Badan Pegembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar (2011) menyebutkan. Puisi lama ialah “Puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal.”

Puisi lama lahir sebelum para pemuda mengikrarkan sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak menjungjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Puisi lama berbahasa Melayu.  Dahulu bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kerajaan dan bahasa sastra. Puisi lama yang tidak tertulis sudah ditemukan sejak abad ke-19.

Puisi lama sering dijadikan media untuk menyampaikan pesan berupa nasihat atau ungkapan pribadi seseorang kepada orang lain dengan kata-kata yang indah dan disusun sedemikian rupa sehingga tidak menyinggung perasaan lawan bicara. Bahasa indah tersebut sering juga digunakan dalam upacara adat seperti ketika mengadakan acara pernikahan.

Puisi lama merupakan hasil cipta sastra para leluhur yang memiliki budaya luar biasa untuk dijadikan pembelajaran bagi generasi-genarasi berikutnya. Kini, kita sebagai tokoh utama dalam pergulatan kebudayaan yang makin maju, alangkah indahnya pula andai dapat mengenal budaya leluhur kita yang tidak dapat dilepaskan dengan semua hasil ciptanya. Orang tua kita dulu tidak hanya sebatas membuat karya sastra yang sangat indah, akan tetapi juga telah memberikan sumbangan yang begitu banyak terhadap kekayaan sastra Nusantra yang banyak mengandung unsur didaktis seperti Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji.

Ketika karya-karya klasik yang indah-indah dan usianya sudah berabad-abad seperti cerita pantun yang konon sudah ada sejak zaman pajajaran (abad ke 14-15) dan turun temurun disampaikan secara lisan hingga dapat berkembang di seluruh kepulauan nusantara. Ketika itu pula kita semakin mengapresiasi para leluhur dengan segala budayanya.

Mari kita telaah kembali karya-karya orang tua kita dulu. Di bidang puisi setidaknya ada tujuh jenis puisi lama, yaitu: mantra, talibun, seloka, pantun, syair, gurindam, dan karmina. Dalam tulisan ini agar mudah mengingatnya akan saya singkat dengan mengawali kata dari indra kita, yaitu: MATA SELSYAPA GUNA (MA = Mantra, TA = Talibun, SEL = Seloka, SYA = Syair, PA = Pantun, GU = Gurindam, NA = Karmina)..

Dari MATA SELSYAPA GUNA yang telah dipostingkan terdahulu, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa puisi lama adalah puisi yang terikat oleh sejumlah aturan yang menjadikan pula ciri khasnya. Secara umum aturan-aturan tersebut adalah:

  • Jumlah baris dalam setiap bait
  • Jumlah suku kata dalam setiap baris
  • Mempunyai makna
  • Adanya rima dan irama

(Rima merupakan bunyi akhiran yang tersusun dan irama adalah adalah bunyi yang beraturan)

Dengan adanya aturan-aturan tersebut, puisi lama terkesan sangat kaku. Walau demikian puisi lama sudah menjadi milik masyarakat atau disebut juga puisi kerakyatan yang nama pengarangnya anonim/ tidak diketahui. Disampaikan dari mulut ke mulut secara turun temurun.

Puisi lama lebih bersifat statis. Hal ini merupakan pancaran masyarakat lama dengan gaya hidup bergotong royong yang sangat kuat.  Sehingga kesusastraan yang lahir pun merupakan milik semua masyarakat. Oleh karena itu, pengarang-pengarang pantun, mantra, seloka, talibun, dan lain-lain lebih banyak tidak dikenal namanya.

Karya sastra lama bersifat istana sentries, yaitu berkisar tentang tahta, kehidupan raja beserta keluarganya. Tema pokoknya banyak yang bercorak pendidikan, agama atau kepercayaan. Pendekatan didaktis tersebut digunakan dalam membangun pemahaman terhadap gagasan, tanggapan evaluatif, maupun sikap pengarang terhadap kehidupan.

Demikian, semoga dapat menambah wawasan dalam khazanah kesusastraan Indonesia.

 

 

Mencermati Puisi Lama Jenis Mantra: di sini ….

 

 

Sumber:

Dr. J.S Badudu, Sari Kesustraan Indonesia

Badan Pegembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar (2011)

St. Takdir Alisyahbana, Puisi Lama

Yandianto.2004. Apresiasi Karya Sastra dan Pujangga Indonesia. Bandung. M2S Bandung

 

Facebook Comments

Share This Article