Tiga Cara Menghilangkan Kesusahan dan Tiga Orang Tidak Punya

Makalah Ke-12 : Tiga Cara Menghilangkan Kesusahan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن بعض الحكماء: ثلاثة أشياء تفرج الغُصَص

Seorang pakar ketabiban kalbu mengatakan bahwa kiat untuk menghilangkan kecemasan ada tiga macam yaitu:

ذكر الله تعالى

mengingat Allah

ولقاء أوليائه

menemui para wali Allah;

وكلام الحكماء

dan mendengar nasihat orang-orang bijak.

Yang dimaksud dengan mengingat Allah adalah dengan banyak mengucapkan dzikir. Adapun jenis-jenis dzikir antara lain:

  1. membaca tasbih, yaitu: Subhanallah
  2. membaca tahmid, yaitu: Alhamdulillah
  3. membaca tahlil, yaitu: La Ilaha Illahllah
  4. membaca takbir, yaitu: Allahuakbar
  5. dan membaca: La Haula Wala Quwwata Illabillahil ‘Aliyil ‘Adzim

Atau dengan cara bermunajat kepada Allah dengan mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini:

“Wahai Dzat yang memberi pertolongan kepada siapa pun yang minta tolong kepada-Nya dengan menyeru-Nya; wahai Dzat yang memperkenankan permintaan siapa pun yang mendapat kesulitan dengan berdo’a kepada-Nya; wahai Dzat Yang Maha Penyantun terhadap kesalahan orang yang mendurhakai-Nya; wahai Dzat yang memberi kecukupan kepada orang yang memilih keridhaan-Nya daripada kepentingan dunianya….

Aku memohon kepada-Mu agar dapat meraih sesuatu yang tidak dapat kugapai, kecuali dengan pertolongan-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar terhindar dari bahaya yang tidak dapat kutolak, kecuali dengan kekuatan-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang mengandung kesehatan dan kesehatan yang mengandung kebaikan berkat rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pelimpah rahmat..”

Yang dimaksudkan dengan wali-wali Allah dalam keterangan ini adalah para ulama dan orang-orang shalih. Adapun yang dimaksudkan dengan ucapan orang bijak adalah penjelasan atau keterangan dari para ulama yang menunjukkan kebaikan dunia dan akhirat.

 

Makalah Ke-13 : Tiga Orang Tidak Punya

وعن الحسن البصري

Hasan Al-Basri radiyallahu ‘anhu seorang tokoh tabi’in, berkata:

من لا أدب له لا علم له

“Orang yang tidak punya etika adalah orang yang tidak berilmu

ومن لا صبرله لا دين له

Orang yang tidak punya kesabaran menanggung derita menjauhi kedurhakaan dan beratnya menunaikan kewajiban adalah orang yang tidak beragama

ومن لا ورع له لا زلفى له

Orang yang tidak punya sifat wara’ (keapikan) adalah orang yang tidak punya kedudukan yang dekat di sisi Allah.”

Yang dimaksud dengan sifat wara’ adalah menjauhi sesuatu yang haram dan syubhat.

Pada dasarnya sabar itu ada 3, yaitu:

  1. sabar dalam menghadapi musibah dan kezhaliman;
  2. sabar dalam melaksanakan ketaatan; dan
  3. sabar dalam menjauhi maksiat.”

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments

Share This Article