Tiga Keadaan Saat Menemui Allah dan Balasannya, Tiga Resep Pokok, Tiga Hal, Dua di Antaranya Lenyap dan Satunya Kekal,  Tiga Keniscayaan dan Tiga Macam Sikap terhadap Dunia

 

Makalah Ke-26 : Tiga Keadaan Saat Menemui Allah dan Balasannya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أوحى الله تعالى إلى بعض الأنبياء

Allah telah memberikan wahyu kepada sebagian para nabi-Nya sebagai berikut:

من لقيني وهو يحبني أدخلته جنتي

“Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa rindu bersua dengan-Ku, niscaya Kumasukkan dia ke dalam surga-Ku

ومن لقيني وهو يخافني جنبته ناري

Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa takut kepada-Ku, niscaya kujauhkan dia dari neraka-Ku

ومن لقيني وهو يستحي مني أنسيت الحفظة ذنوبه

Barang siapa menghadap kepada-Ku dengan rasa malu, niscaya Kubuat lupa para malaikat-Ku untuk mencatat dosa-dosanya.”

 

Makalah Ke-27 : Tiga Resep Pokok

وعن عبد الله بن مسعود

‘Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu berkata:

أد ما افترض الله عليك تكن أعبد الناس

“Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik ibadahnya

واجتنب محارم الله تكن أزهد الناس

Jauhilah apa yang telah dilarang oleh Allah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling zuhud

وارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس

Terimalah dengan ridha rezeki yang diberikan Allah kepadamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya.”

 

Makalah Ke-28 : Tiga Hal, Dua di Antaranya Lenyap dan Satunya Kekal

وعن صالح المرقدي أنه مر ببعض الديار فقال: أين أهلك الأولون، وأين عمارك الماضون وأين سكانك الأقدمون

Dikisahkan bahwa Shalih Al-Marqady radiyallahu ‘anhu pernah melewati sebuah kampung, kemudian ia berkata: “Wahai kampung, kemana pendudukmu yang dahulu pernah menghuni dan memakmurkanmu? Sekarang mereka berada dimana?”

فهتف به هاتف

Tiba-tiba ia mendengar suara tanpa rupa yang menjawab:

انقطعت أثارهم

“Bekas peninggalan mereka telah tiada

وبليت تحت التراب أجسامهم

tubuh mereka telah hancur dimakan tanah

وبقيت أعمالهم قلائد فى أعناقهم

hanya amal perbuatan mereka yang masih ada, membebani mereka di alam baka.”

 

Makalah Ke-29 : Tiga Keniscayaan

وعن علي

‘Ali radiyallahu ‘anhu berkata:

تَفَضّل على من شئت فأنت أميره

“Silahkan berbuat baik kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi rajanya

واسأل عمن شئت فأنت أسيره

Mintalah kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi tawanannya

واستغن عمن شئت فإنك نظيره

Merasa cukuplah dengan apa yang engkau miliki dengan tiada meminta kepada orang yang engkau kehendaki, niscaya engkau akan menjadi orang kaya seperti dia.”

Dalam sebuah hadist disebutkan, ‘Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan menjadi tawanannya.”

‘Ali radiyallahu ‘anhu juga berkata, “Aku adalah tawanan orang yang pernah mengajariku satu huruf. Jika menghendaki, ia bisa menjualku; dan ia juga bisa memerdekakanku.”

 

Makalah Ke-30 : Tiga Macam Sikap terhadap Dunia

وعن يحيى بن معاذ رحمة الله عليه

Yahya bin Mu’adz berkata:

ترك الدنيا كلها أخذها كلها، فمن تركها كلها أخذها كلها

“Barang siapa dapat melepaskan dunia seluruhnya, maka ia telah mengambil akhirat seluruhnya

ومن أخذها كلها تركها كلها

Barang siapa mengambil dunia seluruhnya, berarti ia telah melepaskan akhirat seluruhnya

فأخذها فى تركها وتركها فى أخذها

Mencintai akhirat menjadi sebab melepaskan dunia; tidak menyukai dunia menjadi sebab mencintai akhirat.”

 

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments