Tiga Faktor Cinta dan Takut, Tiga Ciri Orang Berma’rifat Kepada Allah, Tiga Ciri Lain Orang Berma’rifat, Tiga Kunci, Tiga Perumpamaan Ibadah dan Tiga Perkara Pencegah Tiga Perkara Lainnya

Makalah Ke-50 : Tiga Faktor Cinta dan Takut

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وعن ذي النون المصري

Dzun Nun Al-Mishry berkata:

كل خائف هارب

“Setiap orang yang takut pasti akan menjauh

وكل راغب طالب

Setiap orang yang mencintai sesuatu pasti akan memburunya

وكل آنس بالله مستوحش عن نفسه

Setiap orang yang amat dekat dengan Allah pasti akan asing dari kebanyakan manusia

Orang yang takut kepada siksa neraka pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa menjauh darinya. Orang yang mencintai surga pasti akan banyak beramal shalih supaya bisa meraihnya.

 

Makalah Ke-51 : Tiga Ciri Orang Berma’rifat Kepada Allah

وقال ذو النون

Dzun Nun Al-Mishry berkata:

العارف بالله تعالى

“Ciri orang yang berma’rifat kepada Allah ta’ala adalah

أسير

selalu mencintai Allah

وقلبه بصير

hatinya selalu melihat kebenaran; dan

وعمله لله كثير

banyak amal shalihnya

 

Makalah Ke-52 : Tiga Ciri Lain Orang Berma’rifat

وقال

Dzun Nun Al-Mishry berkata:

العارف بالله تعالى

“Ciri lain orang yang berma’rifat kepada Allah adalah:

وفى

Menepati seruan Allah

وقلبه ذكي

Hatinya bersih; dan

وعمله لله زكي

Amalnya baik dan selalu bertambah.”

Makalah Ke-53 : Tiga Kunci

وعن أبي سليمان الداراني أنه قال

Abu Sulaiman Ad-Darani berkata:

أصل كل خير فى الدنيا والآخرة الخوف من الله

“Kunci kebaikan dunia-akhirat adalah takuk kepada Allah

ومفتاح الدنيا الشبع

Kunci dunia adalah kenyang; dan

ومفتاح الآخرة الجوع

Kunci akhirat adalah lapar.”

Takut kepada Allah dapat mengubah lembaran catatan amal perbuatan ke sebelah kanan, yang semula akan menjerumuskan pemiliknya ke neraka. Seorang hamba harus menumbuhkan rasa takut dan rasa harap. Rasa takut akan mengeremnya dari kedurhakaan dan rasa harap akan memacunya untuk beramal shalih. Oleh karena itulah, ibadah yang dilakukan oleh orang yang berharap lebih utama daripada yang dilakukan orang yang takut, karena orang yang berharap dimotivasi oleh kecintaannya kepada Allah, berbeda dengan motivasi orang yang mengerjakannya dengan rasa takut. Seorang raja dunia pun membeda-bedakan perlakuannya terhadap para pembantunya, karena di antara mereka ada yang melayaninya karena takut hukuman, ada yang mau melayaninya karena mengharapkan kemurahan sang raja, dan ada pula yang melayaninya dengan tulus tanpa pamrih.

Kunci dunia adalah kenyang, maksudnya kesenangan dunia diraih dengan rasa kenyang. Kunci akhirat adalah lapar, maksudnya kesenangan akhirat diraih dengan rasa lapar.

 

Makalah Ke-54 : Tiga Perumpamaan Ibadah

وقيل: العبادة حرفة

Ada yang mengatakan bahwa ibadah itu jika diumpamakan sebagai komoditi, maka:

حانوتها الخلوة

Tempat pemasarannya adalah berkhalwat (menyendiri);

ورأس مالها التقوى

Modalnya adalah taqwa; dan

وربحها الجنة

Keuntungannya adalah surga

 

Makalah Ke-55 : Tiga Perkara Pencegah Tiga Perkara Lainnya

قال مالك بن دينار

Malik bin Dinar radiyallahu ‘anhu berkata:

أحسن ثلاثا بثلاث حتى تكون من المؤمنين

“Cegahlah tiga perkara dengan tiga perkara yang lain, sehingga engkau benar-benar termasuk orang yang beriman, yaitu:

الكبر بالتواضع

Takabbur dengan tawadhu’

والحرص بالقناعة

Rakus dengan qana’ah; dan

والحسد بالنصيحة.

Hasud dengan sikap santun.”

 

Keterangan :

Takabbur adalah menganggap diri sendiri lebih mulia atau lebih baik dibandingkan orang lain.

Tawadhu’ artinya rendah hati.

Hasud adalah berkeinginan akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain dan berharap agar nikmat itu pindah kepada dirinya. Dalam sebuah hadits yang mengancam sikap dengki disebutkan, “Tidak dapat terhimpun dalam rongga seorang hamba antara iman dan dengki.” Yang dimaksud dengan iman ialah iman kepada taqdir. Sehubungan dengan pengertian yang sama, Mu’awiyah R.A pernah mengatakan: “Semua orang aku mampu memuaskannya, tetapi orang yang dengki kepada keberhasilanku, tidak pernah merasa puas sebelum kesuksesanku lenyap dariku.” Hal yang senada dikatakan pula oleh seorang penyair melalui bait-bait syair berikut:

Semua orang dapat kubeli hatinya

tetapi orang yang dengki kepadaku amat merepotkanku

dan sulit kebeli hatinya 

Bagaimana seseorang dapat membujuk 

orang yang dengki melihat keberhasilannya 

jika masih belum merasa puas kecuali lenyapnya keberhasilan itu 

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

والسلام علىكم ورحمة الله و بركاته

Dari: “Nashaihul Ibad” Karya Ibnu Hajar Al Asqalany. Syarah oleh Muhammad Nawawi bin ‘Umar

Facebook Comments

Share This Article