Tiga Tugas Orang Berakal, Tiga Penyelamat, Perusak dan Peninggi Derajat, dan Penghapus Dosa

Makalah Ke-7 : Tiga Tugas Orang Berakal

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

عَنْ داود النبي قال: أوحي فى الزبور، حق على العاقل أن لا يشتغل إلا بثلاث

Nabi Daud ‘alaihis salaam pernah berkata, “Telah diwahyukan kepadaku dalam Zabur bahwa tugas orang berakal adalah tidak menyibukkan diri, kecuali dalam tiga hal:

تزود لمعاد

menyiapkan bekal untuk kembali (ke akhirat)

ومؤونة لمعاش

mencari biaya untuk penghidupannya di dunia; dan

وطلب لذة بحلال

mencari kenikmatan dengan cara yang halal.”

Tiada bekal yang bermanfaat untuk menyambut hari Akhirat, kecuali amal yang shaleh. Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh. Begitu juga hendaklah seseorang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup agar tidak menjadi beban bagi orang lain, tetapi sudah barang tentu dengan cara yang halal. Berusaha mencari rezeki yang halal hukumnya wajib bagi setiap muslim.

 

Makalah Ke-8 : Tiga Penyelamat, Perusak, Peninggi Derajat, dan Penghapus Dosa

وعن أبي هريرة أنه قال: قال النبي

Abu Huraira radiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

ثلاث منجيات، وثلاث مهلكات، وثلاث درجات وثلاث كفارات

Ada tiga perkara yang dapat menyelamatkan manusia (dari siksa Allah); ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia; ada tiga perkara yang dapat meninggikan derajat manusia; dan ada tiga perkara yang dapat menghapus dosa.”

أما المنجيات

Tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia (dari siksa Allah) adalah:

فخشية الله تعالى فى السر والعلانية

takut kepada Allah ta’ala, baik ketika berada di tempat sepi maupun ketika berada di tempat ramai

والقصد فى الفقر والغنى

berpola hidup hemat dan sederhana, baik saat tidak punya maupun saat berkecukupan

والعدل فى الرضاء والغضب

selalu berlaku adil, baik saat ridha maupun saat marah.

وأما المهلكات

Tiga hal yang dapat membinasakan manusia adalah,

 فشح شديد

Sangat kikir

وهوى متبع

Senantiasa memperturutkan hawa nafsunya;

وإعجاب المرء بنفسه

Dan membanggakan diri sendiri.

Kritria bakhil/ kikir ialah tidak mau menunaikan hak Allah atau hak orang lain. Dalam riwayat lain disebutkan: “kikir yang ditaati,” meskipun pada wataknya manusia itu kikir, tetapi jika tidak ditaati tidak akan membinasakan pelakunya.

وأما الدرجات

Tiga hal yang dapat menginggikan derajat manusia adalah:

فإفشاء السلام

membudayakan ucapan salam (di kalangan kaum muslim)

وإطعام الطعام

suka memberikan makan kepada tamu dan orang yang lapar

والصلاة بالليل والناس نيام

dan shalat Tahajud pada tengah malam saat orang-orang sedang tidur nyenyak.

وأما الكفارات

Adapun tiga hal yang dapat menghapuskan dosa adalah

فإسباغ الوضوء فى السبرات

menyempurnakan wudhu’ meskipun cuaca sangat dingin

ونقل الأقدام إلى الجماعات

melangkahkan kaki untuk melakukan shalat berjama’ah;

وانتظار الصلاة بعد الصلاة

dan menunggu tibanya waktu shalat yang kedua usai mengerjakan shalat yang pertama.”

Yang dimaksud dengan adil, baik saat senang maupun saat marah, adalah orang yang bersangkutan tetap berepegang teguh pada prinsip keadilan dan tidak mudah terpengaruh oleh emosinya, yang semuanya itu dilakukannya demi mengharapkan ridha Allah semata.

 

 رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments

Share This Article