Periodisasi Sejarah Sastra Indonesia

Sastra

komponen

hasil cipta manusia

media dalam pendidikan

penuh makna dan pelajaran

media menyalurkan perasaan

Perkembangan sastra menjadi sejarah

perkembangan budaya bangsa dan Negara

sastra Indonesia sendiri memiliki  klasifikasi

meliputi hasil karya sastra serta pengarang sastra

yang setiap zaman atau angkatan memiliki ciri khas

sejarah sastra Indonesia

dibagi berdasarkan periodisasinya

yakni kronologi perjalanan atas masanya

dimulai dari masa:

Pujangga Lama

Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Pujangga Baru

Kesusastraan Masa Jepang

Angkatan ‘45

Angkatan 50-an

Angkatan ’66

Angkatan 70-an

Angkatan 80-an

Sastra Terkini

setiap angkatan

memiliki warnanya

memantulkan budayanya

berbagai faktor mempengaruhinya

perubahan kondisi yang cukup drastis

dari kungkungan penjajahan berdarah

menuju ke kemerdekaan cemerlang

gejolak sosial-politik-budaya

pergeseran wawasan

pergeseran estetik

pengalaman hidup

rasa nasionalisme

kesadaran kebangsaan

penghayatan keagamaan

Seperti

Pertengahan abad ke-19

perkembangan puisi Indonesia dimulai

ketika negeri yang dulu dikenal Hindia Belanda

ketika penerbitan masih jarang dan sangat terbatas

ketika minat terhadap puisi baru belum berkembang

ketika masih berminat pada bentuk-bentuk lama

ketika tradisi pantun dan syair sangat kuat

namun, dengan semangat pembaruan

kalangan sastrawan pada masa itu

muncul sejumlah besar puisi baru

membuktikan bahwa sastra kala itu

terjadi proses pembaruan yang penting

Dalam pembicaraan puisi 1930-an

dalam usaha mengadakan pembaruan

para penyair menghadapi dua hal pokok

sikap para penyair menjadi mendua antara dirinya

dan masya¬rakat dengan cara penulisan gaya lama

tradisi penulisan yang yang masih erat terikat

yang merupakan lingkungan budayanya

kegelisahan

polemik

bagi pengarang

melahirkan karya baru

semangat pembaharuan

terus berkembang melaui ikhtiar

dengan

temu sastra

mulai diselengaarakan

sejak dasawarsa 1980-an

para sastrawan Indonesia

menyelenggarakan  bentuk

peluncuran buku-buku sastra

gerakan kesusastraan

kemah sastra

kajian sastra

Sastra kontekstual

merupakan perintis gerakan kesusatraan

menyorot perkembangan sastra modern Indonesia

yang memiliki kecenderungan kebarat-baratan

nilai-nilai sastra tidak mengenal universalitas

sastra tumbuh dan berkembang

diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah

pada tahun 1984 dipelopori oleh

Ariel Heryanto

Arief Budiman

Murtidjono

dan Halim HD

Dasawarsa 1990-an

muncul revitalisasi sastra pedalaman

lebih mengutamakan pemasyarakatan karya

langsung kepada publik dengan pembacaan karya

dan penyelenggaraan berbagai pertunjukan seni

Pada tahun 2010

Angkatan Kosong-kosong

menolak dikotomi pusat-daerah dalam sastra

setiap sastrawan memiliki otonomi khusus

dalam melahirkan karya-karya

Penganugerahan penghargaan bidang kesusastraan

Anugerah Sastra Penakencana

Anugerah Sastra Hari Puisi

Kusala Sastra Khatulistiwa

Cerpen Pilihan Kompas

Hadiah Sastra Rancage

KSI Awards

 

 

Demikian, semoga dapat menambah wawasan dalam khazanah kesusastraan Indonesia.

Sumber:

Aminudin.2015. Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Aglesindo.

K.S, Yudiono. 2010. Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: PT Grasindo

Mahayana, Maman. S. 2007. Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Redaksi PM.2012. Sastra Indonesia Paling Lengkap. Depok. Pustaka Makmur

Rosidi, Ajip. 1991. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung, Binacipta.

Facebook Comments