Angkatan Balai Pustaka mulai berkiprah pada era 20-an. Pada periode ini muncul hasil-hasil karya sastra yang penting dan monumental yang dikarang oleh sastrawan-sastrawan ternama.

 

1920

Balai Pustaka

nama sebuah penerbitan

mulai dikenal banyak pembaca

pada masa itu Balai Pustaka didirikan

menyediakan bacaan yang tepat bagi penduduk pribumi

memajukam moral budaya dan meningkatkan apresiasi sastra

mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar

mengembangkan bahasa-bahasa daerah Nusantara

menerjemahkan atau menyadur sastra Eropa

memberikan konsumsi berupa bacaan

tentang politik kolonial

walaupun demikian

perlahan tapi pasti

menyulut kesadaran

rasa nasionalisme dan patriotisme

Dalam perjalanannya penerbit Balai Pustaka

banyak melakukan sensor terhadap karya-karya

karya yang dianggap tidak sesuai

akan disensor dan tidak akan diterbitkan

awal peristiwa terjadi adanya Nota Rinkes

yang membatasi ide dan gagasan sastrawan

hendaklah karya tidak mengganggu ketertiban

dapat menambah kecerdasan dan budi perkerti

netral agama tidak menentang Belanda

hingga pada periode yang sama

muncul sastra di luar Balai Pustaka

sebagai wujud penentangan Nota Rinkes

Balai Pustaka

lahir dari pergeseran sikap

akibat pendidikan dan hasil-hasilnya

menjadi pendorong kesusastraan Indonesia modern

sastrawan Indonesia dapat melontarkan beban pikirannya

melalui tulisan yang dapat dinikmati dirinya juga oleh orang lain

memegang peranan penting dalam penerbitan novel di Indonesia

Ciri

Balai Pustaka

bersifat monoton

bercorak romantis

bahasa melayu umum

isi karya bersifat didaktis

merupakan bacaan hiburan

genre puisi pantun dan syair

genre sastra berbentuk novel

unsur nasionalitas belum jelas

bertema masalah kawin paksa

peristiwa sesuai realitas kehidupan

tokoh-tokoh menunjukkan asal daerah

para penulisnya lebih bersifat kompromistis

karakter tokoh belum dilukiskan secara mendalam

sifat cerpen biasanya mengkritik atau bersifat humor

peristiwa sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat

pengisahan terletak pada orang ketiga dan orang pertama

menggunakan perbandingan, pepatah, dan ungkapan klise

latar berupa pertentangan paham kaum muda kaum tua

tidak berbicara politik, kemiskinan, dan sekularisasi

banyak menggunakan gaya bahasa perumpamaan

tidak bercerita tentang Kolonial Belanda

gaya penceritaan yang mendayu-dayu

Raja angkatan Balai Pustaka

Nur Sultan Iskandar ternama

Karya yang beliau hasilkan :

Cobaan

Mutiara

Salah Pilih

Neraka Dunia

Cinta Tanah Air

Hulubalung Raja

Tiga Panglima Perang

Tuba Dibalas Dengan Susu

Cinta Yang Membawa Maut

Apa Dayaku Karna Aku Seorang Perempuan

Katak Hendak Menjadi Lembu

Gudang Intan Nabi Sulaiman

Pengalaman Masa Kecil

Cinta dan Kewajiban

Karena Mentua

Abu Nawas

Jangir Bali

Ujian Masa

Dewi Rimba

Megah Cerah

Sesalam Kawin

Hulubalang Raja

Moh. Yamin Perintis Puisi Baru

Mengadakan pembaharuan puisi Indonesia

Pembaharuan dapat dilihat dalam

Kumpulan puisi Tanah Air

Ken Arok dan Ken Dedes

Indonesia Tumpah Darahku

Kalau Dewi Tara Sudah Berkata

Adapun novel-novelnya:

Robert Anak Surapati

Pertemuan DJodoh

Surapati

Abdul Muis

Kelahiran Bukittingi

Melahirkan karya-karya :

Putri Umbun-Umbun Emas

Daman Brandal Sekolah Gudang

Robert Anak Surapati

Suara Kakaknya

Surapati

Marah Rusli

Bangsawan kelahiran Padang

Pengakhir zaman kesusasteraan lama

Karyanya:

Siti Nurbaya

Anak dan Kemenakan

Gadis yang Malang

Memang Jodoh

Tesna Zahera

La Harni

Merari Siregar

Azab dan Sengsara

Cinta dan Hawa Nafsu

Binasa kerna Gadis Priangan

Suman H.S.

Casi Tersesat

Tebusan Darah

Percobaan Setia

Kawan Bergelut

Kasih Tak Terlarai

Mencari Pencuri Anak Perawan

Karya Tulis Sutan Sati

Sengsara Membawa Nikmat

Syair Siti Marhumah Yang Saleh

Tiak Tahu Membalas Guna

Memutuskan Pertalian

Sabai nan Aluih

Tak Disangka

Abas Sutan Pamunjak Nan Sati

Pertemuan

Jambangan

Putri Zahara

Dagang Melarat

Bunga Tanjung di Pasar Pasir

Aman Datuk Madjoindo

Sicebol Merindukan Bulan

Si Doel Anak Betawi

Sampaikan Salamku

Syair Gul Bakawali

Kumpulan Syair

Menebus Dosa

Syair si Banso

Muhammad Kasim

Si Samin mendapat hadiah Sayembara

Pemandangan Dunia Anak-Anak

Pengeran Hindi

Teman Duduk

Muda Teruna

Muda Terung

Niki Bahtera

Djamaluddin Adinegoro

Dara Muda

Asmara Jaya

Melawat Ke Barat

Abas Soetan Pamoentjak

Nurani dengan terjemahan-terjemahannya antara lain berjudul Pinokio

Sa’adah Alim Pengarang ini dikenal dalam karya pembalasannya dan Taman Penghibur Hati.

Selasih dengan nama samaran Seleguri atau Sariamin. melahirkan karya Tak Untung dan Pengaruh Keadaan.

 

 

Demikian, semoga dapat menambah wawasan dalam khazanah kesusastraan Indonesia.

 

Sumber:

Aminudin.2015. Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Aglesindo.

K.S, Yudiono. 2010. Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: PT Grasindo

Mahayana, Maman. S. 2007. Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Redaksi PM.2012. Sastra Indonesia Paling Lengkap. Depok. Pustaka Makmur

Rosidi, Ajip. 1991. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung, Binacipta.

Facebook Comments

Share This Article