Badan Pegembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar (2011) menjelaskan bahwa Syair adalah, “Puisi yang setiap baitnya terdiri atas empat baris.”

Contoh syair : 

Bandung Lautan Api

Kemerdekaan baru diproklamirkan

Indonesia kembali berhadap-hadapan

Kolonis Belanda datang

Ingin kembali berkuasa

 

Salah satu perlawanan rakyat

Kita kenang hingga sekarang

Bandung yang kita kenal

Terjadi suatu peristiwa

 

Bandung Lautan Api adalah sebutan

Mengenang peristiwa dibakarnya kota

Kala Indonesia dalam upaya

Mempertahankan kata merdeka

 

Sejarah besar ini dilakukan

Bentuk respon terhadap penjajahan

Oleh sekitar 200.000 orang

Dalam kurun waktu tujuh jam

 

Terjadinya peristiwa

Rangkaian sejarah menyebutkan

Disusun dalam kata-kata

Syair berikut tercipta

 

Dua Belas Oktober empat lima

Di Bandung Brigade MacDonald tiba

Pasukan Inggris dan NICA

Melakukan teror di mana-mana

 

Mereka menuntut semua senjata

Yang ada di tangan rakyat

Hasil rampasan dari Jepang

Agar segera diserahkan

 

Saat pejuang Bandung tengah gencar

Merebut senjata serta kekuasaan

Dari tangan Jepang yang kalah perang

Hubungan RI Sekutu pun jadi tegang

 

Orang Belanda yang baru dibebaskan

Yang ada di kamp tawanan

Mulai melakukan tindakan

Yang mengganggu keamanan

 

Bentrokan mulai terjadi

Antara TRI dan Inggris

Ketegangan mulai terjadi

Peperangan tak bisa dihindari

 

Bulan November empat lima

NICA semakin merajalela

Rakyat tidak tinggal diam

Hingga jadi pertempuran

 

Pertempuran terus berlangsung

Malapetaka lain juga di Bandung

Jebol bendungan Cikapundung

Banjir besar pun tak terbendung

 

Hotel Preanger dan Homann

Digunakan sebagai markas

Para pejuang tidak rela

Bandung diggunakan fasilitas

 

MacDonald sampaikan ultimatum

Bagi dua kota Bandung

Bagian utara bagian sekutu

Bagian selatan rakyat menuju

 

Ultimatum Tentara Sekutu

Mendorong musyawarah diputus

Hasilnya operasi “bumihangus

Pembakaran kota pun ditempuh

 

Kolonel Abdoel Haris

Selaku Komandan Divisi

Memberi perintah evakuasi

Berdasar kebijakan diplomasi

 

Rakyat pun segera menyingkir

Rombongan panjang mengalir

Meninggalkan tempat terlahir

Menuju luhur dari hilir

 

Sebelum meninggalkan kota

Semangat juang rakyat membara

Rumah-rumah pun dibakar

Asap hitam di mana-mana

 

Bandung sengaja dibakar

Agar tidak bisa digunakan

Jadi markas pertahanan

Strategi militer NICA dilancarkan

 

Pertempuran dan aksi berganti

Bandung jadi lautan api

Dua puluh Empat Maret terjadi

Tahun Empat puluh enam masehi

 

Strategi operasi bumihangus

Strategi yang tepat ditempuh

Besarnya Pasukan Sekutu

Lewat gerilya pasti akan lumpuh

 

Tokoh pejuang dalam pertempuran

Sutoko, Nawawi Alib, Aruji Kertawinata

Kolonel Hidayat, Oto Iskandardinata

Kolonel A.H. Nasution Sang Panglima

 

Pertempuran paling besar terjadi

Di Dayeuhkolot tempat gudang amunisi

Muhammad Toha Ramdan terjun dalam misi

Merayap perlahan lebih mendekati

 

Gudang itu gudang mesiu

Terdapat 1.100 ton bubuk mesiu

Persenjataan milik Jepang yang dulu

Yang telah tunduk pada sekutu

 

Gudang besar itu meledak

Dengan granat tangan dua pemuda

Kedua milisi pun ikut bersama

Dalam api yang berkobar menyala

 

Saat itu Mohamad Toha

Sembilan belas tahun jalani usia

Beliau komandan panutan

Anggotanya Mohammad Ramdan

(Kolonel Abdoel Haris Nasoetion sebagai Komandan Divisi III Tentara Republik Indonesia/ TRI dan Mohamad Toha sebagai Komandan Seksi I Bagian Penggempur Barisan Banteng Republik Indonesia/ BBRI)

Ciri-ciri syair: :
  • Puisi lama yang setiap baitnya merupakan satu kesatuan cerita
  • Dalam setiap bait terdiri dari empat baris
  • Semua baris adalah isi
  • Setiap barisnya terdiri atas 8 sampai 14 suku kata
  • Bersajak a-a-a-a
  • Berisi tentang nasihat atau petuah, dongeng/cerita, atau juga Romansa

Berdasarkan jenisnya, syair dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Syair Panji, yaitu syair pelipur lara yang bertema pengembaraan, percintaan, atau peperangan. Misalnya, syair Ken Tambunan yang menceritakan kisah percintaan Raden Puspa Kencana dengan seorang bidadari cantik yang bernama Ken Tambunan.

Syair Romantis, hampir sama dengan syair panji, yaitu syair pelipur lara. Tetapi temanya lebih mengarah ke kehidupan suatu kerajaan. Misalnya, Syair Bidadari, Syair Tajul Muluk, Syair Abdul Muluk, dan Syair Yatim Nestapa.

Syair Kiasan, yaitu syair sindiran atau kiasan pada sebuah peristiwa. Isi dikiaskan kepada kehidupan hewan, tanaman, buah-buahan, atau bunga-bungaan. Misalnya, Syair Buah-buahan, Syair Kumbang dan Melati, Syair Burung Punguk, dan lain-lain.

Syair Sejarah, yaitu syair yang temanya tentang kejadian-kejadian masa lalu. Misalnya, Syair Perang Palembang dan Syair Kaliwungu.

Syair Agama, yaitu syair yang isinya bertema ajaran agama dan pelajaran hidup yang berkaitan dengan agama. Misalnya, Syair Perahu dan Syair Tabir Mimpi.

Syair merupakan salah satu bagian dari puisi lama. Agar mudah menghapalnya, ingat saja awal kata dari indra kita, yaitu: MATA SELSYAPA GUNA (MA = Mantra, TA = Talibun, SEL = Seloka, SYA = Syair, PA = Pantun, GU = Gurindam, NA = Karmina).

Demikian, semoga dapat menambah wawasan dalam khazanah kesusastraan Indonesia.

 

Contoh dan Ciri-ciri Pantun: di sini ….

 

 

Sumber:

Dr. J.S Badudu, Sari Kesustraan Indonesia

Badan Pegembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kamus Bahasa Indonesia untuk Pelajar (2011)

St. Takdir Alisyahbana, Puisi Lama

Yandianto.2004. Apresiasi Karya Sastra dan Pujangga Indonesia. Bandung. M2S Bandung

 

Facebook Comments