alaihis salam dan Sayyidina Yusuf bersabar dengan tipu dayanya.

 

Makalah 17 : Dua Perkara, Untung dan Celaka

قِيْلَ : “طُوْبَى أي الخير الكثير  لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَمِيْرًا

Dikatakan, “Beruntunglah orang yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin

بأن يقتدي بمراد عقله الكامل  وَهَوَاه  أي ميلان نفسه إلى ما لاتشتهيه من غير داعية الشرع  أَسِيْ رًا (أي ممنوعا من ذلك )

Dengan mengikuti petunjuk akalnya yang sempurna sedangkan hawa nafsunya menjadi tahanan.

وَوَيْل ( أي هلاكٌ شديد)  لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ أَمِيْرًا

Dan celakalah bagi orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasanya

( بأن أرسلها إلى مشتهياتها ) وَعَقْلُهُ أَسِيْرًا “( أي ممنوعا من نحو التفكر فى نعم الله تعالى وفى عظمته تعالى

Dengan melepaskannya dalam menuruti apa yang diinginkannya, sedangkan akalnya menjadi hambanya yaitu akal tersebut terhalang untuk memikirkan ni’mat Allah dan keagungan Allah.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments